-->

Featured Posts


Keluarga Berstatus ODGJ di Manggarai Timur Dapat Bantuan Yang Disalurkan Melalui JGP Club

Foto: Tim JGP Club berada di lokasi kampung Ngusu

Editor: Ricardus Jundu

Infosaja.pikiRindu - JGP Club memberikan bantuan berupa sembako kepada salah satu keluarga yang suami dan istri berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di kampung Ngusu, desa Rana Mbeling, kecamatan Kota Komba Utara, kabupaten Manggarai Timur (27/11/2020).

Pasutri itu berinisial LJ dan BR yang menjadi pusat perhatian dari tim JGP club untuk berbagi kasih. Kehadiran tim JGP club sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dari Menkominfo, Jhonny G. Plate melalui tim JGP Club kepada penyandang disabilitas di kabupaten Manggarai Timur.

"Kami sangat senang karena dalam kondisi seperti ini, kami masih diperhatikan", ungkap anak dari LJ dan BR.

Kegembiraan anak dari pasutri itu nampak dari raut wajahnya yang menunjukkan rasa syukurnya atas uluran tangan kasih dari tim yang mengunjungi orang tuanya.

Baca Juga: Johnny Plate Sumbang Peralatan Olahraga Bagi OMK Pupung

Koordinator JGP Club wilayah Kota Komba dan Kota Komba Utara, Yohanes Jakri, M. Kes., mengatakan bahwa pemberian sembako ini sebagai bentuk kepedulian Bapak Johnny Gerald Plate melalui JGP Club kepada penyandang disabilitas terutama ODGJ.

"Saya dan para teman-teman Kordes sangat senang menjadi bagian dari JGP Club karena dapat menjadi penyalur sentuhan kasih dari Bapak Jhonny Gerald Plate untuk saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan. Saya berharap agar giat serupa tetap terus berjalan dengan menambah banyak sasaran dari penerima sentuhan kasih ini," ujar koordinator JGP Club.Editor: Ricardus Jundu

Di tempat itu, dia juga menyatakan bahwa dia sangat berterima kasih kepada Bapak Jhonny G. Plate yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap saudara-saudara yang membutuhkan.

Terpisah Kepala Desa, Samforianus Arifman, S.Pd mengaku sangat berterima kepada tim JGP Club yang sudah membantu warga ODGJ di Desa Rana Mbeling.

Baca Juga: Kepala Desa Liang Sola Apresiasi Kehadiran 13 Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus

"Atas nama pemerintah desa Rana Mbeling, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada tim dari Bapak Jhonny G. Plate dalam hal ini JGP Club, yang telah menggerakkan hati membantu masyarakat saya yang memang secara ekonomi sangat layak dan pantas untuk dibantu," tuturnya.

Sebagai informasi, turut hadir para Kordes se-kecamatan Kota Komba Utara dan anak kandung sasaran penerima bantuan saat tim JGP Club turun ke lapangan. (Red.pikiRindu)

Fasilitator Nasional Sekolah Penggerak Kunjungi SMAN 2 Lamba Leda

Foto bersama Kanisius Mandur, M.Pd. dengan guru penggerak SMAN 2 Lamba Leda

Editor: Ricardus Jundu

Infosaja.pikiRindu - Fasilitator Nasional sekolah penggerak, Kanisius Mandur, M.Pd., melaksanakan kunjungan lapangan ke salah satu sekolah penggerak tingkat SMA di wilayah Manggarai Timur, yaitu SMAN 2 Lamba Leda (10/11/2022).

Dalam kegiatan ini, Kanisius Mandur, yang sekaligus Dosen Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus ini, mengatakan bahwa SMAN 2 Lamba Leda merupakan salah satu penggerak yang berada pada kategori pendampingan intensif yang wajib dikunjungi. 

Kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung implementasi kurikulum merdeka di sekolah. 

Bukti implementasi kurikulum merdeka dapat dilihat pada kelengkapan dokumen kurikulum yang sesuai dengan panduan Kemendikbudristek. 

Baca Juga: Alasan Orang Tua Harus Berhenti Bertanya Juara Pada Anak

Dokumen tersebut berisi visi, misi, program kerja, dan pengorganisasian pembelajaran dan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kepala sekolah SMAN 2 Lamba Leda, Vinsensius Ngole, S. Pd., dalam sambutan menyatakan bahwa SMAN  2 Lamba Leda telah mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan cara mengadaptasi dan memodifikasi dokumen kurikulum yang telah disediakan Kemendikbudristek. 

Lanjut Vinsensius, "selain itupara guru juga telah memodifikasi modul ajar untuk masing-masing mata pelajaran yang siap diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Sementara modul projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) telah direncanakan dan dilaksanakan secara kolaboratif antara para guru dan siswa. Kegiatan P5 yang dilaksanakan oleh SMAN 2 Lamba Leda yaitu kearifan lokal, kewirausahaan, dan suara demokrasi."

Baca Juga: Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Membawa Pulang 5 Kejuaraan Perlombaan Tingkat FKIP

Selanjutnya, dalam kegiatan diskusi, Kanisius, selaku fasilitator sekolah penggerak untuk tingkat sekolah menengah atas angkatan 2 di Manggarai Timur menjelaskan bahwa implementasi kurikulum merdeka dapat dilihat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan P5. 

Panduan kegiatan pembelajarannya yaitu modul ajar dan kegiatan P5 sebagai modul projek. Hal yang wajib ada dalam modul ajar antara lain; tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian. 

Sedangkan dalam modul projek yaitu tujuan projek yang berisi dimensi profil pelajar pancasila yang harus dimunculkan dalam kegiatan projek, tahapan kegiatan projek, dan penilain yang mengukur keberhasilan kegiatan projek tersebut.

Pada akhir kegiatan diskusi, para guru mengharapkan pendampingan implementasi kurikulum merdeka terus ditingkatkan.

Hal ini disampaikan para guru agar satuan pendidikan merencanakan dan melaksanakan kurikulum merdeka sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek. (Red.pikiRindu)

Puisi Kritik Sosial: Jelang Masa Berlalu

Foto Ricardus Jundu (Sumber: Dokumen pribadi)

Kumpulan Puisi Kritik Sosial, Karya: Ricard Jundu


 Penguasa Keadilan

Waktu terus berlalu pergi

Duka menyelimuti malam

Berlanjut hingga pagi

Setiap detik terasa kelam

Dalam ketidakadilan

Dimanakah keadilan?

Hati luka

Bertumpuk duka

Tanpa keadilan

Jeritan suara kesedihan

Mencuat begitu deras

Terlepas dari mulut-mulut 

Tanpa kekuasaan

Sungguh terdengar jelas

Hukum pura-pura tuli

Tak peduli berkali-kali

Dimanakah keadilan?

Bagi kaum tanpa kekuasaan

Teriakan kebenaran

Hanyalah teori belaka

Untuk rakyat jelata

Bukan untuk orang bertahta

Baca Juga: Kumpulan Puisi Kritik Sosial || Ricard Jundu

Membeli Kesembuhan

Rakyat yang malang

Beban bagi kekuasaan

Hidupmu  selalu terbelakang

Sampai kapan demikian?


Mati pun meninggalkan beban

Uangmu tak cukup untuk kesembuhan

Deritamu selalu menjadi permasalahan

Dalam lingkaran kekuasaan


Cukup sudah kau berteriak

Merengek bagai bayi kelaparan

Kekuasaan tak sanggup lagi mengurusmu

Seharusnya kau sadari itu


Rakyat yang malang

Kau dilarang sakit

Sehat milik orang berharta gemilang

Kau harus sehat walau makan sedikit

Baca Juga: Perahu Kecil Wanitaku; Puisi Ricardus Jundu

Jalan Rakyat

Lagu simponi rindu

Dalam gelap tetap merdu

Dini hari, waktunya pelan berlalu

Ditemani angin dingin yang malu


Dini hari, gelap, dan dingin

Bus kayu melaju tanpa henti

Jalannya lambat dan pasti

Hanya jalannya yang tak pasti


Jalan rakyat memang begitu

Kadang baik

Kadang berlubang

Kadang tanpa polesan


Begitulah Jalan rakyat

Setiap hari dilintasi masyarakat

Tetap tersenyum walau hati tersayat

Terluka oleh janji manis yang kumat


Setiap lima tahun kembali menipu

Suaranya mengaum tanpa ragu

Selepasnya, lalu berlalu

Seiring jalan janji jadi kelabu


Begitulah nasib rakyat

Hidup melarat

Jalanannya pun sekarat

Menunggu Tuhan dalam berkat

Baca Juga: Senja di Pelataran Kota Gudek

Cahaya Pelita

Di bawah lereng bukit

Malam menampakkan kesunyian

Cahaya-cahaya redup berjejer rapi 

Temani bintang, hiasi gelapnya langit


Jangkrik menyanyikan lagu sendu

Begitu terus sampai malam berlalu

Bersama cahaya kunang-kunang

Berkedip seirama dalam rasa senang


Cahaya pelita

Jadi saksi janji manis pemulung suara

Cahaya pelita

Bersuara dalam redup tanpa arah


Terang hanyalah kerinduan

Dalam tidur malam pemimpi

Cahaya yang redup, tegak berdiri sendiri

Temani pemimpi yang lagi terlelap

(Red.pikiRindu)


Penulis merupakan orang yang suka jalan-jalan di pedalaman Flores - NTT. Penulis juga penyuka karya sastra dan seni, pegiat usaha mikro yang bergerak di ekonomi kreatif-bisnis digital dengan nama usahanya Flores Corner (naiqu, cemilan santuy, dan JND desain), serta pengajar di Unika Santu Paulus Ruteng. Hasil tulisan penulis sudah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan online. 

Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Membawa Pulang 5 Kejuaraan Perlombaan Tingkat FKIP

Foto mahasiswa sedang membawakan tarian kreasi ( Sumber: Panitia)

Penulis: Ricardus Jundu, Editor: Florida N. Kabut

Infosaja.pikiRindu - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika Santu Paulus Ruteng mengadakan berbagai perlombaan tingkat fakultas dan mahasiswa prodi pendidikan matematika mengantongi 5 juara (20/11/2022).

Mahasiswa di tingkat fakultas FKIP Unika Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan berbagai kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati hari guru.

Berbagai perlombaan itu dibuat untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dan sebagai pendorong motivasi bagi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang unggul.

Dari berbagai perlombaan yang diselenggarakan tersebut, mahasiswa prodi pendidikan matematika mengantongi 5 kejuaraan.

Baca Juga: Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Ikut Berbagai Perlombaan

Foto mahasiswa sedang membawakan puisi berantai ( Sumber: Panitia)

Kejuaraan yang dimenangkan oleh mahasiswa prodi pendidikan matematika yaitu tarian kreasi, torok, puisi berantai, monolog, dan debat.

Hasil perolehan dari berbagai perlombaan itu yaitu tarian kreasi meraih juara 1, torok meraih juara 1, puisi berantai meraih juara 1, monolog meraih juara 1, dan debat meraih juara 3.

Pencapaian itu tentunya tidak hadir dengan sendirinya di dalam diri mahasiswa. Hasil itu karena ada usaha dan perjuangan dari setiap mahasiswa yang terlibat di dalamnya.

Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku ketua prodi pendidikan matematika, mengatakan bahwa usaha dan perjuangan mahasiswa itu juga didukung oleh prodi dalam mengembangkan keterampilan mahasiswa pendidikan matematika.

"Saya berharap mahasiswa pendidikan matematika selain memiliki kemampuan akademik yang baik di bidang matematika juga memiliki keterampilan lebih sebagai bekal nanyinya ketika sudah tamat, jelas Romo Emil.

"Selain itu, prodi juga mendukung berbagai pengembangan keterampilan mahasiswa dalam berbagai bidang seperti olahraga, paduan suara, tari, dan masih banyak lagi sebagai keunggulan belajar dan bergabung di prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng. Saya bangga sekali dengan perolehan prestasi mahasiswa dalam kompetisi di berbagai perlombaan itu," sambung Romo Emil.

Berbagai kegiatan kemahasiswaan di tingkat prodi di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) prodi Pendidikan Matematika.

Baca Juga: Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Selenggarakan Kegiatan KNMIPA

HMPS dibawah kontrol moderatornya yaitu ibu Lana Sugiarti, M.Pd., sangat mendukung berbagai program kegiatan HMPS terutama yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan mahasiswa.

Ibu Lana juga sangat senang dan bangga atas pencapaian yang telah diperoleh mahasiswa.

Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menjadi salah satu prodi unggulan yang diharapkan bisa mencetak pribadi - pribadi unggul dengan kemampuan lebih.

Selain bisa menjadi guru matematika, mahasiswa juga dibentuk agar bisa menjadi peneliti dan berwirausaha. (Red.pikiRindu)

Palang Merah Indonesia Kabupaten Manggarai Selenggarakan Kegiatan Orientasi Pembina PMR

Foto bersama fasilitator, panitia, dan peserta (Sumber: Panitia)

Penulis: Elisabeth Irma N. Davidi, Editor: Ricardus Jundu

Infosaja.pikiRindu - Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Manggarai menyelenggarakan kegiatan orientasi pembina PMR tingkat madya dan wira (19/11/2022).

Kegiatan orientasi pembina Palang Merah Remaja tingkat madya dan wira berlangsung selama dua hari, pada 18-19 November 2022 dan dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Manggarai.

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 19 orang Pembina PMR dari bebebrapa sekolah jenjang SMP dan SMA di wilayah kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggarai.

Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Manggarai secara khusus menyelenggarakan kegiatan ini  sebagai bekal bagi pembina PMR dalam melaksanakan tugasnya dengan maksimal.

PMR menjadi wadah pembinaan anggota remaja PMI. Kegiatan pelatihan dan aplikasi TRI Bhakti PMR yang dapat mencetak anggota-anggota PMR yang berkarakter positif dan mencerminkan jiwa kepalangmerahan. 

Anggota PMR merupakan salah satu ujung tombak kegiatan dan pelayanan kepalangmerahan PMI di kabupaten Manggarai.

Dalam memberikan pelayanan yang maksimal dan bermutu baik, anggota PMR harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pelayanan tersebut. 

Foto latihan pertolongan pertama oleh peserta (Sumber: Panitia)

Dalam memaksimalkan pelayanan PMI kabupaten Manggarai maka diperlukan proses rekruitmen, pelatihan , dan pembinaan anggota PMR. 

Elisabeth Irma N. Davidi, selaku ketua panitia kegiatan sekaligus sebagai pengurus PMI Kabupaten Manggarai bidang PMR dan Relawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah upaya pihak PMI Kabupaten Manggarai untuk menggiatkan kembali unit-unit PMR di sekolah yang sempat ‘mati suri’ selama pandemi Covid-19 kali lalu.

Baca Juga: Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Ikut Berbagai Perlombaan

“Kegiatan ini adalah upaya revitalisasi unit-unit PMR sekolah, baik jenjang Madya (SMP) maupun jenjang Wira (SMA) untuk kembali terlibat aktif dalam berbagai program PMR dan mengimplementasikan TRI Bhakti PMR bagi lingkungan sekitarnya. Diharapkan setelah kegiatan ini, para pembina PMR yang telah mengikuti kegiatan orientasi, semakin aktif merancang dan mengimplementasikan program-program pada unit PMR sekolahnya masing-masing”, jelas Davidi.

Kegiatan Orientasi Pembina PMR kali ini didampingi oleh beberapa fasilitator  terlatih dari PMI Kabupaten Manggarai dengan beragam materi kepalangmerahan dan ragam teknik pelatihan yang digunakan.

Pelatihan ini memungkinkan para peserta orientasi mendapatkan pemahaman dan keterampilan kepalangmerahan yang memadai. 

“Orientasi merupakan bentuk pengakuan Organisasi PMI kepada semua pihak yang mendarmabaktikan karyanya untuk kemanusiaan, secara khusus Para Pembina PMR yang sudah mengikuti kegiatan selama 2 hari ini. Mereka mengkuti kegiatan ini dengan semangat. Beberapa harapan muncul dari mereka untuk mengembangkan dan memajukan PMR di masing-masing sekolah dan ini hal yang baik, karena kita mengharapkan peran mereka terutama dalam mengedukasi nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anak PMR baik di SD, SMP, dan SMA/K”, tegas Tommy Hikmat,  selaku salah satu fasilitator pada kegiatan orientasi ini. 

Salah satu peserta orientasi  dari SMK St. Petrus Ruteng, Ibu Maria K.D Sambang, memberikan testimoni positif  terhadap kegiatan orientasi ini. 

“Saya senang sekali dilibatkan dalam kegaiatan yang diselenggarakan PMI Kabupaten Manggarai, yang memungkinkan kami untuk difasilitasi dalam kegiatan Orientasi Pembina PMR kali ini, sehingga kami mampu memahami dan mengetahui tentang materi kepalangmerahan dan PMR. Semoga setelah kegiatan ini kami dapat semakin  paham dan terampil dalam membimbing dan mendampingi siswa/i anggota PMR kami di sekolah, dan terlibat aktif dalam berbagai TRI Bhakti PMR yang bermanfaat bagi siswa/i kami dan masyarakat sekitar," jelas Sambang.

Baca Juga: Guru MGMP Mata Pelajaran PPKN SMPN 6 Cibal Gelar Sosialisasi Anti Bullying

Kegiatan orientasi pembina PMR ini turut dibuka dan ditutup secara resmi oleh ketua PMI Kabupaten Manggarai, bapak Roni Kaunang.

Pada kesempatan itu, bapak Rony memberikan penegasan bahwa kegiatan ini menjadi starting point yang optimal untuk kembali menghidupkan PMR-PMR di sekolah-sekolah dan turut menyuksukseskan berbagai program-program kepalangmerahan di tingkat PMI Kabupaten Manggarai khususnya dan PMI tingkat Nasional pada umumnya. (Red.pikiRindu)

Favorit Pembaca




Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi