-->


Sang Ibu Yang Rela Tinggalkan Surga

Foto perarakan patung Bunda Maria di wilayah Betania (Latar langit hasil editan)
Penulis: Ricardus Jundu   Editor: Florida N. Kabut

Kreatif.pikiRindu - Seorang Ibu yang mengenakan pakaian berwarna biru keabu-abuan yang dihiasi oleh selendang khas Manggarai menjadi sorotan banyak mata.

Dalam jadwal, Ibu itu mengunjungi banyak orang di sebuah wilayah yang namanya wilayah Betania (17 Oktober 2022).

Tentunya itu bukan kunjungan politik menjelang akhir tahun politik. Itu murni kunjungan rohani yang memberikan arti dan makna terdalam.

Bagaimana bisa seorang Ibu menjadi sorotan banyak orang? Hal ini secara teologis dijelaskan karena kehidupan iman sang Ibu. Sang Ibu yang dimaksudkan penulis adalah Bunda Maria yang diimani gereja katolik.

Dengan kesederhanaan Ibu itu memberikan contoh kepada banyak mata yang memandangnya. Hidup bukan tentang jasmani saja tetapi juga rohani.

Kisah iman sang Ibu sungguh menjadi teladan bagi manusia lainnya. Dia layak menjadi panutan karena pengalaman imanNya.

Penyambutan sang ibu dilakukan dengan acara resmi yaitu secara adat Manggarai. Penyambutan secara adat menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai menyambutnya sebagai pribadi yang dihormati.

Dari sisi lain, penulis melihat sederetan orang yang lagi memegang Rosario di tangannya sambil mengucapkan doa "Salam Maria." Itu penyambutan secara rohani.

Baca Juga: Jelang Natal 2021, Alasan Maria Kunjungi Elisabet Barulah Terkuak

Setelah acara penyambutan adat, sang Ibu diarak melewati sebagian wilayah Betania sambil mengucapkan doa Salam Maria.

Di tengah perjalanan hujan lebat pun turun membasahi bumi sampai tak ada yang kering. Semuanya basah. 

Rasa cinta sang Ibu menguatkan banyak orang untuk bertahan melanjutkan perjalanan sampai tempat tujuan. 

Peristiwa ini, penulis rasakan sebagai pengalaman iman. Di mana, sang Ibu rela mengunjungi orang-orang yang dikasihiNya. Bermakna cinta yang tulus. 

Di sisi lain, penulis juga melihat bahwa ada beberapa hal baik karena peristiwa hari ini. 

Pertama, peristiwa iman karena Bunda Maria sangat dekat dengan umat.

Kedua, budaya Manggarai dan gereja berjalan berdampingan. Ada pengakuan gereja tentang pentingnya pewarisan budaya.

Ketiga, tradisi baru yang baik dengan mengarak patung Bunda Maria mengunjungi umatnya. Di sini, Bunda Maria tidak hanya diceritakan dalam injil mengunjungi Elisabet saudaranya tetapi juga mengunjungi umatnya.

Dari ketiga hal tersebut, sungguh menguatkan penulis tentang kejadian hari ini merupakan pewarisan nilai-nilai yang baik. 

Peristiwa hari ini harus terus dipertahankan agar umat semakin dewasa dalam beriman. (Red.pikiRindu)

Alasan Perempuan Desa Diperingati Khusus

Sumber foto: pixabay.com

Kreatif.pikiRindu.com - Hari perempuan desa sedunia diperingati secara khusus. Dalam bahasa Inggris dikatakan sebagai World Rural Woman’s Day.

Peringatan hari perempuan pedesaan sedunia diperingati setiap tanggal 15 Oktober di seluruh dunia.

Dunia memperingati khusus hari perempuan desa sedunia karena berdasarkan fakta bahwa perempuan desa juga memiliki andil dalam ketahanan pangan.

Dengan demikian, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam surat resolusi 62/136 pada 18 Desember 2007 memutuskan untuk memperingati secara khusus perempuan desa yang berkontribusi dalam ketahanan pangan.

Selanjutnya, pada tahun 2008 sebagai tahun pertama memperingati hari perempuan desa sedunia.

Pengakuan terhadap perempuan pedesaan karena turut serta dalam mengurangi kemiskinan di pedesaan.

Baca Juga: Rintis Usaha Mikro Setelah Lulus Sarjana Pendidikan Matematika

Selain itu, perempuan pedesaan juga mengambil bagian dalam ketahanan pangan.

Kehadiran peran perempuan desa dalam mengurangi kemiskinan membuat mereka patut dihargai sehingga tidak didiskriminasi. 

Banyak perempuan yang mengalami diskriminasi pada hal mereka sudah memberikan kontribusi yang besar dalam kehidupan ekonomi keluarga, bangsa dan negara di dunia.

Perhatian terhadap segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan sudah lama dibahas di lembaga internasional.

Pada tahun 1979, PBB menghapus semua bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. Perempuan setara dengan laki-laki, semuanya sama yaitu manusia.

Sejak itu, PBB mengharapkan berbagai negara untuk memberikan perhatian khusus pada perempuan agar tidak terjadi diskriminasi kembali pada perempuan.

Negara-negara diharapkan membuat berbagai regulasi yang mengarah pada perlindungan perempuan, khususnya juga bagi perempuan pedesaan. 

Kemudian, saat konferensi dunia keempat tentang perempuan pada tahun 1995 di Cina juga sempat dibahas tentang perempuan terutama perempuan pedesaan.

Beberapa organisasi yang sempat mengusulkan antara lain; The International Federation of Agricultural Producers (IFAP), Associated Country Women of the World (ACWW), Network of African Rural Women Associations (NARWA), dan Women's World Summit Foundation ( WWSF).

Baca Juga: Ide Cerdas: Tanam Jagung Panen Sapi, Bisa?

Bagaimana dengan Indonesia?

Berbicara tentang perempuan, Indonesia mengatur khusus peraturannya. Ada undang-undang perlindungan ibu dan anak.

Selain itu, ada juga undang-undang tentang desa. Di mana ada pasal khusus di dalamnya yang menegaskan bahwa adanya larangan melakukan diskriminasi terhadap masyarakat.

Kehadiran undang-undang desa menggambarkan perhatian pemerintah untuk memperkuat masyarakat desa bahwa mereka memiliki peran dalam pembangunan.

Dengan demikian, perempuan desa jangan dipandang sebelah mata lagi karena bangsa Indonesia dan juga dunia mengakui keberadaannya dalam pembangunan. 

Perempuan desa harus bisa menjadi salah satu penopang pembangunan desa yang bermuara pada pembangunan bangsa secara luas.

Bersama kita hargai perempuan dan tidak diskriminatif.


@Red.pikiRindu

Ricardus Jundu: Mahasiswa Harus Kreatif Membangun Usaha Kekinian Berbasis Digital

Foto Ricardus Jundu dengan latar gedung Unika Santu Paulus Ruteng

Kreatif.pikiRindu- Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng dipersiapkan untuk menjadi generasi yang siap bekerja dan berwirausaha.

Persiapan menuju generasi produktif setelah selesai studi di perguruan tinggi dilakukan melalui bimbingan karir. Bimbingan karir ini dilakukan pada tanggal 19 - 20 Mei 2022 di aula GUT lantai 5 Unika Santu Paulus Ruteng.

Pada kesempatan itu, Ricardus Jundu, selaku pegiat usaha bisnis digital, menjadi salah satu pemateri. Ricardus Jundu membagi berbagai informasi terkait membangun usaha kekinian berbasis digital.

Mahasiswa harus dipersiapkan dari sekarang untuk membentuk karakter dan jiwa berwirausaha. Hal ini bertujuan agar kelak setelah lulus mereka semua tidak menjadi pengangguran. Mereka akan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Membangun usaha membutuhkan konsep yang matang agar meminimalisir kerugian bagi yang baru memulai usaha, jelas Ricard.

Sambungnya, berbagai sektor seperti pertanian, kuliner, ekonomi kreatif, jasa, dan pendidikan harus membuka diri pada perubahan teknologi seperti sekarang ini, terutama memanfaatkan digital dalam mengembangkan usaha.

Siapa yang menguasai informasi dan teknologi maka dialah yang menguasai pasar dalam usaha, ujar Ricard.

Berbagai usaha dalam bisnis digital ada banyak, misalnya e-comerce, marketplace, blogger, youtuber, desainer dan masih banyak lagi.

Media sosial juga sekarang bisa menjadi tempat yang baik untuk melakukan promosi usaha. Facebook, instagram, dan tiktok menjadi ruang usaha dan promosi yang diminati.

Ricard Jundu, selaku pegiat usaha digital, memotivasi mahasiswa dengan menjelaskan berbagai usahanya seperti media literasi pikirindu.com yang menghasilkan uang dari adsense dan menjadi pasif income, JND desain sebagai usaha desain berbagai macam produk seperti pakaian, iklan, banner, undangan, dan lain sebagainya.

Selain itu, Ricard menjelaskan bahwa dia juga lagi mengembangkan usaha naiqu collection dan cemilan santuy.

Baginya, membangun usaha digital memang tidak mudah karena membutuhkan keterampilan, kemauan, keseriusan, keuletan, dan ketekatan yang kuat.

Kami membangun usaha dari nol, kami berusaha dengan susah payah agar terus bertahan karena tantangan selalu datang dan cara kami agar bisa terus bertahan dan berkembang yaitu dengan seringnya melakukan evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan agar mengetahui berbagai kekurangan, kelemahan dan kelebihan dari perjalanan usaha kami, jelas Ricard.

Mahasiswa harus mulai dari sekarang bisa memikirkan masa depan terutama berkaitan dengan pekerjaan setelah lulus. Mahasiswa harus kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif agar bisa berkembang dalam membangun usaha.

@red.pikiRindu

Kampung Adat Todo Memikat Hati

Gambar Niang Todo (Foto: dokumen pribadi)

Kreatif.pikiRindu- Perjalanan ke kampung adat Todo, kalau dulu memang terasa melelahkan. Biasanya naik bus kayu karena perjalanan ke sana hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan seperti itu.

Kini, perjalanan itu terasa berbeda, kita sudah bisa pakai motor roda dua ke sana karena jalanan yang mulus hampir tak berlubang (kondisi saat penulis berkunjung di tahun 2022).

Mengapa saya memilih menggunakan kendaraan bermotor untuk melakukan perjalanan ke kampung Todo? Alasannya, saya ingin merasakan udara segar di antara pepohonan dan hamparan perbukitan yang menjulang tinggi.

Perjalanan kali ini, dimulai dari Ruteng, ibu kota kabupaten Manggarai. Saya melakukan perjalanan ke arah barat jalur Ruteng - Labuan Bajo. Sampai di pertigaan Pela, saya belok kiri ke arah selatan.

Dalam perjalanan ke arah selatan, saya melihat banyak sajian keindahan alam yang ditambah lagi dengan segarnya angin spoi. 

Apalagi sampai di suatu tempat, namanya "Kebe Gego", pasti anda juga akan tertarik untuk berhenti sejenak menikmati pemandangan alam yang begitu indah. Indah sekali. Keindahannya bisa membuat mata terasa segar kembali setelah keseringan berhadapan dengan layar laptop dan hp. Untuk sementara, saya sulit menggambarkannya dengan kata-kata karena sangat indah bagi kedua bola mata saya.

Kalau mau menikmati pemandangan alam sedikit lebih lama di Kebe Gego, sebaiknya jangan lupa makanan dan minuman ringan juga (kopi & kompiang). Saya jamin pasti lebih terasa nuansa kenikmatannya.

Setelah saya selesai menikmati indahnya lukisan Tuhan dari Kebe Gego, saya melanjutkan perjalanan ke kampung adat Todo. Jarak dari Kebe Gego ke kampung adat Todo lumayan dekat.

Sesampai di kampung adat Todo, saya langsung terdiam. Terdiam karena kagum dan merasa takjub dengan beberapa rumah adat yang menjulang tinggi.

Mungkin sudah banyak orang yang mengenal kampung adat yang satu ini, tentunya. Namun kali ini, saya menulis tentang kampung adat Todo ini agar bisa dikenal lebih luas lagi dan sebagai catatan perjalanan bagi anak cucu nantinya.

Kampung adat Todo sebagai kampung sejarah. Itu sebagai awal cerita untuk memperkenalkannya. Sejarah tentang bagaimana Manggarai terbentuk.

Kampung adat Todo terletak di wilayah selatan kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di kecamatan Satarmese Barat.

Dari sinilah cerita masa lampau tentang sebuah tatanan kehidupan masyarakat Manggarai ingin dipersatukan untuk membentuk suatu wilayah dengan persatuan yang kuat dalam membangun kehidupan bersama masyarakat Manggarai ini (jauh sebelum Kehadiran Belanda). Selat Sape salen, Wae Mokel awon (Dari selat sape di ujung barat sampai di Wae Mokel ujung timurnya).

Kampung adat Todo juga dikenal sebagai kampung adat yang memiliki karateristik budaya lokalnya yang sangat kental. Budaya yang menjadi payung untuk menopang perjalanan masyarakatnya.

Di sana, terbentuk sebuah komunitas kehidupan yang kental dengan pewarisan nilai leluhur yang terus diwariskan dan dipertahankan oleh para penerusnya.

Tatanan kehidupannya sangatlah unik karena menjadi salah satu kampung adat yang masih mempertahankan budaya lokalnya di Indonesia. Di sana rumah adatnya memiliki ciri khas yang berbeda dari rumah adat suku-suku lainnya di Indonesia.

Rumah adatnya dikenal dengan sebutan "niang". Niang sebagai tempat untuk bernaung dan berlindung bagi masyarakatnya.

Mengapa kamu juga harus ke kampung adat Todo?

Pertama, di dalam niang, ada satu gendang yang terbuat dari kulit manusia berjenis kelamin perempuan. Namaya, Loke Nggerang. Cerita tentang Loke Nggerang ini sangat panjang jika saya menulisnya juga di sini. Nantilah, saya akan menulisnya di kesempatan lain.

Kedua, bentuk desain rumah adatnya sangatlah unik yang menunjukan ciri khas yang berbeda dari semua rumah adat yang ada di Indonesia. Atapnya berbentuk kerucut menjulang tinggi ke langit dan kelihatan dari jauh seakan atapnya juga sampai ke tanah.

Ketiga, ada meriam peninggalan Belanda yang mengarah ke depan, agak jauh dari niang yang memberikan nuansa perlindungan bagi masyarakatnya.

Keempat, jalan menuju ke niang terbuat dari susunan batu berbentuk lempeng sampai ke depan pintu niang. Ceritanya, batu itu tersusun rapih bukan sebagai buah karya manusia melainkan ada kekuatan gaib yang membentuknya. Jalan yang tersusun batu-batu lempeng menuju ke niang seperti sebuah pola bayangan dari niang ketika mentari pagi bersinar ke arah niang.

Kelima, pemandangan yang indah dengan laut lepas pantai selatan Flores, bukit-bukit yang menjulang tinggi, dan persawahan dengan desain terasering juga nampak jelas dari bagian belakang niang karena kampung adat todo berada di atas ketinggian. Baguslah buat tempat foto untuk kenangan, apalagi kalau bersama pasangan, keluarga, dan teman-teman.

Itulah lima alasan yang membuat kampung adat Todo memikat hati. Jika anda penasaran, silahkan langsung berkunjung saja ke kampung adat Todo. Jangan lupa pakai kain adat, towe Todo, saat memasuki area wisata.

Sebelum pulang, jangan lupa juga beli kain tenun, towe Todo, sebagai kenang-kenangan bahwa sudah pernah berkunjung ke kampung adat Todo. Di sekitar niang, banyak pengrajin yang menjualnya.

Ketika anda membaca tulisan ini, maka ketahuilah bahwa kampung adat Todo sedang mengundang anda juga untuk berkunjung. 

Ayo berkunjung ke kampung adat Todo.


Catatan Perjalanan: Ricard Jundu

Penulis merupakan orang yang suka jalan-jalan di pedalaman Flores - NTTPenulis juga penyuka karya sastra dan seni, pegiat usaha mikro yang bergerak di ekonomi kreatif-bisnis digital dengan nama usahanya Flores Corner (naiqu, cemilan santuy, dan JND desain), serta pengajar di Unika Santu Paulus Ruteng. Hasil tulisan penulis sudah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan online. 

@Red.pikiRindu

Ide Cerdas: Tanam Jagung Panen Sapi, Bisa?

Ilustrasi: jagung dan sapi (foto: dokumen pribadi)

Kreatif.pikiRindu- Ide tanam jagung memanen sapi ini memang membingungkan apabila ditafsir lurus-lurus. 

Kali ini, penulis coba mengurai maksud ide cerdas ini agar mudah dipahami.

Dalam sistem pertanian pada umumnya yang diterapkan petani yaitu tanam jagung lalu panen jagung serta tanam padi lalu memanen padi, seperti dalam lagu weri woja ako woja, weri latung bok latung.

Sistem seperti itu tentunya sudah mendarah daging dalam sistem pertanian orang Manggarai pada umumnya. Secara ekonomis tentunya menguntungkan dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan petani dan juga kehidupan masyarakat pada umumnya.

Kalau kita kaji lebih dalam lagi, petani akan lebih mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi ketika kebiasaan lama itu dirubah atau diganti ke kebiasaan baru. 

Kenapa dirubah? Alasannya karena petani hanya mendapatkan keuntungan hanya dari satu aspek saja yaitu jagung atau padi saja. Berbeda dengan kebiasaan baru dari ide cerdas ini.

Jika petani menggunakan konsep tanam jagung panen sapi maka keuntungan petani bisa diperoleh dari jagung dan sapi.

Begini ceritanya.

Konsep tanam jagung panen sapi ini sejalan dengan konsep ekologis dimana menjalankan sistem pertanian dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan secara alamiah.

Sederhananya begini, Ketika petani menanam jagung, maka setelah jagung dipanen, daun jagungnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti sapi. Kotoran sapi digunakan kembali sebagai pupuk kompos untuk menyuburkan tanah yang akan digunakan untuk menanam jagung kembali. 

Bahasa ilmiahnya, konsep mutualisme. Ketika petani menggunakan konsep mutualisme seperti itu, maka petani mendapatkan keuntungan dari penjualan jagung dan sapi secara bersamaan. Itu pasti lebih menguntungkan petani, bukan?

Ide ini memang lagi digencarkan oleh pemerintah di kalangan petani karena akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi para petani itu sendiri.

Keuntungan lainnya yaitu mengurangi kerusakan lingkungan sebagai akibat penggunaan pupuk buatan secara berlebihan.

Petani memang harus dilatih dengan penerapan sistem yang baru ini agar petani bisa memiliki pemahaman awal berkaitan dengan maksud dan tujuan dari ide tersebut. 

Dorongan pemerintah dan stakeholder lainnya juga sangat perlu karena para petani juga membutuhkan pendampingan dari berbagai pihak yang lebih tahu tentang itu.

Pendampingan para petani menjadi penting karena apabila petani mengalami kendala teknis maka mereka memiliki tempat untuk berkonsultasi. 

Dengan demikian, para petani yang diharapkan menerapkan ide cerdas dari pemerintah tidak dibiarkan berjalan sendiri karena dalam setiap penerapan program sudah tentunya akan mengahadapi banyak tantangan dan di situlah peran pendamping bagi para petani. 

Ketercapaian program itu sendiri membutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik petani, pendamping, pemerintah, dan stakeholder lainnya.

Semoga tulisan berbagi ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para petani.


Penulis: Ricard Jundu


@Red.pikirindu


Mahasiswa Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Adu Argumen

Foto bersama ketua prodi  pendidikan matematika, moderator HMPS, panitia dan pengurus HMPS prodi pendidikan matematika (sumber: sie dokumentasi)

Infosaja.pikiRindu- Program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengadakan berbagai kegiatan perlombaan untuk mengasah kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini sudah berlangsung dua minggu dan mencapai puncaknya pada hari ini Sabtu, 23 April 2022.

Kegiatan perlombaan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika FKIP Unika Santu Paulus Ruteng.

Puncak dari berbagai kegiatan perlombaan ini yaitu perlombaan debat mahasiswa yang diikuti oleh mahasiswa tingkat 1 sampai 3.

Kegiatan perlombaan yang bertema "Pendidikan Berbasis Digital di Era 4.0" ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh HMPS pendidikan matematika. Mahasiswa dari tingkat 1 sampai 3 sangat aktif dalam berbagai perlombaan ini.

Romo Maksimus Regus, selaku Dekan FKIP, menjelaskan bahwa digital merupakan tantangan baru dalam dunia pendidikan dan kita semua harus bisa beradaptasi.

Romo Emilianus Jehadus, selaku ketua program studi pendidikan matematika, memberikan apresiasi yang tinggi bagi para peserta lomba. Romo Emil mengatakan bahwa kegiatan perlombaan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas dan pengembangan diri mahasiswa.

Ada beberapa bidang yang dilombakan dalam kegiatan ini yaitu lomba dongeng digital, video pembelajaran kreatif, penyusunan proposal PKM, pidato dan debat. Puncak dari kegiatan perlombaan ini adalah lomba debat.

Dalam sambutan moderator HMPS pendidikan matematika, Ricardus Jundu, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan perlombaan ini sebagai ajang untuk melatih mahasiswa agar bisa berkompetisi serta mempersiapkan diri dalam berbagai perlombaan serupa yang diselenggarakan pada tingkat nasional ke depannya. 

Lomba debat di hari puncak sungguh memberikan warna tersendiri dalam kegiatan perlombaan ini. Dinamika yang terjadi memberikan gambaran bahwa tema tentang pendidikan berbasis digital yang diangkat ini memang layak untuk didiskusikan. 

Mahasiswa dalam berdebat sungguh memberikan perannya sebagai orang terdidik karena mereka berargumen dengan data yang jelas. Dalam hal ini, mahasiswa prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng sudah dilatih dan terbiasa untuk menyampaikan berbagai pikiran dan argumentasi yang selalu berbasis data.

Menang dan kalah dalam suatu perlombaan itu sudah hal yang biasa tetapi yang paling penting adalah soal partisipasi dan semangat berkompetisi.

Ketua prodi dan moderator HMPS menyampaikan ucapan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Ucapan terima kasih itu disampaikan khusus bagi Yayasan Santu Paulus yang telah mendanai kegiatan perlombaan mahasiswa ini.  Terima kasih juga diucapkan untuk panitia dan pengurus HMPS prodi pendidikan matematika yang telah mempersiapkan dengan baik kegiatan ini sehingga bisa sukses.

Ricardus Jundu, selaku moderator HMPS, mengapresiasi kemandirian mahasiswa dalam organisasi HMPS, mereka dilatih untuk menjadi pribadi tangguh dan bertanggung jawab agar kelak mereka menjadi sukses dalam berbagai hal di dunia kerja setelah menamatkan diri dari kampus Unika Santu Paulus Ruteng.

Lanjut Ricard, memang tidak salah mereka memilih prodi Pendidikan Matematika FKIP Unika Santu Paulus Ruteng untuk melanjutkan pendidikannya, mari bergabung dan belajar bersama kami di prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng.


@Red.pikiRindu

Cerita Menuju Jong dan Waling Yang Masuk Kecamatan Borong Tetapi Jauh Dari Borong

 

Air Terjun Manggarai Timur
Ilustrasi Ricard Jundu berada di salah satu air terjun di Manggarai Timur (Foto: dokumen pribadi)

Kreatif.pikiRindu- Jong dan waling masuk kecamatan Borong kabupaten Manggarai Timur. Secara geografis, keduanya sangat dekat dengan Mukun di kecamatan Kota Komba Utara. Letaknya yang dekat dengan Mukun memberikan pengaruh pada mobilitas masyarakatnya lebih banyak ke Mukun.

Saat penulis dalam perjalanan ke Jong dan Waling pada tanggal 18 Maret 2022, menemukan banyak hal yang bisa diceritakan. Kedua wilayah ini menjadi salah satu penyumbang sektor tanaman pertanian dan perkebunan di kabupaten Manggarai Timur.

Dalam kunjungan ke kedua tempat di Manggarai Timur itu, penulis melakukan perjalanan dari Ruteng ibu kota kabupaten Manggarai. Sampai di Bealaing, belok kiri dan melewati hutan yang masih nampak asli dan harus tetap dijaga kelestariannya.

Kondisi jalan dari Bealaing sampai di pertigaan Colol-Mukun, penulis sejenak beristirahat karena kondisi jalan yang akan dilewati berikutnya sangat memacu adrenalin dengan banyak jalan yang berlubang dan penuh kerikil serta batuan yang terlepas.

Sebenarnya penulis bisa ikut jalur Ruteng – Borong tetapi waktu tempuhnya lumayan lama sehingga penulis memutuskan untuk ikut jalur Bealaing – Mukun. 

Dalam perjalanan penulis disajikan oleh pemandangan alam yang memukau dan membuat mata terobati. Nampak jelas pepohonan yang masih asli dan berdiri kokoh. Sesekali penulis melihat ada hamparan tanaman kopi dengan daunnya yang masih hijau.

Terkadang dalam perjalanan juga, penulis melihat tanaman perkebunan seperti cengkeh yang tumbuh di perbukitan tak jauh dan sangat dekat dengan mata penulis. Alam indah ini sungguh membuat penulis Bahagia karena bisa menikmati perjalanan itu.

Ketika penulis melewati beberapa perbukitan, sempat juga disajikan oleh pemandangan dengan hamparan sawah yang luas dalam petakan terasering yang menambah kecantikannya. Dari kejauhan,  penulis melihat ada beberapa petani sedang mengunjungi persawahannya untuk melihat kondisi pertumbuhan padi yang telah susah payah ditanamnya.

Penulis sangat menikmati perjalanan ke arah timur ini. Penulis akhirnya sampai juga di Waling sebagai tempat yang harus dikunjungi pertama. Di sana, penulis menikmati pemandangan perbukitan dengan hutan yang kelihatan masih dengan keasliannya.

Waling memang tempat kita bisa menemukan tanaman pertanian dan perkebunan, penulis kemudian bergumam dalam hati “pasti mayoritas masyarakat di sini adalah petani. Kalau mata pencariannya petani, kemana mereka menjual hasil pertaniannya?”

Penulis saat itu tidak sempat bertanya kepada masyarakat karena harus melanjutkan perjalanan ke Jong. Namun, penulis menduga hasil pertanian mungkin di jual ke Ruteng, kabupaten Manggarai. Lalu, bagaimana dengan harga kopinya, apa sesuai dengan cita rasa yang dimilikinya? Entahlah.

Sampai di pertigaan arah Jong dan Mukun, penulis berjumpa dengan salah seorang di sana kemudian bertanya “apakah jalan ke Jong ini kondisinya baik untuk kendaraan bermotor roda dua?” 

Bapak itu lalu menjawab “sebaiknya anak ikut Mukun, kalau anak ikut jalur ini ke Jong maka anak akan kesulitan dalam perjalanan karena kondisi jalannya tidak bagus. Apalagi kalau anak sampai di Tanjung maka kondisi jalannya lebih parah lagi karena tanjakan dan kondisi jalanya tidak bagus”.

Terima kasih Bapak sudah memberikan petunjuk jalan sehingga penulis bisa melanjutkan perjalanan ke Jong. Penulis kemudian mengikuti jalur Mukun menuju ke Jong. Dalam perjalanan penulis melihat pepohonan, tanaman kopi, pisang, dan sesekali melihat ada yang menanam keladi. 

Penulis lalu mengatakan dalam hati, seharusnya pemerintah daerah memperhatikan kondisi jalan di sini. Entah kapan masyarakat di sini menikmati kondisi jalan yang baik. Semoga dalam waktu mendatang jalanan di sini bisa cepat diperhatikan pemerintah.

Lalu, penulis sampai di Mukun, tepatnya di pertigaan yang pernah diceritakan penulis sebelumnya tentang Mukun. Penulis lalu belok kanan ke arah Borong. Kondisi jalannya beberapa ratus meter sangat baik, penulis merasa nyaman berkendara.

Menurut penjelasan orang di sana, jalan yang bagus itu hanya beberapa ratus meter saja, sampai di dekat jembatan Wae Mokel jalannya sudah mulai rusak parah lagi. Okelah, tidak apa-apa. Penulis lalu melanjutkan perjalanan menuju Jong.

Dalam perjalanan dari Mukun menuju Jong, ada satu titik yang membuat penulis kemudian berhenti sejenak. Di titik itu, penulis menemukan suatu air terjun yang ada di foto di atas. 

Penulis menemukan tempat dengan pemandangan yang indah di sini karena selain air terjun penulis juga masih disajikan dengan pemandangan perbukitan dan pepohonan yang masih menjulang tinggi.

Tempat ini sangat direkomendasikan penulis bagi pembaca yang suka jalan-jalan dan berpetualang. Berisitirahat sejenak di air terjun ini bisa mengobati lelahnya perjalanan yang memacu adrenalin.

Saat berada di air terjun itu penulis ingin sekali menikmati kopi khas Manggarai Timur tetapi sayang seribu sayang memang tidak bisa. Belum ada yang menjual jajanan dan minuman di tempat itu. Terpaksa penulis hanya bisa menikmati air mineral dan sepotong roti yang tersimpan di tas.

Sekitar hampir 15 menitan penulis berada di air terjun itu. Kata penduduk sekitar masih ada beberapa air terjun lagi di sana. Yah, mungkin lain waktu penulis akan pergi ke sana juga. 

Penulis kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jong. Ternyata tidak mudah menuju Jong dari pertigaan yang memisahkan arah Jong dan Borong. Jalannya sudah banyak yang rusak. Penulis sangat berhati-hati karena jalan yang ditempuh dari pertigaan adalah tanjakan terus sampai di Jong.

Penulis juga berhenti sejenak di tengah perbukitan karena harus beristirahat setelah melewati jalanan yang rusak itu. Tetapi penulis tidak terlalu merasakan lelahnya perjalanan karena lagi dan lagi pemandangan alam yang mengobati rasa lelah ini.

Akhirnya penulis sampai juga di Jong dengan selamat. Ternyata ramai juga di Jong, ada lumayan banyak penduduk yang berdiam di wilayah ini.

Cerita tentang alam Manggarai Timur ini memang sangat menggugah hati penulis sehingga sebagai kenangan penulis menceritankannya melalui tulisan ini agar bisa dikenang sepanjang masa dan dibaca anak cucu kelak.

Penulis menduga masih banyak tempat wisata alam yang lain ke arah timur yang mungkin belum dipublikasikan. Semoga penulis punya waktu lagi untuk ke wilayah lainnya di pelosok Manggarai Timur. 

Mari berpetualang ke Manggarai Timur.

Ricard Jundu

Penulis merupakan orang yang suka jalan-jalan di pedalaman Flores - NTTPenulis juga penyuka karya sastra dan seni, pegiat usaha mikro yang bergerak di ekonomi kreatif-bisnis digital dengan nama usahanya Flores Corner (naiqu, cemilan santuy, dan JND desain), serta pengajar di Unika Santu Paulus Ruteng. Hasil tulisan penulis sudah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan online. 


Rintis Usaha Mikro Setelah Lulus Sarjana Pendidikan Matematika

Membuka usaha mikro
Ilustrasi: Yati Kabut

Perjalanan Yati Kabut bersama Flores Corner

Penulis: Ricardus Jundu

Kreatif.pikiRindu - Hidup terkadang sangat sulit untuk ditebak. Perjalanannya selalu penuh misteri yang terkadang memberi kejutan pada kita. 

Berbicara tentang perjalanan hidup, kali ini, pikiRindu menceritakan perjalanan hidup dari seorang wanita muda bernama Florida Nuryati Kabut yang biasa akrab dipanggil kaka Yati.

Sosok Yati memang terlihat seperti wanita pada umumnya tetapi yang berbeda darinya yaitu pengalaman dari perjalanan hidupnya. 

Yati adalah seorang sarjana dengan cara berpikir yang bisa menjadi inspirasi bagi para tamatan sarjana baru lainnya.

Yati, seorang sarjana pendidikan matematika, tamatan dari STKIP Santu Paulus Ruteng (sekarang Unika Santu Paulus Ruteng). 

Setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi, dia menikah, lalu menetap di kota Ruteng, kabupaten Manggarai.

Ternyata membangun sebuah keluarga bukan hal yang mudah, apalagi bagi keluarga baru sepertinya. Yati, kesehariannya menjadi ibu rumah tangga dengan pola hidup yaitu mengurus rumah, suami dan anak. 

Sebagai manusia, Yati, pasti memiliki rasa jenuh dengan kehidupan yang cenderung sama.

Pada pertengahan tahun 2019, Yati pernah berencana mencari kerja agar ijasah yang diperolehnya tidak menjadi tumpukan di lemari pakaian. 

Yati, kemudian menceritakan niatnya untuk mencari kerja sesuai dengan ijasah yang dimilikinya.

Yati dan suami kemudian berdiskusi. Apakah harus melamar kerja? Bagaimana dengan anak kita yang masih balita? Berpikir tentang anak membuat hati Yati meragukan niatnya untuk melamar kerja.

Hidup bukan tentang uang saja, ada anak yang membutuhkan perhatian penuh, apalagi dari seorang ibu. Kemudian, Yati dan suami bersepakat untuk membatalkan niat untuk melamar kerja itu. Kehidupan pun dijalani seperti biasa lagi.

Bulan Desember 2019, Yati kemudian mengutarakan niat barunya kepada sang suami. Niatnya kali ini berbeda di pertengahan tahun 2019 sebelumnya. Kali ini, Yati berniat ingin mencari uang dari rumah.

Mendengar niat Yati, sang suami pun kaget. Serius, mama? Yati menjawab dengan tegas "saya harus menghasilkan uang dari rumah, entah bagaimanapun caranya", tegas Yati dengan ekspresi yang serius.

Bagaimana mama bisa menghasilkan uang dari rumah? Dengan nada penuh keraguan dari suami. 

Yati mengatakan kepada suaminya, papa dari pada saya main facebook hanya untuk melihat status orang lain, bagaimana kalau saya berjualan online di facebook?

Di facebook banyak yang berjualan produk dengan memanfaatkan market place. Pasar di facebook sangat luas, bisa menjangkau banyak orang. 

Kita harus melihat peluang bahwa orang di jaman serba digital lebih cenderung menggunakan teknologi dalam menjawab kebutuhannya. 

Sebagai contoh, sekarang banyak yang membeli produk kecantikan dan pakaian secara online. Bahkan bukan hanya itu saja, kita membutuhkan apa saja, asalkan ada uang, kita bisa membelinya melalui berbagai aplikasi di hanphone.

Pasar di media sosial seperti facebook sangat menjanjikan. Selain kita mempromosikan produk kita, facebook memberi ruang bagi kita untuk berhubungan dengan pelanggan melalui menu chat dan lain sebagainya.

Yati dengan persetujuan dari suami kemudian memulai usahanya dari rumah. Modal usaha pertama yang dikeluarkan untuk berusaha tidak besar karena masih ada kecemasan yaitu takut rugi. 

Berdasarkan penjelasannya, Yati tidak mau langsung dengan modal besar karena harus belajar dulu seperti apa seluk-beluk suatu usaha. 

Apa lagi, belum ada pengalaman sama sekali dalam usaha. Jalani saja dulu, dalam perjalanan usaha, kita akan sambil belajar tentang suka duka usaha, jelas Yati.

Usaha
Tempat usaha Flores Corner. Berada di Rangkat, kelurahan Watu, Ruteng, Manggarai, NTT.

Dengan modal kecil itu, Yati mulai belajar untuk membuka usaha dari rumah. Katanya, modal kecil itu menjadi saksi perjuangannya karena harus bisa menggunakan modal sekecil itu untuk mengembangkan usahanya.

Penggunaan modal kecil sebagai langkah awal untuk belajar karena usaha pasti akan mengalami untung dan rugi. Prosesnya pasti tidak mudah karena dalam berusaha akan ada banyak tantangan.

Awalnya sulit sekali dijalani. Produk pertama yang coba dijual secara online yaitu beberapa produk kosmetik bermerek. 

Puji Tuhan, ketika produk itu ditawarkan atau dipromosikan di status facebook, ada beberapa teman yang bertanya dan berniat membeli produk tersebut.

Kelihatannya mudah diawal. Namun, dalam perjalanan selanjutnya, muncul berbagai persoalan yang semakin banyak. Salah satunya yaitu ada banyak orang yang menjual barang yang sama juga.

Perjalanan menjual produk kosmetik tidak berjalan baik. Akhirnya berhenti. Lalu, mulai dengan yang baru yaitu menjual produk kebutuhan rumah tangga seperti kursi, lemari, perlengkapan dapur, dan lain sebaginya.

Dari penjualan produk kebutuhan rumah tangga, usaha mikro Yati berkembang. Modal usaha pun berkembang dengan baik di tahun 2019. 

Yati memutuskan untuk mengembangkan modal dengan menjual berbagai pakaian dengan model kekinian yang dibantu oleh begitu banyak orang baik.

Yati menanamkan modal kepercayaan bagi konsumen dan orang baik yang menjadi mitra dalam usaha. Bagi Yati, kepercayaan juga adalah modal non fisik yang harus ada dalam usahanya.

Di akhir tahun 2019, usaha mikro Yati diberi nama Flores Corner. Usaha Flores Corner dibantu permodalannya oleh mitra yang mendukung usaha mikro ini. 

Flores Corner dibawah pimpinan Yati mendapat kepercayaan dari mitra dan para konsumen dengan konsisten menjual, mempromosikan, dan merencanakan masa depan usaha.

Awal tahun 2020, pandemi covid-19 menjadi tantangan baru bagi Flores corner. Banyak orang merem penggunaan uangnya untuk berbelanja. Pandemi menjadi awal persoalan yang membuat para pelaku usaha gulung tikar.

Beruntung, Flores Corner bisa bertahan di tengah kesulitan besar itu dengan berbagai strategi yang digunakan dalam menjual produk.

Banyak peristiwa/kejadian yang membuat mental berwirausaha Yati  semakin kuat. Jatuh-bangun dalam usaha ini membentuk mentalnya. 

Bagi Yati, kita harus siap ketika mengalami persoalan dalam usaha. Dalam usaha terkadang ada dinamika, dimana usaha akan mengalami kerugian. Bagaimana kita bertahan, itulah yang paling penting, jelas Yati.

Sekarang Flores Corner terus berkembang dengan pergerakan di beberapa sektor usaha mikro seperti penjualan produk rumah tangga, produk fashion, berbagai macam desain, dan cemilan santuy.

Kini, Yati sudah bisa menghasilkan uang dari rumah tanpa harus kerja kantoran. Yati banyak belajar dari perjalanan usahanya. 

Yati sambil mengurus rumah, belajar dan bermain bersama anak, sekaligus membuka usaha online dari rumah.

Pesan Yati bagi kaum muda terutama para wanita yang baru lulus kuliah yaitu jangan takut untuk memulai usaha. Usaha bisa dilakukan dari rumah. 

Paling penting dalam usaha adalah niat dan kemauan untuk memulai usaha dan harus mempersiapkan mental berwirausaha agar tak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan. (Red.pikiRindu)

UMKM Bisa - Sejahtera

Nyiru Dan Cara Meningkatkan Nilai Ekonomisnya

Kerajinan tangan
Gambar Nyiru Anyaman Bambu (sumber foto: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia)

Harga Nyiru Bisa Mencapai Jutaan Rupiah Asalkan Tahu Caranya.

Berikut akan dijelaskan cara meningkatkan nilai ekonomis nyiru. 

Kreatif.pikiRindu- Ide kreatif terkadang lahir dari adanya kondisi terdesak yang bisa memacu pikiran untuk segera menyelesaikan masalah. Dalam hal pemenuhan ekonomi juga demikian.

Industri kreatif sudah berkembang dengan baik di Indonesia tetapi belum di kabupaten Manggarai. Usaha kreatif yang belum berkembang dengan baik akan menjadi peluang yang bisa ditangkap.

Bagi yang kesulitan mencari lapangan pekerjaan, alangkah baiknya jika bisa melihat peluang di usaha kreatif. salah satunya adalah nyiru.

Nilai ekonomis nyiru bisa ditingkatkan, asalkan tahu caranya sehingga dari biasanya memiliki harga kisaran Rp. 25.000 - Rp. 50.000 bisa bernilai jutaan rupiah.

Tentunya untuk meningkatkan nilai ekonomis nyiru ini bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus.

Namun, tidak salah juga jika kita ingin belajar dan menangkap peluang usaha kreatif ini. Usaha kreatif ini memang tidak mudah. Kita harus mengasah keterampilan kita terlebih dahulu.

Bagaimana cara meningkatkan nilai ekonomis nyiru?

Pertama, perhatian kita berpusat pada pengetahuan awal tentang nyiru. Di mana, nyiru digunakan oleh masyarakat sebagai wadah untuk menampi beras sebelum dimasak menjadi nasi.

Nyiru kalau di kabupaten Manggarai biasanya terbuat dari anyaman bambu. Dalam hal ini, kita garis bawahi anyaman bambu. Anyaman bambu biasanya murni kerajinan tangan lokal beberapa masyarakat.

Kedua, perhatian kita berpusat pada keterampilan yang harus dimiliki. Anyaman bambu tentunya dihasilkan oleh orang yang sudah terampil.

Di sini, kita perlu melatih diri kita untuk terampil dalam menganyam. Namun, sebaiknya kita bekerja sama dengan pengrajin nyiru saja. Itu lebih praktis dan mudah.

Ketika kita membeli nyiru hasil kerajinan masyarakat, artinya kita membantu mereka untuk meningkatkan kehidupan ekonominya. Sebaiknya kita mengasah keterampilan lainnya saja yaitu untuk meningkatkan nilai ekonomis nyiru.

Keterampilan yang harus kita miliki yaitu seni melukis. Mengapa melukis? Dalam hal ini, kita akan mengubah fungsi nyiru.

Kita harus merubah fungsi nyiru untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Kalau biasanya nyiru berfungsi untuk menampi beras maka kita mengubah fungsinya menjadi karya seni seperti hiasan dinding.

Ketika kita mengubah fungsi nyiru menjadi karya seni maka yang membuat nilai ekonomisnya meningkat adalah nyiru dari anyaman hasil kerajinan tangan dan bukan mesin.

Selain itu, nyiru dengan polesan seni hasil karya tangan secara manual yang lebih menarik juga akan meningkatkan nilainya. Sekarang, karya seni klasik memiliki nilai yang sangat tinggi bagi kolektor seni.

Berikut salah satu ulasan karya seni dari nyiru.

Salah satu ulasan ini pernah disampaikan dalam seminar ilmiah dengan tema "Tantangan dan Peluang di Era Digital" di kampus Unika Santu Paulus Ruteng oleh Ricardus Jundu, S.Si., M.Pd. pada tanggal 24 Januari 2022.

Karya seni dari nyiru yang disarankan adalah hiasan dinding. Cara membuat hiasan dinding sebagai berikut.

1. Membuat atau membeli kerajinan nyiru dari pengrajin

2. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Alat: solder lukis bakar dan pensil serta tentunyan nyiru. Bahan: Cat vernis atau bisa juga gunakan lilin pengkilat.

3. Gambarlah sketsa pada nyiru menggunakan pensil. Misalnya gambar sketsa pemandangan atau bisa juga sketsa orang yang lagi bermain caci, dan lain sebagainya sesuai dengan keinginan kita.

4. Setelah kita menggambar sketsanya, selanjutnya kita mulai melukis menggunakan solder lukis. Di sini, keahlian kita diuji karena kita harus bisa menghasilkan lukisan bakar yang sempurna.

5. Jika lukisan bakar pada anyaman bambu sudah selesai maka selanjutnya adalah memvernis keseluruhan  nyiru untuk menjaga keawetan hasil karya seni kita.

6. Penjualannya bisa menggunakan berbagai aplikasi online dan disarankan mencari pasaran online yang bisa mencapai pasaran eropa atau luar negeri karena lebih menguntungkan.

Karya seni yang kita hasilkan bisa dijual dengan harga jutaan. Kenapa harganya bisa jutaan karena keaslian karya yang dihasilkan. Bayangkan saja, satu lukisan kanvas saja bisa mencapai jutaan sampai ratusan juta.

Intinya adalah jangan patah semangat. Ketekunan kita akan menghantar kita pada keberhasilan dan kesuksesan. Kita hanya perlu melihat peluang dan belajar menghargai proses.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan selamat mencoba.

@Red.pikiRindu

Kepemimpinan Dari Dalam Diri Dan Berpijak Pada Keutamaan Hidup

Sumber foto: pixabay.com

"Tulisan ini sebagai refleksi penulis tentang kepemimpinan"

Ada banyak krisis di Indonesia, krisis tersebut melanda berbagai bidang antara lain politik, ekonomi, sains, kesehatan, dan kemanusiaan. Krisis-krisis tersebut secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak yang negatif pada keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Kampus: Agen Pemberdaya Desa

 


Masyarakat pedesaan memerlukan sentuhan perguruan tinggi sebagai pencerah dan pemberi warna baru bagi kemajuan masyarakat pedesaan

Tulisan ini terinspirasi dari kegiatan yang pernah dilaksanakan kampus STKIP Santu Paulus Ruteng (sekarang Unika Santu Paulus Ruteng) melalui program studi Pendidikan Matematika di desa Kole, kecamatan Satar Mese Utara, kabupaten Manggarai pada tanggal 9-10 Desember 2017 yang telah berlalu.

Kegiatan itu bersifat memberdayakan perangkat desa, guru, dan masyarakat desa dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan seperti diskusi tentang program/kegiatan membangun desa, pelatihan komputer bagi perangkat desa, pelatihan software media pembelajaran bagi guru, pelatihan penentuan bibit unggul, dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi.

Kampus menjadi tempat untuk menghadirkan berbagai ide kreatif dan inofatif dalam memajukan kehidupan masyarakat desa. Segala persoalan masyarakat berkaitan dengan urusan pembangunan masyarakat dapat dicari solusinya melalui kampus.

Hal ini beralasan karena kampus memiliki banyak tokoh intelektual yang memiliki solusi konstruktif pemecahan persoalan di masyarakat desa.

Tentunya beralasan ketika proses memajukan kehidupan masyarakat juga berada di pundak kampus. Dalam hal ini, kampus tidak hanya sebagai tempat menciptakan kader berintelektual, kreatif, dan inovatif tetapi juga terlibat aktif dalam memajukan berbagai sumber daya yang ada di daerah terutama pedesaan. 

Ada banyak persoalan yang terdapat di pedesaan dan membutuhkan solusi konstruktif dari perguruan tinggi. Begitu banyak program bantuan dari pemerintah ke desa tetapi tidak dikembangkan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat pedesaan. 

Dengan demikian, bisa diidentifikasikan salah satu kendala utamanya yaitu pemberdayaan masyarakat yang masih jarang dilakukan di pedesaan. Masyarakat yang masih kurang mendapatkan informasi, pengetahuan,  dan pelatihan untuk meningkatkan sumber dayanya. Berkaitan dengan itu, kampus bisa menjadi mitra yang bisa membantu desa.

Di era persaingan global ini menuntut masyarakat yang berdaya saing tinggi. Apakah desa sudah mempersiapkan kualitas sumber daya masyarakatnya dengan baik? Tentunya tidak semua desa mempersiapkan dengan baik masyarakatnya menuju persaingan di era sekarang ini.

Kegiatan program studi pendidikan matematika STKIP Santu Paulus Ruteng (sekarang Unika Santu Paulus Ruteng) di desa Kole menginformasikan bahwa ada hal teknis yang belum diketahui masyarakat berkaitan dengan kebutuhan penunjang kualitas sumber dayanya.

Dari berbagai persoalan masyarakat pedesaan diperlukan kehadiran perguruan tinggi sebagai pencerah dan pemberi warna baru bagi kemajuan masyarakat pedesaan. Kampus seharusnya peka terhadap kebutuhan masyarakat pedesaan dan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan sumber daya masyarakat pedesaan. 

Kampus tidak boleh berdiam diri karena menganggap itu sebagai tugas pemerintah pusat, daerah, dan desa  saja. Sebenarnya, perguruan tinggi memiliki kekuatan untuk menjadi agen perubahan yang tertuang dalam pilar pengabdian kepada masyarakat.

Program membangun dari daerah terluar dan terpencil yang dicanangkan pemerintah pusat dapat menjadi acuan perguruan tinggi dalam menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi terlibat langsung dalam mendukung program kerja pemerintah pusat membangun desa.

Dukungan perguruan tinggi bisa melalui berbagai program dan kegiatan yang membangun dan memberdayakan masyarakat pedesaan. Perguruan tinggi bisa hadir untuk menjadi media penyalur informasi dan pengetahuan baru bagi masyarakat melalui kegiatan konstruktif seperti pelatihan teknis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, baik dalam bidang pertanian, peternakan, maupun ekonomi kreatif.

Pilar pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi harus menjadi roda peningkatan kualitas sumber daya masyarakat. Secara tidak langsung, perguruan tinggi akan menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan berbagai potensi pedesaan. 

Dengan demikian, perguruan tinggi juga terlibat aktif untuk mewujudkan ekspetasi pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Ricardus Jundu

Dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng      

Favorit Pembaca




Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi