-->


Ricardus Jundu Dorong Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng Berwirausaha

Pemaparan materi seminar HMPS
Foto Ricardus Jundu sedang memberikan materi pada seminar ilmiah HMPS prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng (Foto: Panitia Bina Akrab)

pikiRindu- Tantangan dan peluang di era digital merupakan tema dari kegiatan seminar ilmiah dalam rangka bina akrab mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng tahun 2022. 

Dalam seminar ilmiah yang diselenggarakan himpunan mahasiswa program studi (HMPS) prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng, Ricardus Jundu menegaskan kepada para mahasiswa untuk memiliki jiwa enterpreneur.

Pengurus HMPS prodi Pendidikan Matematika mengundang Ricardus Jundu selaku moderator HMPS untuk menjadi pemateri berkaitan dengan tantangan dan peluang di era digital yang diselenggarakan pada hari senin, 24 Januari 2022.

Ricardus Jundu selain sebagai dosen di Unika Santu Paulus Ruteng, juga sekaligus pegiat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di waktu senggangnya. Nama UMKMnya yaitu eLapak Flores Corner yang bergerak di sektor penjualan produk online dan jasa desain berbasis digital.

Tantangan dan peluang di era digital sudah bukan hal baru lagi bagi kita. Ketergantungan hidup kita pada digital menunjukkan bahwa teknologi menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan kita.

Mahasiswa tidak boleh menutup diri pada perkembangan teknologi. Jangan sampai gagap teknologi karena berdampak pada sulitnya persaingan dengan orang lain yang sudah melek teknologi. 

Berkaitan dengan itu, Ricardus Jundu meminta kepada para mahasiswa Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng untuk mulai belajar digital.

Pada seminar ilmiah ini, Ricardus Jundu menjelaskan ada satu tantangan yang akan dihadapi di era digital yaitu berhubungan dengan gagap teknologi. Penguasaan teknologi yang standar saja juga menjadi tantangan tersendiri dan perlu dilatih secara terus-menerus untuk semakin terampil.

Gagap teknologi disebabkan karena adanya sikap masa bodoh karena beranggapan bahwa itu tak penting serta kurangnya rasa ingin tahu dari dalam diri mahasiswa. 

Suka ataupun tidak suka, kita tidak bisa lagi kembali ke belakang dan teknologi akan terus digunakan ke depannya.

Mahasiswa harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam penggunaan teknologi, dimana kemajuan teknologi digunakan secara bijak dan bukan untuk hal yang bersifat negatif. 

Salah satu penggunaan teknologi secara bijak bisa ditunjukkan dengan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan dan menjalani usaha.

Jika mahasiswa sudah menguasai teknologi digital maka mahasiswa juga memiliki peluang yang semakin besar untuk menjadi pribadi yang sukses. 

Ada banyak peluang yang bisa ditangkap mahasiswa sejak dini untuk menjadi pribadi yang mandiri secara finansial.

Dalam seminar ilmiah HMPS prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus ruteng, Ricardus Jundu menjelaskan juga tentang bagaimana menangkap peluang di era digital bagi mahasiswa.

Peluang di era digital bersumber dari permasalahan yang ada di sekitar kita, jelas Ricardus Jundu. Mahasiswa harus mampu untuk melihat permasalahan yang ada di sekitarnya untuk dijadikan peluang usaha.

Berkaitan dengan bagaimana melihat peluang maka mahasiswa harus meningkatkan dulu kemampuannya sesuai dengan kebutuhan abad 21 saat ini. 

Kemampuan itu antara lain yaitu berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikatif, dan kolaborasi.

Kemampuan abad 21 itu akan menjadi bekal dasar selain kemampuan di bidang teknologi. Untuk melihat peluang usaha dari lingkungan sekitar, mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menganalis persoalan apa yang paling berpeluang untuk menajdi usaha.

Berpikir kreatif akan membantu mahasiswa dalam menemukan dan memutuskan berbagai alternatif solusi kreatif yang menguntungkan dalam menyelesaikan masalah di lingkungan sekitar yang sudah ditemukan.

Kemampuan komunikatif menjadi penting ketika mahasiswa menjalani usaha. Dengan kemampuan komunikasi yang baik maka dalam berhubungan dengan mitra usaha akan semakin lebih baik.

Kemampuan kolaborasi akan membantu kita dalam proses perjalanan usaha karena suatu usaha tentunya membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak agar usaha itu berjalan dengan lancar.

Setelah menjelaskan kemampuan abad 21, ada tiga pertanyaan penting yang diutarakan oleh Ricardus Jundu kepada mahasiswa sebelum menjelaskan tentang peluang usaha antara lain, apa yang saya miliki, apa yang orang lain butuhkan, dan apa yang harus dibuat. 

Ketiga pertanyaan itu menjadi pertanyaan reflektif bagi para mahasiswa.


Ada beberapa sektor usaha yang bisa dijadikan peluang usaha kekinian yang memiliki tingkat ketergantungan pada teknologi sangat tinggi.

Beberapa sektor usaha yang punya peluang besar yaitu usaha di bidang pertanian, peternakan, industri kreatif, pendidikan, dan jasa. 

Usaha kekinian harus mengedepankan peran teknologi dalam pelaksanaannya. Peran teknologi bisa membantu mendekatkan pengusaha dan konsumen melalui sistem penjualan online.

Kenyataannya selama ini, potensi usaha dari berbagai sektor penting ini tidak dilirik oleh mahasiswa ataupun para alumni. Peluang besar usaha dalam berbagai sektor ini harus menjadi prioritas utama mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi.

Pemanfaatan peluang usaha ini tentunya harus didukung dengan sumber daya yang baik. Mahasiswa sejak dini dibekali berbagai ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan agar memiliki mental dalam berwirausaha serta pengetahuan yang cukup untuk digunakan di kemudian hari.


Sekarang usaha konvensional sudah kalah jauh dari usaha kekinian yang melibatkan peran teknologi di dalamnya. 

Sebagai contoh kasus, Ricardus Jundu menjelaskan bahwa sudah semakin banyak orang yang malas untuk pergi berbelanja ke pasar atau toko konvensional.

Persoalan itu menjadi peluang bagi mahasiswa karena kebanyakan orang lebih suka berbelanja secara online. 

Dengan demikian, mahasiswa bisa membuka usaha dengan menyediakan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan masyarakat itu dan menggunakan sistem pemasaran secara online.

Contoh kasus berikutnya yaitu ada banyak orang tua yang ingin anak-anaknya ikut berbagai macam kursus untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya maka mahasiswa bisa menangkap peluang itu dengan membuka tempat kursus, misalnya kursus matematika.

Setelah menjelaskan beberapa contoh kasus itu, Ricardus Jundu menegaskan bahwa dalam membangun sebuah usaha tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. 

Usaha membutuhkan beberapa tahapan penting seperti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan itu seperti siklus yang terus harus dijalani agar mencapai tujuan dari usaha itu sendiri.


Tiga langkah itu harus secara matang dipikirkan dalam menjalani usaha. Langkah perencanaan merupakan dasar karena akan menjadi penentu pada proses pelaksanaan usaha. 

Setiap pelaksanaan usaha harus direkam dengan baik sehingga bisa dijadikan kajian dalam evaluasi perjalanan usaha.

Membangun usaha memang tidak semanis berbagai macam teori-teorinya. Dalam praktiknya, suatu usaha tidak akan berjalan mulus karena begitu banyak persoalan yang dihadapai. Sebagai contoh masalah pandemi covid-19 yang melanda dunia.

Ada masalah yang bisa kita minimalisir dan ada masalah tertentu yang sulit kita kontrol sebagai pengusaha. Pandemi yang melanda dunia merupakan masalah yang menimbulkan lumpuhnya perekonomian secara global.

Persoalan seperti pandemi itu, satu-satunya cara untuk keluar dari persoalannya yaitu dengan beradaptasi dan berpikir lebih kreatif lagi dalam menjalani usaha agar tidak gulung tikar.


Mahasiswa harus bisa mengenal berbagai potensi yang ada di dalam dirinya sehingga bisa menjadi modal untuk masa depan. 

Setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi mahasiswa harus bisa menciptakan lapangan kerjanya sendiri. 

Perhatikan langkah awal yang baik dalam memulai usaha untuk meminimalisir kerugian. Usaha dengan perencanaan yang baik menunjukkan kematangan dari suatu usaha dalam mencapai tujuan.


Jika melamar kerja peluangnya kecil maka peluang yang paling besar adalah ciptakan pekerjaan itu. Tangkaplah segala peluang yang bisa dijadikan usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. 

Cara pandang bahwa kerja kantoran itu lebih baik dari pekerjaan lainnya harus dihilangkan dari pikiran kita.

Sebagai kata penutup, Ricardus Jundu mengatakan bahwa jangan tunggu esok untuk memulai, jika hari ini ada kesempatan.


@Red.pikiRindu

Related Posts

Favorit Pembaca




Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi