-->

Sri Mulyani Tegaskan Infrastruktur Dibangun Menggunakan APBN

Foto Sri Mulyani (Sumber: dok. Antara)

pikiRindu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan infrastruktur merupakan hasil nyata kerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk masyarakat.

"Kalau menjelaskan APBN melalui angka, orang biasanya tidak nyambung. Tetapi begitu melihat hasilnya seperti jalan raya, bendungan, dan kampus yang terbangun entah itu untuk ruang kelas, laboratorium, atau akses jalan, orang baru merasa APBN itu hidup angkanya," kata Sri Mulyani pada seremoni Serah Terima BMN Kementerian PUPR Tahun 2022 Tahap 2, dikutip dari Antara, Rabu 7 Desember 2022.

Penyampaian dalam penyajian angka-angka memang sulit dipahami dengan baik oleh semua kalangan masyarakat sehingga pemerintah perlu untuk terus menjelaskan kepada masyarakat hasil penerimaan negara dari berbagai sektor.

Dengan demikian, lambat laun masyarakat akan memahami dengan baik tentang pengelolaan uang negara, kemudian membandingkannya dengan hasil kerja secara nyata melalui berbagai macam pembangunan infrastruktur.

Sri Mulyani menegaskan bahwa infrastruktur yang dibangun di berbagai sektor menggunakan APBN yang diperoleh dari berbagai penerimaan negara seperti pajak, bea dan cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), bahkan sebagian dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN).

"Kita semua memahami bahwa esensi pembangunan adalah membangun untuk menciptakan dampak kesejahteraan rakyat," tutur Sri Mulyani.

Penyajian data dalam bentuk angka akan semakin mudah dipahami masyarakat Ketika masyarakat melihat secara langsung dari berbagai pembangunan yang selalu diinformasikan ke publik.

Karena itu, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan bahwa peran Kementerian PUPR sangat penting dalam menjembatani dan membantu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengkomunikasikan APBN secara konkret dari berbagai proses pembangunan sehingga berdampak pada pemahaman masyarakat.

Untuk pembangunan ini, kata dia, sebagian dilakukan oleh uang negara, sebagian oleh masyarakat dan pihak swasta, sehingga untuk pembangunan yang menggunakan uang negara harus dipertanggungjawabkan pula kepada publik melalui mekanisme APBN. (Red.pikiRindu)

Sumber: Antara

Kikisnya Kesadaran Lingkungan

Sumber foto latar: pixabay.com

Penulis: Stefanus Jehalut, Editor: Selvianus Hadun

Pikiran.pikiRindu - Dalam kehidupan yang kian modern seperti sekarang ini, begitu banyak problematika yang terjadi atau tantangan mengglobal umat manusia yang selalu diperbincangkan. 

Salah satu tantangan itu adalah krisis kesadaran terhadap ekologi. Pemerintah dan masyarakat merasakan keprihatinan yang sangat mendalam mengenai krisis kesadaran terhadap ekologi ini. 

Hal ini terjadi karena minim dan kikisnya kesadaran terhadap lingkungan tempat mereka tinggal dan tidak menyadari udara yang mereka hirup setiap hari, air, organ tubuh yang bersumber dari lingkungan.

Minim dan kikisnya nilai kesadaran manusia mengenai lingkungan tempat manusia tinggal akan menyebabkan munculnya eksploitatif terhadap lingkungan. 

Dalam hal ini alam mempunyai makna lain yaitu tempat untuk memuaskan keinginan manusia yang rakus karena memanfaatkan alam secara berlebihan tanpa mempertimbangkan prinsip ekologis untuk mencintai alam sebagaimana manusia mencintai dirinya. 

Masalah ekologi bukanlah masalah yang diragukan lagi sebab lingkungan yang yang dulunya hijau permai kini menjadi tanah tandus yang penuh kehancuran. 

Dalam hal ini lingkungan yang kita tinggal semakin menjadi tidak layak lagi karena kerusakan yang ditimbulkan sebagai banyaknya aktivitas manusia.

Jika kita melihat kembali kisah penciptaan bahwa sebelum Allah menciptakan manusia Ia terlebih dahulu menciptakan tumbuh-tumbuhan, pohon yang berbuah dan hewan, Allah pun melihat segalanya baik. 

Lalu terakhir, Allah menciptakan manusia. Ciptaan yang terakhir inilah yang membawa kehancuran dan kerusakan bagi semua ciptaan Allah yang lainnya. 

Dalam hal ini kita dapat mengambil sebuah konklusi bahwa manusia merendahkan derajatnya sebagai mahluk yang berakal budi karena tidak mampu memilah yang baik dan yang tidak baik. 

Saya mengatakan hal ini karena ciptaan Allah yang sebelum manusia tidak pernah merusak alam yang mereka tinggal, dalam hal ini binatang -binatang yang Tuhan ciptakan jauh lebih baik dari pada manusia yang berambisi untuk menguasi yang Tuhan telah ciptakan tetapi pada akhirnya menyeret pada liang kehancuran.

Baca Juga: Waspada Defisit Lingkungan

Deskripsi Singkat Tentang Ekologi

Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Haeckel, seorang murid Darwin pada tahun 1866, yang menunjukkan pada keseluruhan organisme atau pola hubungan antara organisme dan lingkungannya.

Ekologi bersal dari kata Yunani; Oikos dan logos, yang secara harafiah berarti rumah dan pengetahuan. Ekologi sebagai ilmu berarti pengetahuan tentang lingkungan hidup atau planet bumi ini sebagai keseluruhan. 

Bumi dianggap sebagai tempat kediaman manusia dan seluruh maklup dan benda fisik lainnya. Selanjutnya, menurut Wilam Chang, secara harafiah ekologi berarti penyelidikan tentang organisme-organisme dalam jagat raya. Denis Owen, ekologi selalu berurusan dengan relasi antara tumbuhan, hewan, dan lingkungan di mana mereka hidup. 

Bumi merupakan kediaman bersama dengan mahkluk lainnya. Dengan kata lain bumi merupakan yang di dalamnya manusia, hewan, tumbuhan, dan materi lainnya hidup secara berdampingan seperti yang dikatakan Febry suryanto, SVD dalam bulletin paguyuban frater SVD Manggarai yang berjudul "Menjadi Katolik Di Tanah Congka Sae."

Jika melihat defenisi di atas bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, sebab planet bumi ini tidak diciptakan khusus kepada manusia tetapi di bumi ini masih ada mahkluk lain yaitu; hewan, tumbuhan dan materi lainnya artinya manusia harus hidup berdamai dengan semua yang ada ini karena semuanya harus saling bergantungan, sebab manusia tidak bisa hidup tanpa air, udara tumbuhan, hewan.

Baca Juga: Jembatan Yang Ramai Dikerumuni Sampah

Ekologi dan Tindakan Serakah Manusia 

Dalam kehidupan kita sehari-hari, begitu banyak fenomena-fenomena yang terjadi di luar dugaan kita seperti; gempa bumi, longsor, polusi, angin topan, tsunami, dan banjir. Hal-hal ini adalah fenomena alam yang sulit kita prediksi kapan akan terjadi. 

Dari pristiwa-pristiwa ini jika saya merefleksikan secara mendalam dan melihat tingkah laku manusia modern pada alam maka semua yang terjadi itu (bencana alam) sebagai dampak dari perilaku manusia terhadap alam itu sendiri.

Dalam refleksi pribadi saya juga mengenai ekologi bahwa manusia yang mempunyai akal budi sering kali kehilangan akal sehat dalam memaknai alam bagi kehidupannya. Manusia cenderung memiliki ego untuk menguasai alam dengan tidak bijaksana sehingga kerap kali memperlakukan alam disekitanya secara berlebihan.

Tindakan-tindakan seperti inilah yang akan membuat planet bumi ini mengalami penurunan kualitas lingkungannya karena manusia menggunakan ego untuk meraup keuntungan dari alam.

Kerusakkan lingkungan ini juga akan menggeser dan menggusur keindahan ciptaan Tuhan. Kerusakan lingkungan hidup menyebabkan lingkungan tempat kita tinggal tidak lagi indah, tidak lagi tampil ramah tetapi yang ada hanyalah bencana bagi kehidupan.

Berbicara tentang ekologi berarti berbicara tentang lingkungan tempat kita tinggal bisa direfleksikan dari ungkapan orang manggarai tentang lingkungan:

Neka poka puar rantang mora usang

Neka tapa satar rantang mora kaka puar

Kudut kembus kid wae teku mboas kid wae woang

Artinya; Jangan merusak lingkungan agar kehidupan tetap berjalan dengan baik.

Tentunya ungkapan ini tidak hanya di tunjukan kepada orang manggarai tetapi kepada kita semua yang berada di planet yang sama ini agar kita benar-benar merawat bumi lebih baik ke depannya untuk keberlangsungan hidup anak cucu.

Prof. Lynn White mengatakan; Agama Kristen menciptakan dualisme manusia dan alam serta telah menjadi kehendak Allah agar manusia memanfaatkan alam untuk kepentingannya. Karena itu tidaklah mengherankan jika orang mengatakan; kekayaan atau potensi alam harus dimanfaatkan.

Perintah pertama yang di peroleh manusia dari penciptanya adalah menguasai (menggunakan) segala ciptaan lain demi pemenuhan kebutuhannya. 

Pandangan antroposentris ini manusia menjadi pusat segala nilai telah menempat manusia pada penguasa alam dan merendakan martabat ciptaan lain yang berimplikasi pada semakin meningkatkan pengerusakan alam (non human) yang dilakukan manusia yang pada gilirannya akan membawa bencana dan kesengsaraan bagi manusia.

Kenyataan ini mendorong manusia untuk mencari penafsiran baru yang bersifat ekologis.

Baca Juga: Pengaruh Politik Dalam Lingkaran Kekuasaan

Semua Ciptaan Tuhan Sama di Mata-Nya 

Kerusakan alam merupakan kondisi dan masalah lingkungan yang semakin dirasakan oleh semua umat manusia di seluruh dunia. kerusakan ini di sebabkan karena kikisnya kesadaran terhadap lingkungan, pemahaman yang keliru, dan penafsiran yang keliru tentang lingkungan.

Maka kita diundang untuk membawa perspektif baru di tengah-tengah dunia yang terbatas rasa kebijaksanaanya tentang ekologi. Kita harus bisa membawa perdamaian di tengah lingkungan yang sudah hancur karena keegoisan dan kerakusan manusia, sebab segala sesuatu yang di ciptakan oleh Tuhan baik manusia, hewan maupun tumbuhan sama-sama berarti dihadapan Allah. 

Kita juga membawa kesadaran ekologis untuk membuka cakrawala berpikir dari manusia, bahwa sesama ciptaan mempunyai nilai dan makna yang sama dihadapan sang pencipta. Semoga dengan kesadaran ini mendorong kita sebagai manusia untuk terus menerus menjaga dan memelihara lingkungan agar tetap eksis dan memberi hidup bagi semua generasi penerus. (Red.pikiRindu)

Isi tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Penulis merupakan seminaris OSM Golo Bilas Karot Ruteng

Komunitas Tumbuh Bersenyawa Dapat Bantuan Laptop Melalui Komunitas Tunas Muda Manggarai

Foto bersama di komunitas Tumbuh Berseyawa (Sumber: dok. KTB)

Editor: Florida N. Kabut

Infosaja.pikiRindu - Komunitas Tunas Muda Manggarai (KTMM) menyerahkan bantuan laptop ke Komunitas Tumbuh Bersenyawa (KTB) di Ruteng (03/12/2022).

Keberadaan KTMM untuk menjalankan berbagai misi sosial, salah satunya yaitu pemberdayaan komunitas yang memiliki prinsip kolaborasi.

Komunitas - komunitas yang ada harus didukung, baik oleh sesama komunitas ataupun dari pemerintah, demikian penyampaian Ketua KTMM, Yanto Asman saat di komunitas Tumbuh Bersenyawa. 

"Kebetulan kita punya komunitas (KTMM), dan Menteri Kominfo Jhonny Gerald Plate ke Unika Santu Paulus Ruteng beberapa waktu yang lalu. Kita pun senang bahagia, karena Komunitas Tunas Muda Manggarai mendapatkan kesempatan untuk boleh menerima bantuan dalam bentuk laptop (dari Kemkominfo) untuk bisa membagikan ke komunitas lainnya," kata Yanto.

Ketua KTMM itu mengatakan dunia digital menjadi jantung terdepan. Maju dan mundurnya peradaban bergantung alur informasi, termasuk media sosial.

"Kalau media digital kita penuh dengan Hoax, caci maki, adu domba satu sama lain serta saling menjual satu satu sama lain atau benci terhadap sesama, yang pasti itu sebuah kebodohan. Kita sangat mengharapkan memanfaatkan kemajuan dunia digital dengan bijaksana, supaya menjadi wadah untuk membagi pesan-pesan positif yang bisa membantu mengembangkan minat bakat, talenta, maupun cara berpikir kita," katanya.

Baca Juga: Johnny Plate Sumbang Peralatan Olahraga Bagi OMK Pupung

Selanjutnya, Yanto juga menyampaikan bahwa bantuan untuk komunitas lainnya masih dalam proses survei dan seleksi.

"Karna ini bantuan pemerintah, jadi kita memang harus survei kegiatan apa saja yang mereka jalankan, sehingga bantuan laptop ini bisa bermanfaat. Hari ini kita sudah berada di Komunitas Tumbuh Bersenyawa, dan ternyata mereka juga bergerak di bidang UMKM," katanya.

Saat yang sama, Founder KTB, Elisabet Irma Nivianti Davidi mengatakan, biasa disapa kaka Irma, bahwa komunitasnya bergerak pada isu pendidikan dan perempuan.

"Sejauh ini lagi konsen ke isu pendidikan. Karena bergerak di pendidikan, maka untuk sementara saya perbantukan mahasiswa pendidikan untuk bisa menghidupkan rumah belajar ini. Mereka yang membantu saya mengelola rumah belajar tumbuh bersenyawa," kata Irma.

Baca Juga: Keluarga Berstatus ODGJ di Manggarai Timur Dapat Bantuan Yang Disalurkan Melalui JGP Club

"Awal terbentuknya (KTB) itu sekitar 20 orang. Ada juga mahasiswa yang saya rekrut selain anak-anak dari kompleks di sini untuk bergabung. Kami lebih banyak konsen ke peningkatan kemampuan belajar, dan ini sangat membantu saat pandemi," lanjutnya.

Kaka Irma juga merupakan salah satu akademisi di Unika Santu Paulus Ruteng. Dia sangat mengapresiasi Komunitas Tunas Muda Manggarai, yang telah peduli dengan teman-teman sesama komunitas.

"Saya sangat mengapresiasi sekali ada sesama komunitas mau saling peduli, Itu sudah langkah yang luar biasa. Kami merasa bahwa kalau kita saling peduli, itu sudah jadi awal yang baik," ungkapnya.

Lanjutnya, bantuan laptop sangat membantu KTB untuk pelaksanaan operasional kegiatan pembelajaran dan aktivitas lainnya di dalam komunitas.

Irma pun berharap, setiap komunitas bisa meningkatkan isu-isu kebaikan dan juga isu-isu pendidikan menjadi isu utama untuk mensejahterakan masyarakat. (Red.pikiRindu)

Tata Cara Minum Air, Perhatikan Hal Berikut

Foto air dalam gelas dan kristal air (Sumber: pixabay.com)

Memaknai Air Sebagai Sumber Kehidupan

Penulis: Ricardus Jundu, Editor: Florida N. Kabut

pikiRindu - Air menjadi kebutuhan pokok manusia.  Manusia tidak bisa hidup tanpa air. Banyak aktivitas manusia  memerlukan air.  

Sebagai contoh, untuk keperluan rumah tangga, industri, pertanian, peternakan, kesehatan, kebutuhan ibadah dan lain sebagainya.

Pada kesempatan ini, secara khusus membahas tentang air dan segala yang  berhubungan dengannya.

Sebelumnya, kita harus membedakan air mineral dan air yang biasa digunakan untuk keperluan medis atau laboratorium.

Air mineral merupakan air yang banyak mengandung berbagai mineral di dalamnya yang secara kimia berikatan dengan air. 

Baca Juga: #Part 01 Kimia Dasar || Sejarah Perkembangan Ilmu Kimia

Contoh air mineral; air yang kita pakai untuk minum menghilangkan dahaga atau air yang dipakai untuk menyiram bunga dan tanaman.

Air mineral yang layak untuk dikonsumsi adalah air mineral yang memenuhi standar kesehatan. 

Air yang sehat bisa diketahui dari beberapa ciri yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. 

Air tanpa mineral yang biasanya digunakan untuk keperluan laboratorium dinamakan akuades atau air suling. 

Dalam air suling tidak mengandung mineral dengan proses disuling. Air tersebut merupakan senyawa kimia sebagai hasil ikatan dua atom hidrogen  pada satu atom oksigen secara kimia.

Air Dalam Penelitian Sains di Jepang

Air memiliki keunikan yang membedakannya dari berbagai zat lain yang ada di planet ini. Salah satu keunikan air yaitu memiliki tiga wujud yaitu padat, cair, dan gas.

Secara kimia, air dibentuk oleh dua unsur yaitu unsur hidrogen dan oksigen. Senyawa air merupakan ikatan antara dua atom hidrogen pada satu atom oksigen.

Sebagian besar tubuh manusia mengandung air dan sebagian besar dari planet ini juga mengandung air.

Hal menarik yang ingin dibahas dari sisi sains kali ini yaitu mengenai kristal air. Penelitian tentang kristal air dilakukan di Jepang oleh seorang ahli bernama Masaru Emoto.

Hasil penelitiannya saat itu sungguh mengejutkan dunia sains. Penelitiannya tentang kristal air memberikan kesimpulan bahwa ketika air diberikan perlakuan dengan mengucapkan kalimat atau doa yang baik maka kristal airnya memiliki bentuk yang sangat indah.

Sumber: detikcom

Ketika air diberikan perlakuan dengan mengucapkan kalimat yang sifatnya negatif maka kristal airnya memiliki bentuk yang tidak seindah saat diberikan perlakuan dengan menucapkan hal yang sifatnya positif.

Hasil penelitian ahli dari Jepang itu menjadi penemuan dari keunikan air selain memiliki tiga wujud yang sudah disampaikan sebelumnya.

Baca Juga: Waspada Defisit Lingkungan

Air Dalam Pandangan Agama

Beberapa agama menggunakan air dalam proses menjalankan ibadahnya. Misalnya; air wudu dalam agama islam dan air berkat dalam agama katolik.

Dari penggunaannya, air menjadi kebutuhan rohani bagi pemeluk agama tertentu. Kalau di dalam ajaran katolik, air digunakan untuk ritus permandian bagi orang yang memilih untuk mengimani Kristus.

Air berkat menjadi air suci bagi umat katolik. Air memiliki arti sumber kehidupan dan pembaharuan. Air dimaknai sebagai sesuatu yang membersihkan.

Lalu, pertanyaannya begini, mengapa beberapa agama itu menggunakan air dalam proses ibadahnya? Dalam keyakinannya air adalah sesuatu yang suci.

Bagaimana air dihubungkan antara temuan sains oleh Masaru Emoto dan pandangan iman dalam agama?

Pandangan agama yang menghargai air sebagai sesuatu yang suci dengan makna sebagai sumber kehidupan, pembaharuan, dan pembersihan diri bisa berhubungan dengan kristal air yang memiliki bentuk yang indah.

Ucapan doa, cinta kasih, dan kebahagian yang tersampaikan dalam penggunaan air suci untuk proses ibadah sangat penting bila dimaknai secara reflektif setiap pribadi.

Dalam temuan Masuro Emoto yang disampaikan dalam ribuan seminar di seluruh penjuru dunia menegaskan bahwa kehidupan seperti air yang harus dipenuhi dengan cinta kasih.

Janganlah anggap remeh dengan air karena memiliki kekuatan dasyat yang luar biasa. 

Air bisa menjadi kekuatan yang mematikan, sebagai contoh peristiwa tsunami Aceh, banjir bandang, dan sebagainya.

Air yang dimaknai suci dalam pandangan agama dan simbol cinta kasih dalam pandangan Masuro Emoto menjadi bahan refleksi secara spritual dan saintis kebermaknaan air sebagai sumber kehidupan manusia.

Refleksi Pertemuan Sains dan Ajaran Agama

Sebagai refleksi bersama kita agar terus menjaga alam agar tetap memberikan air yang penuh berkat bagi kehidupan. 

Selain itu, ungkaplah doa, pengharapan, dan cinta kasih sebelum meminum air agar menjadi sumber kehidupan yang melahirkan aura postif dan kesehatan bagi tubuh dan kehidupan kita. 

Baca Juga: Cepat Atau Lambat Ada Potensi Besar di Mukun, Kabupaten Manggarai Timur

Biarkan itu menjadi tata cara kita sebelum mengkonsumsi air minum agar air yang meresap ke dalam tubuh kita menjadi sumber energi postif dalam kehidupan kita. 

Jadi, ketika anda merefleksikan tulisan ini dari awal dengan baik maka janganlah meminum air dalam kondisi marah karena air yang akan diminum itu tidak memberikan energi positif bagi tubuh kita. (Red.pikiRindu)

Penulis merupakan orang yang suka jalan-jalan di pedalaman Flores - NTT. Penulis juga penyuka karya sastra dan seni, pegiat usaha mikro yang bergerak di ekonomi kreatif-bisnis digital dengan nama usahanya Flores Corner (naiqu, cemilan santuy, dan JND desain), serta pengajar di Unika Santu Paulus Ruteng. Hasil tulisan penulis sudah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan online. 


Penyandang Disabilitas Memiliki Hak Yang Sama, Berikut Alasan Dan Sejarahnya

Foto penyandang disabilitas (Sumber:pixabay.com)

Penulis: Ricardus Jundu, Editor: Florida N. Kabut

Kreatif.pikiRindu - Setiap tahun pada tanggal 3 Desember, masyarakat internasional merayakan Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Tujuan peringatan ini sebagai bentuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas di segala bidang.

Hari Penyandang Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan itu sendiri bermula dari sejarah kelam penyandang disabilitas. Dulu mereka tidak mendapat pengakuan nasional dan internasional. 

Akhirnya, pada tahun 1970, Inggris mengesahkan Undang-Undang Penyakit Kronis dan Penyandang Cacat. Undang-undang ini berisi tentang pengakuan hak-hak penyandang disabilitas. Mulailah dengan memberikan bantuan sosial, perumahan, fasilitas rekreasi dan pendidikan yang setara.

Dari tahun 1983 hingga 1992, diadakan United Nations Decade of Disabled Persons yang memungkinkan pemerintah dan organisasi internasional mengambil langkah untuk meningkatkan aspek kehidupan penyandang disabilitas di seluruh dunia.

Baca Juga: Alasan Perempuan Desa Diperingati Khusus

Hal ini dilakukan untuk melindungi para penyandang disabilitas agar memiliki hak dan perhatian lebih dari masyarakat. Penyandang disabilitas juga harus diberikan dukungan penuh agar bisa dengan bahagia menjalani hidup.

Pada tanggal 14 Oktober 1992, Majelis Umum PBB 47/3 memproklamirkan Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Ketentuan ini bertujuan untuk memobilisasi dukungan terhadap isu-isu utama yang terkait dengan penyandang disabilitas dan untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu disabilitas.

Masyarakat masih banyak yang belum sepenuhnya menyadari bahwa penyandang disabilitas membutuhkan perhatian. Mereka malah cenderung untuk diperlakukan tidak adil dalam menjalani hidup.

Peran pemerintah menjadi poin penting dalam menjaga hak asasi manusia pada penyandang disabilitas. Pemerintah tidak boleh berdiam diri dan membiarkan penyandang disabilitas hanya meratapi nasibnya.

Pemerintah Bersama masyarakat seharusnya menerima mereka sebagai bagian dari keberagaman yang diciptakan Tuhan. Sebagai manusia, penyandang disabilitas juga ingin hidup normal selayaknya manusia normal.

Baca Juga: Rintis Usaha Mikro Setelah Lulus Sarjana Pendidikan Matematika

Dengan demikian, salah satu cara bagi kita untuk menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat adalah dengan memperhatikan pendidikannya agar para penyandang disabilitas juga bisa berkembang secara akademik dan keterampilan.

Pendidikan yang layak bagi para penyandang disabilitas dapat memberikan kontribusi yang besar bagi mereka agar bisa mandiri dan terampil dalam memenuhi kebutuhannya. Pemerintah dan masyarakat juga harus bisa menerima mereka sebagai orang yang mampu sesuai dengan keterampilan atau kemampuan yang dimilikinya.

Para penyandang disabilitas harus bisa merasakan bahwa mereka juga diterima dalam kehidupan sosial masyarakat. (Red.pikiRindu)

Favorit Pembaca





Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi