-->

Featured Posts

Eksistensi BBM Sebagai Pemicu Masalah dalam Masyarakat

Foto: Paulus O. P. Hansen

Eksistensi BBM Sebagai Pemicu Masalah dalam Masyarakat

Paulus Ola Putra Hansen

* Seminari Scalabrinian Ruteng

Pikiran.pikiRindu- Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi  masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan penggunaan mesin berbahan bakar minyak untuk membantu melancarkan berbagai aktifitasnya sehari-hari. 

Contoh konkrit, sopir pasti membutuhkan bensin ataupun solar untuk menjalankan kendaraannya. Contoh lainnya, petani membutuhkan traktor untuk membajak sawah.

Sebagai konsumen, masyarakat berharap bahwa harga BBM tetaplah stabil. Artinya, bisa dijangkau oleh siapa pun. 

Kenaikan BBM  yang tengah terjadi di Indonesia merupakan masalah serius. Kebijakan pemerintah terkait masalah ini adalah bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat.

DPR sebagai lembaga legislatif belum mampu memberikan titik terang. Dalam aksi demo oleh mahasiswa di depan gedung DPRD NTT pada Senin, 12 September 2022 menunjukkan sikap apatis dari DPR sebagai aspirator rakyat. Sebagai penyalur aspirasi rakyat mereka belum merespon secara cepat terkait keresahan yang dialami masyarakat. 

Hal ini dilihat dari kekecewaan para mahasiswa, setelah melakukan pertemuan singkat bersama Setwan DPRD NTT. Beliau  mengatakan bahwa pimpinan dan anggota DPR sedang melakukan riset  ke daerah serta tidak memiliki agenda untuk menerima aspirasi. 

Aksi para mahasiswa merupakan suatu bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai sangat merugikan masyarakat. Masyarakat berharap bahwa DPR bukan hanya berdiam diri di atas jabatannya tetapi harus ada tekad untuk membawa masyarakat menuju kesejahteraan hidup.

Bagaimana dampaknya bagi masyarakat?

Lahir dan Berkembangnya Kaum Kapitalis 

Bagi masyarakat kelas menengah ke bawah kenaikan harga BBM adalah masalah yang sangat serius. Sebaliknya, bagi masyarakat kelas atas hal ini menjadi ajang menginvestasikan modal. Dampak yang dirasakan oleh kedua belah pihak di atas akan melahirkan sistem koloni baru atau yang sering disebut sebagai sistem pembagian kelas sosial antara kaum borjuis dengan proletar.

Ketidakmampuan masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan BBM akan dimanfaatkan secara sempurna oleh pemilik modal untuk meminjamkannya dengan standar bunga yang tinggi.  Karena dituntut oleh kebutuhan masyarakat pada akhirnya menyepakati negosiasi tersebut. Hasil dari interaksi ini adalah yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin melarat. 

Meningkatnya Kasus Kejahatan

Ekonomi yang rendah berhadapan dengan kebutuhan yang tinggi memantik manusia untuk menghalalkan segala cara. Masyarakat akan kehilangan moralitas publik karena didesak oleh kebutuhan hidup yang variatif. Dari kebijakan ini, kasus-kasus kriminalitas seperti: begal, pencurian, prostitusi online dan aksi kejahatan lainnya akan meningkat. Hal ini juga akan menambah beban kerja pemerintah karena pra kebijakan kenaikan harga BBM kasus-kasus di atas masih saja mewarnai kehidupan masyarakat.

Kebijakan terkait kenaikan harga BBM adalah suatu kebijakan yang sulit diterima masyarakat terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini dipicu oleh krisis ekonomi yang dialami masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, pemerintah sebagai stakeholder harus mempertimbangkan kebijakan secara akurat agar berdampak positif bagi masyarakat.

Terkait meningkatnya harga BBM pemerintah harus memerhatikan keadaan masyarakat kecil. 

Sebagai konsumen tulisan ini juga mengajak  pembaca untuk mulai mempraktekkan  sikap hidup yang hemat. Hidup hemat bisa membantu masyarakat untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan lain  selain BBM. Selain itu, masyarakat juga bisa hidup dalam skala prioritas karena pandangannya semakin terbuka lebar untuk mencari cara terhadap masalah kehidupannya.


Penulis adalah siswa di Seminari Scalabrinian Ruteng.

Isi dalam tulisan menjadi tanggung jawab penulis.

@Red.pikiRindu

Implementasikan Kurikulum MBKM, 32 Dosen PGSD Unika Ruteng Ikut Workshop Kurikulum

Foto: Dosen PGSD ikut workshop kurikulum MBKM (Sumber: Selvianus Hadun)

32 Dosen PGSD Mengikuti Workshop Pengmbangan Kurikulum MBKM

Infosaja.pikiRindu- Sebanyak 32 orang dosen jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKA Santu Paulus Ruteng mengikuti workshop yang bertajuk pada pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Jumat, (16-19/2022) sampai Sabtu, (17/9/2022) di GUB 209. 

Mikael Nardi, selaku ketua prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng, dalam sambutannya mengatakan bahwa adapun alasan yang melatarbelakangi kegiatan workshop ini adalah kita telah dan sedang memberlakukan kurikulum MBKM. Oleh sebab itu, kita perlu berbagai pedoman implementasi KMBKM. 

“Kita telah dan sedang memberlakukan kurikulum MBKM. Oleh sebab itu maka kita perlu berbagai pedoman untuk mengimplementasikan MBKM pada level prodi terutama kegiatan MBKM yang menggunakan model struktur form pada semester enam dan tujuh,” jelas Mikael Nardi. 

Ketua Prodi PGSD juga menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan itu dalam rangka menghasilkan MBKM pada level prodi. “Target pencapain dari kegiatan ini agar Dosen PGSD memahami kurikulum MBKM PGSD. Selain itu prodi PGSD mampu menghasilkan pedoman-pedoman implementasi MBKM,” ungkap Mikael Nardi. 

Sementara itu Marselinus Robe, sekretaris Jurusan PGSD mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi prodi khususnya para dosen PGSD. Kurikulum kita harus sesuai tuntutan zaman dan sesuai dengan kenyataan di lapangan. 

“kita ibarat sebagai penjual di dunia pemasaran prodak. Jikalau kita menjual prodak yang tidak sesuai dengan tuntutan pelanggan maka prodak kita tidak akan terjual. Sama seperti mahasiswa yang belajar di jurusan kita. Kita harus mampu mempersiapkan mereka sebagai prodak yang unggul. Mempersiapkan calon guru yang dapat langsung bekerja di lapanagn. Mempersiapkan calon guru yang siap terserap di dunia kerja” lanjut Marselinus.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unika Ruteng Gelar Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic 

Marselinus juga mengatakan bahwa Dosen PGSD perlu mengikut perkembangan kurikulum yang berlaku pada saat ini. Jika kita tidak ikut perkembangan dan tuntutan di dunia kerja maka lulusan kita tidak akan terpakai di lapangan kerja. 

“Ibarat jika Designer busana mendesain tidak sesuai dengan trend dan keinginan pelanggan maka busana itu tidak akan laku di pasaran. Begitu juga dengan kurikulum di program studi. Kita harus menggunakan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan yang ada sekarang ini” tutup Marselinus. 

Kegiatan Workshop itu dihadiri oleh Dr. I Gede Margunayasa, S.Pd..,M.Pd. yang akrab disapa Dr. Marguna. Beliau merupakan salah satu Dosen di Kampus Undiksha Bali. Dr. Marguna hadir sebagai naras umber dalam kegiatan workshop itu. 

Dalam pemamparan materinya menegaskan arti penting kurikulum MBKM dalam konteks pengembangan kurikulum secara berkelanjutan. “Kegiatan ini sangat membantu proses pengembangan potensi berkelanjutan dari para Dosen dalam bidang kurikulum. Dosen-dosen harus lebih meningkatkan lagi kemampuan menyusun kurikulum dalam pengembangan dirinya demi masa depan diri dan masa depan prodi dan tentunya masa depan kampus. Prodi yang baik adalah prodi yang mampu mengahsilkan output yang cepat terserap di dunia kerja” Ungkap Dr. Marguna. 


Contributor: Selvianus Hadun

@red.pikiRindu

Tingkatkan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unika Ruteng Gelar Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic

Foto: Rektor Unika Santu Paulus Ruteng lagi memberikan sambutannya (sumber foto: Ricardus Jundu)

Infosaja.pikiRindu– Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng mengadakan Workshop dan Coaching Clinic Proposal Penelitian & PKM Hibah DRPM Pembiayaan Tahun 2022. 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring dan daring (16 September 2022). Kegiatan ini dilaksanakan di GUT lantai 5 Unika Ruteng. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai hari ini, 16 sampai 19 September 2022.  

Baca Juga: 386 Mahasiswa PGSD FKIP Unika Ruteng Mengikuti Pembekalan Magang II

Narasumber kegiatan Workshop dan Coaching Clinic ini adalah adalah Prof. Dr. Ir. Didik Sulistyanto, Sc., Agr. Para peserta kegiatan hadir secara offline sedangkan nara sumber menyajikan materinya secara online melalui platform media zoom meeting. 

Nara sumber dalam kegiatan ini memiliki reputasi yang sangat baik dalam hal hibah penelitian, PKM dan Maching Fund, baik nasional maupun internasional. Bahkan, narasumber yang diundang ini sudah sering memenangi hibah dengan dana hibah tertinggi yang pernah diraih sebesar 3 miliar rupiah.

Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic yang dilaksanakan ini merupakan program kegiatan yang didanai dari hibah PKKM.

Baca Juga: Unika Santu Paulus Ruteng Persiapkan Peran Mahasiswa Dalam Hidup Bersama Masyarakat

Rangkaian acara dalam kegiatan pembukaan dimulai dengan laporan ketua palaksana dan dilanjutkan dengan sambutan Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes S. Lon, M.A yang secara resmi mambuka kegiatannya.

Dr. Maximus Tamur, M.Pd., sebagai ketua pelaksana dan Koordinator ISS-MBKM, menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memfasilitasi para dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng untuk merancang tema penelitian dan PkM yang relevan dengan kebutuhan mitra baik di Satuan Pendidikan, Lembaga Pemerintahan, maupun masyarakat. 

Selain itu, kata Dr. Max bahwa kegiatan ini membantu dosen dan mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng untuk merancang Proposal Penelitian dan PkM yang dapat diikutkan pada Hibah Kemendikbud, meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi mahasiswa pada jurnal bereputasi; dan Mempersiapkan para dosen untuk menjadi fasilitator dalam Aktivitas Merdeka Belajar-Kampus Merdeka khususnya terkait Penelitian dan PkM yang berkolaborasi dengan mahasiswa.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes S. Lon, M.A, menginstruksikan kepada para dosen untuk memanfaatkan keilmuan nara sumber, dan jadikan forum ini sebagai ajang bertanya berkaitan dengan penyusunan proposal penelitian dan PkM sehingga berpotensi memenangi hibah dari kementerian. 

“Pada saat kampus kami berada di kluster binaan, banyak dosen-dosen kami yang memenangi hibah dari skema dosen pemula, namun pada saat kluster kami menjadi madya, kami kesulitan menangi hibah dalam 2 tahun terkahir," jelas Prof. John.

Selanjutnya dalam pemaparan materi, Prof Dr. Didik Sulistyanto, memulai dengan menyampaikan pengelompokan Kluster Perguruan Tinggi yaitu kelompok mandiri, kelompok utama, kelompok madya kelompok binaan.

Selanjutnya, Prof. Didik memaparkan materi terkait langkah - langkah yang tepat dalam menyusun proposal sehingga bisa menang hibah kemendikbud. 

Baca Juga: Mahasiswa Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Adu Argumen

Pelaksanaan kegiatan ini sungguh memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para peserta kegiatan. Hal ini dilihat pada saat diskusi dan tanya jawab, dimana peserta antusias untuk mencari tahu tentang berbagai hal yang berkaitan dengan proposal. 

Rencana kegiatan di hari kedua dan ketiga yaitu bedah proposal dosen yang telah dikirim ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katoli Indonesia Santu Paulus Ruteng. Bedah proposal ini sebagai bentuk melatih dan menemukan kekurangan proposal untuk diperbaiki sehingga bisa diajukan untuk mengikuti hibah.


@red.pikiRindu

Perahu Kecil Wanitaku; Puisi Ricardus Jundu

Sumber foto: naiqu collection

Lautan lepas menjadi tantangan

Ombak pun berdatangan

Menerpa perahu kecil kecoklatan

Sampai dayung seakan tak mampu menahan


Riak suara angin terus menggempur rasa sang wanita

Karyanya itu dipandang sebelah mata

Katanya, itu tak berguna hanya menambah lelah raganya

Waktunya terbuang, lalu menyulut raganya yang tak berdaya


Katanya lagi, perahu kecil wanita itu tak akan sanggup berlabuh

Dia hanyalah wanita penuh dengan lesu

Wanita tak berguna yang terus bertahan di atas perahu

Bertarung dan terus berjuang sampai sulit melaju


Keringatnya terus menetes membasahi kulit kusam

Lautan lepas terus menabrak perahu kecilnya tanpa bosan

Hidupnya terasa kejam

Tapi harus tetap bertahan walau tanpa kepastian


Harapan selalu ada

Dalam jiwa yang percaya

Bahwa hidup bukan tentang hasilnya saja

Juga tentang proses dalam karya


Sampai nanti, di sini

Lukisan tinta emas menanti

Menunggu proses itu usai

Dalam sejuta prestasi.


Ruteng, Mei 2022

Karya: Ricardus Jundu


@red.pikiRindu

386 Mahasiswa PGSD FKIP Unika Ruteng Mengikuti Pembekalan Magang II

Sumber foto: panitia magang II PGSD Unika Santu Paulus Ruteng

Infosaja.pikiRindu– 386 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKA Santo Paulus Ruteng mengikuti pembekalan magang II di Aula Missio, Jumat, 9 September 2022

Ketua panitia Magang II, Dr. Sabina Ndiung, M. Pd. dalam sambutannya mengapresiasi  semua peserta Magang II yang dengan semangat mengikuti kegiatan itu. Semangat berkoordinasi dan berkolaborasi demi terwujudnya Magang II.

Sabina Ndiung juga Mengapresiasi orangtua mahasiswa yg tetap setia mendukung anaknya sampai sekarang. 

"Saya percaya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari orangtua semua perserta Magang II ini tidak dapat dijalankan" kata Dr. Sabina Ndiung. 

Dr. Sabina mengatakan bahwa Kegiatan magang merupakan bentuk pengenalan mahasiswa terhadap sekolah baik menyangkut ekosistem, suasana akademik maupun budaya yang dibangun yang lakukan secara berjenjang. 

Foto mahasiswa PGSD mengikuti pembekalan magang II

"Kegiatan magang II merupakan lanjutan dari program magang I yang berorientasi pada kemampuan merencanakan, melaknsakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara berkelanjutan yang berorientasi pada murid" tegas Dr. Sabina.

Dr. Sabina juga menyampaikan bahwa tujuan dari Magang II adalah untuk meningkatkan kompetensi-kompetensi keguruan yaitu professional, pedagogik, personal, dan sosial sebagai calon guru SD.

Baca Juga: Kepala Desa Liang Sola Apresiasi Kehadiran 13 Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng

"Adapun harapan nya bahwa melalui kegiatan magang II mahasiswa mampu memiliki kompetensi-kompetensi keguruan dengan  adaptasi pada perubahan kurikulum dan teknologi sesuai dengan tuntutan Pendidikan abad 21 dan memiliki nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, bergotong rayong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif untuk mewujudkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang kedepannya sebagai modal dalam melaksanakan tugas guru sesungguhnya di masa depan" Lanjut Dr. Sabina. 

Dr. Sabina Ndiung menyampaikan bahwa peserta Magang II itu sebanyak 386 orang terdiri dari dua angkatan yakni angkatan 2019 dan 2020.

Informasinya, 386 peserta magang itu akan tersebar di tiga kabupaten yakni kabupaten Manggarai, kabupaten Manggarai Timur, dan kabupaten Manggarai Barat. 

Sementara itu, Ketua Prodi PGSD, FKIP, UNIKA Ruteng,  Mikael Nardi mengatakan bahwa Magang II merupakan suatu tahap penting bagi mahasiswa PGSD dalam mempersiapkan diri sebagai seorang Guru SD. 

Mikael Nardi berharap agar peserta Magang II benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius agar apa yang diperoleh selama kegiatan pembekalan menjadi bekal anda di sekolah tempat Magang nantinya. 

"Apa yang menjadi substansi dari kegiatan magang  II ini betul-betul diterapkan di tempat magang anda. Oleh karena itu pembekalan menjadi sesuatu hal yang penting untuk kita semua agar kita memiliki kesiapan" Kata Mikael Nardi.  

Baca Juga: Mahasiswa Harus Kreatif Membangun Usaha Kreatif Berbasis Digital

Lebih lanjut Mikael Nardi menyampaikan bahwa Anda ke tempat Magang II harus dengan penuh kesadaran untuk kuliah, untuk belajar. Anda dituntut untuk masuk sekolah, masuk kelas tepat waktu sebagaimana anda dituntut untuk mengikuti perkuliahan tepat waktu. 

Mahasiswa yang mengikuti magang II tentu mendapatkan momen berharga untuk mengenal lebih jauh visi, misi, dan mimpi-mimpi Prodi PGSD, FKIP UNIKA Santo Paulus Ruteng dalam mendidik generasi muda Indonesia yang terbuka, demokratis, manusiawi dan berwawasan ekologis" tutup Mikael Nardi.


Kontributor: Selvianus Hadun


@red.pikiRindu

PROMOSI

Favorit Pembaca




Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Sitemap