-->


Keluarga Berstatus ODGJ di Manggarai Timur Dapat Bantuan Yang Disalurkan Melalui JGP Club

Foto: Tim JGP Club berada di lokasi kampung Ngusu

Editor: Ricardus Jundu

Infosaja.pikiRindu - JGP Club memberikan bantuan berupa sembako kepada salah satu keluarga yang suami dan istri berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di kampung Ngusu, desa Rana Mbeling, kecamatan Kota Komba Utara, kabupaten Manggarai Timur (27/11/2020).

Pasutri itu berinisial LJ dan BR yang menjadi pusat perhatian dari tim JGP club untuk berbagi kasih. Kehadiran tim JGP club sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dari Menkominfo, Jhonny G. Plate melalui tim JGP Club kepada penyandang disabilitas di kabupaten Manggarai Timur.

"Kami sangat senang karena dalam kondisi seperti ini, kami masih diperhatikan", ungkap anak dari LJ dan BR.

Kegembiraan anak dari pasutri itu nampak dari raut wajahnya yang menunjukkan rasa syukurnya atas uluran tangan kasih dari tim yang mengunjungi orang tuanya.

Baca Juga: Johnny Plate Sumbang Peralatan Olahraga Bagi OMK Pupung

Koordinator JGP Club wilayah Kota Komba dan Kota Komba Utara, Yohanes Jakri, M. Kes., mengatakan bahwa pemberian sembako ini sebagai bentuk kepedulian Bapak Johnny Gerald Plate melalui JGP Club kepada penyandang disabilitas terutama ODGJ.

"Saya dan para teman-teman Kordes sangat senang menjadi bagian dari JGP Club karena dapat menjadi penyalur sentuhan kasih dari Bapak Jhonny Gerald Plate untuk saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan. Saya berharap agar giat serupa tetap terus berjalan dengan menambah banyak sasaran dari penerima sentuhan kasih ini," ujar koordinator JGP Club.Editor: Ricardus Jundu

Di tempat itu, dia juga menyatakan bahwa dia sangat berterima kasih kepada Bapak Jhonny G. Plate yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap saudara-saudara yang membutuhkan.

Terpisah Kepala Desa, Samforianus Arifman, S.Pd mengaku sangat berterima kepada tim JGP Club yang sudah membantu warga ODGJ di Desa Rana Mbeling.

Baca Juga: Kepala Desa Liang Sola Apresiasi Kehadiran 13 Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus

"Atas nama pemerintah desa Rana Mbeling, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada tim dari Bapak Jhonny G. Plate dalam hal ini JGP Club, yang telah menggerakkan hati membantu masyarakat saya yang memang secara ekonomi sangat layak dan pantas untuk dibantu," tuturnya.

Sebagai informasi, turut hadir para Kordes se-kecamatan Kota Komba Utara dan anak kandung sasaran penerima bantuan saat tim JGP Club turun ke lapangan. (Red.pikiRindu)

Fasilitator Nasional Sekolah Penggerak Kunjungi SMAN 2 Lamba Leda

Foto bersama Kanisius Mandur, M.Pd. dengan guru penggerak SMAN 2 Lamba Leda

Editor: Ricardus Jundu

Infosaja.pikiRindu - Fasilitator Nasional sekolah penggerak, Kanisius Mandur, M.Pd., melaksanakan kunjungan lapangan ke salah satu sekolah penggerak tingkat SMA di wilayah Manggarai Timur, yaitu SMAN 2 Lamba Leda (10/11/2022).

Dalam kegiatan ini, Kanisius Mandur, yang sekaligus Dosen Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus ini, mengatakan bahwa SMAN 2 Lamba Leda merupakan salah satu penggerak yang berada pada kategori pendampingan intensif yang wajib dikunjungi. 

Kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung implementasi kurikulum merdeka di sekolah. 

Bukti implementasi kurikulum merdeka dapat dilihat pada kelengkapan dokumen kurikulum yang sesuai dengan panduan Kemendikbudristek. 

Baca Juga: Alasan Orang Tua Harus Berhenti Bertanya Juara Pada Anak

Dokumen tersebut berisi visi, misi, program kerja, dan pengorganisasian pembelajaran dan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kepala sekolah SMAN 2 Lamba Leda, Vinsensius Ngole, S. Pd., dalam sambutan menyatakan bahwa SMAN  2 Lamba Leda telah mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan cara mengadaptasi dan memodifikasi dokumen kurikulum yang telah disediakan Kemendikbudristek. 

Lanjut Vinsensius, "selain itupara guru juga telah memodifikasi modul ajar untuk masing-masing mata pelajaran yang siap diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Sementara modul projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) telah direncanakan dan dilaksanakan secara kolaboratif antara para guru dan siswa. Kegiatan P5 yang dilaksanakan oleh SMAN 2 Lamba Leda yaitu kearifan lokal, kewirausahaan, dan suara demokrasi."

Baca Juga: Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Membawa Pulang 5 Kejuaraan Perlombaan Tingkat FKIP

Selanjutnya, dalam kegiatan diskusi, Kanisius, selaku fasilitator sekolah penggerak untuk tingkat sekolah menengah atas angkatan 2 di Manggarai Timur menjelaskan bahwa implementasi kurikulum merdeka dapat dilihat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan P5. 

Panduan kegiatan pembelajarannya yaitu modul ajar dan kegiatan P5 sebagai modul projek. Hal yang wajib ada dalam modul ajar antara lain; tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian. 

Sedangkan dalam modul projek yaitu tujuan projek yang berisi dimensi profil pelajar pancasila yang harus dimunculkan dalam kegiatan projek, tahapan kegiatan projek, dan penilain yang mengukur keberhasilan kegiatan projek tersebut.

Pada akhir kegiatan diskusi, para guru mengharapkan pendampingan implementasi kurikulum merdeka terus ditingkatkan.

Hal ini disampaikan para guru agar satuan pendidikan merencanakan dan melaksanakan kurikulum merdeka sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek. (Red.pikiRindu)

Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Membawa Pulang 5 Kejuaraan Perlombaan Tingkat FKIP

Foto mahasiswa sedang membawakan tarian kreasi ( Sumber: Panitia)

Penulis: Ricardus Jundu, Editor: Florida N. Kabut

Infosaja.pikiRindu - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika Santu Paulus Ruteng mengadakan berbagai perlombaan tingkat fakultas dan mahasiswa prodi pendidikan matematika mengantongi 5 juara (20/11/2022).

Mahasiswa di tingkat fakultas FKIP Unika Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan berbagai kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati hari guru.

Berbagai perlombaan itu dibuat untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dan sebagai pendorong motivasi bagi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang unggul.

Dari berbagai perlombaan yang diselenggarakan tersebut, mahasiswa prodi pendidikan matematika mengantongi 5 kejuaraan.

Baca Juga: Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Ikut Berbagai Perlombaan

Foto mahasiswa sedang membawakan puisi berantai ( Sumber: Panitia)

Kejuaraan yang dimenangkan oleh mahasiswa prodi pendidikan matematika yaitu tarian kreasi, torok, puisi berantai, monolog, dan debat.

Hasil perolehan dari berbagai perlombaan itu yaitu tarian kreasi meraih juara 1, torok meraih juara 1, puisi berantai meraih juara 1, monolog meraih juara 1, dan debat meraih juara 3.

Pencapaian itu tentunya tidak hadir dengan sendirinya di dalam diri mahasiswa. Hasil itu karena ada usaha dan perjuangan dari setiap mahasiswa yang terlibat di dalamnya.

Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku ketua prodi pendidikan matematika, mengatakan bahwa usaha dan perjuangan mahasiswa itu juga didukung oleh prodi dalam mengembangkan keterampilan mahasiswa pendidikan matematika.

"Saya berharap mahasiswa pendidikan matematika selain memiliki kemampuan akademik yang baik di bidang matematika juga memiliki keterampilan lebih sebagai bekal nanyinya ketika sudah tamat, jelas Romo Emil.

"Selain itu, prodi juga mendukung berbagai pengembangan keterampilan mahasiswa dalam berbagai bidang seperti olahraga, paduan suara, tari, dan masih banyak lagi sebagai keunggulan belajar dan bergabung di prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng. Saya bangga sekali dengan perolehan prestasi mahasiswa dalam kompetisi di berbagai perlombaan itu," sambung Romo Emil.

Berbagai kegiatan kemahasiswaan di tingkat prodi di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) prodi Pendidikan Matematika.

Baca Juga: Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Selenggarakan Kegiatan KNMIPA

HMPS dibawah kontrol moderatornya yaitu ibu Lana Sugiarti, M.Pd., sangat mendukung berbagai program kegiatan HMPS terutama yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan mahasiswa.

Ibu Lana juga sangat senang dan bangga atas pencapaian yang telah diperoleh mahasiswa.

Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menjadi salah satu prodi unggulan yang diharapkan bisa mencetak pribadi - pribadi unggul dengan kemampuan lebih.

Selain bisa menjadi guru matematika, mahasiswa juga dibentuk agar bisa menjadi peneliti dan berwirausaha. (Red.pikiRindu)

Palang Merah Indonesia Kabupaten Manggarai Selenggarakan Kegiatan Orientasi Pembina PMR

Foto bersama fasilitator, panitia, dan peserta (Sumber: Panitia)

Penulis: Elisabeth Irma N. Davidi, Editor: Ricardus Jundu

Infosaja.pikiRindu - Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Manggarai menyelenggarakan kegiatan orientasi pembina PMR tingkat madya dan wira (19/11/2022).

Kegiatan orientasi pembina Palang Merah Remaja tingkat madya dan wira berlangsung selama dua hari, pada 18-19 November 2022 dan dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Manggarai.

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 19 orang Pembina PMR dari bebebrapa sekolah jenjang SMP dan SMA di wilayah kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggarai.

Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Manggarai secara khusus menyelenggarakan kegiatan ini  sebagai bekal bagi pembina PMR dalam melaksanakan tugasnya dengan maksimal.

PMR menjadi wadah pembinaan anggota remaja PMI. Kegiatan pelatihan dan aplikasi TRI Bhakti PMR yang dapat mencetak anggota-anggota PMR yang berkarakter positif dan mencerminkan jiwa kepalangmerahan. 

Anggota PMR merupakan salah satu ujung tombak kegiatan dan pelayanan kepalangmerahan PMI di kabupaten Manggarai.

Dalam memberikan pelayanan yang maksimal dan bermutu baik, anggota PMR harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung pelayanan tersebut. 

Foto latihan pertolongan pertama oleh peserta (Sumber: Panitia)

Dalam memaksimalkan pelayanan PMI kabupaten Manggarai maka diperlukan proses rekruitmen, pelatihan , dan pembinaan anggota PMR. 

Elisabeth Irma N. Davidi, selaku ketua panitia kegiatan sekaligus sebagai pengurus PMI Kabupaten Manggarai bidang PMR dan Relawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah upaya pihak PMI Kabupaten Manggarai untuk menggiatkan kembali unit-unit PMR di sekolah yang sempat ‘mati suri’ selama pandemi Covid-19 kali lalu.

Baca Juga: Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Ikut Berbagai Perlombaan

“Kegiatan ini adalah upaya revitalisasi unit-unit PMR sekolah, baik jenjang Madya (SMP) maupun jenjang Wira (SMA) untuk kembali terlibat aktif dalam berbagai program PMR dan mengimplementasikan TRI Bhakti PMR bagi lingkungan sekitarnya. Diharapkan setelah kegiatan ini, para pembina PMR yang telah mengikuti kegiatan orientasi, semakin aktif merancang dan mengimplementasikan program-program pada unit PMR sekolahnya masing-masing”, jelas Davidi.

Kegiatan Orientasi Pembina PMR kali ini didampingi oleh beberapa fasilitator  terlatih dari PMI Kabupaten Manggarai dengan beragam materi kepalangmerahan dan ragam teknik pelatihan yang digunakan.

Pelatihan ini memungkinkan para peserta orientasi mendapatkan pemahaman dan keterampilan kepalangmerahan yang memadai. 

“Orientasi merupakan bentuk pengakuan Organisasi PMI kepada semua pihak yang mendarmabaktikan karyanya untuk kemanusiaan, secara khusus Para Pembina PMR yang sudah mengikuti kegiatan selama 2 hari ini. Mereka mengkuti kegiatan ini dengan semangat. Beberapa harapan muncul dari mereka untuk mengembangkan dan memajukan PMR di masing-masing sekolah dan ini hal yang baik, karena kita mengharapkan peran mereka terutama dalam mengedukasi nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anak PMR baik di SD, SMP, dan SMA/K”, tegas Tommy Hikmat,  selaku salah satu fasilitator pada kegiatan orientasi ini. 

Salah satu peserta orientasi  dari SMK St. Petrus Ruteng, Ibu Maria K.D Sambang, memberikan testimoni positif  terhadap kegiatan orientasi ini. 

“Saya senang sekali dilibatkan dalam kegaiatan yang diselenggarakan PMI Kabupaten Manggarai, yang memungkinkan kami untuk difasilitasi dalam kegiatan Orientasi Pembina PMR kali ini, sehingga kami mampu memahami dan mengetahui tentang materi kepalangmerahan dan PMR. Semoga setelah kegiatan ini kami dapat semakin  paham dan terampil dalam membimbing dan mendampingi siswa/i anggota PMR kami di sekolah, dan terlibat aktif dalam berbagai TRI Bhakti PMR yang bermanfaat bagi siswa/i kami dan masyarakat sekitar," jelas Sambang.

Baca Juga: Guru MGMP Mata Pelajaran PPKN SMPN 6 Cibal Gelar Sosialisasi Anti Bullying

Kegiatan orientasi pembina PMR ini turut dibuka dan ditutup secara resmi oleh ketua PMI Kabupaten Manggarai, bapak Roni Kaunang.

Pada kesempatan itu, bapak Rony memberikan penegasan bahwa kegiatan ini menjadi starting point yang optimal untuk kembali menghidupkan PMR-PMR di sekolah-sekolah dan turut menyuksukseskan berbagai program-program kepalangmerahan di tingkat PMI Kabupaten Manggarai khususnya dan PMI tingkat Nasional pada umumnya. (Red.pikiRindu)

Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Ikut Berbagai Perlombaan

Foto: mahasiswa mengikuti salah satu lomba yaitu lomba debat (sumber: panitia)

Penulis: Ricardus Jundu, Editor: Florida N. Kabut

Infosaja.pikiRindu - Program studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berbagai perlombaan (Sabtu, 19/11/2022).

Kegiatan perlombaan ini sebagai salah satu program yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng.

Dalam kegiatan ini secara khusus mengusung tema; "Pendidikan Berbasis Digital Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar"

Program ini dijalankan setiap tahun sebagai ajang melatih mahasiswa agar bisa berkompetisi di era persaingan yang semakin ketat.

Berbagai perlombaan yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi pendidikan matematika ini yaitu debat, pidato, presenter, serta berbagai penulisan proposal yang berkaitan dengan kreativitas mahasiswa.

Foto dosen dan peserta lomba saat acara pembukaan kegiatan (Sumber: Panitia)


Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku ketua prodi Pendidikan Matematika, "kegiatan ini sebagai ajang berkompetisi di tingkat mahasiswa serta bertujuan untuk mencari mahasiswa yang siap bersaing dalam berbagai perlombaan tingkat nasional."

Baca Juga: Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Selenggarakan Kegiatan KNMIPA

"Tidak ada yang sempurna tetapi yang paling penting adalah proses belajar agar menjadi pribadi yang unggul. Kegiatan ini juga untuk peningkatan soft skill mahasiswa," jelas Romo Emil.

Lana Sugiarti, M.Pd., selaku moderator HMPS, mengatakan "kegiatan ini terselenggara sebagai kerja sama setiap pengurus HMPS dan panitia pelaksana. Manfaatkan kesempatan ini sebagai ajang untuk belajar banyak hal sebelum turun ke tengah masyarakat setelah tamat nanti."

Ketua panitia pelaksana, Irenius Asin, mengatakan " saya berharap dengan perlombaan ini mahasiswa prodi pendidikan matematika menjadi calon guru yang inovatif dan penuh kreativitas yang tinggi di era digital."

Berbagai perlombaan yang dilaksanakan ini berjalan dengan penuh semangat oleh mahasiswa. Hal ini memberikan gambaran bahwa mahasiswa prodi Pendidikan Matematika siap bersaing ke depannya.

Fransiskus Nendi, S.Si., M.Pd., selaku juri debat menyampaikan bahwa "lomba debat ini sangat baik untuk dilakukan sebagai salah satu langkah memperkuat publik speaking mahasiswa sekaligus mempersiapkan mahasiswa prodi Pendidikan Matematika dalam rangka berdebat tingkat universitas bahkan sampai tingkat nasional."

Foto saat juri debat memberikan penilaian ( Sumber: Panitia) 

Pengumuman pemenang berbagai perlombaan itu akan disampaikan pada hari Sabtu, 26 November 2022.

Baca Juga: Rekoleksi Bagi Wisudawan Unika Santu Paulus Ruteng: Berkaryalah Secara Inovatif, Adaptif, Dan Kolaboratif

Lulusan prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng diharapkan menjadi pribadi yang unggul dalam kehidupan bermasyarakat di era persaingan global yang semakin tinggi. (Red.pikiRindu)

Rekoleksi Bagi Wisudawan Unika Santu Paulus Ruteng: Berkaryalah Secara Inovatif, Adaptif, Dan Kolaboratif

Foto: RD. Edi Manori (Sumber: Panitia)

Kontributor: Rudolof Ngalu, Editor: Ricard Jundu

Infosaja.pikiRindu - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng melaksanakan rekoleksi dan misa perutusan bagi calon wisudawan pada Jumat (11/11/2022). 

Rekoleksi dan misa perutusan yang bertema “BELAJAR SEPANJANG HAYAT, BERKARYA SECARA INOVATIF, ADAPTIF, DAN KOLABORATIF: UNIKA SANTU PAULUS RUTENG MENUJU CENTER OF EXCELLENCE.”  

Rekoleksi ini dilaksanakan untuk mempersiapkan calon wisudawan yang akan diwisuda pada Minggu (13/11/2022). 

Rekoleksi dan misa perutusan berlangsung di Aula Gedung Utama Timur Unika Santu Paulus Ruteng dan dipimpin lansung oleh RD. Edi Manori, Pr. 

Mengawali rekoleksinya, RD. Edi Manori, Pr menghubungkan tema dengan tiga (3) harapan almamater Unika Santu Paulus Ruteng untuk para calon Wisudawan. 

Ketiga harapan tersebut adalah belajar sepanjang hayat; Bekerja inovatif, kolaboratif dan adaptif; dan mengharumkan nama Lembaga Unika Santu Paulus Ruteng. 

Pada poin pertama RD. Edi Manori, Pr mengatakan bahwa 3 prinsip belajar sepanjang hayat. 

Foto: peserta rekoleksi dan misa perutusan

Pertama, belajar sepanjang hayat tentu bukan untuk dapat ijazah dan gelar, namun belajar sepanjang hayat berarti belajar untuk hidup, untuk memaknai hidup dan membuat hidup bermakna bagi sesama dan alam ciptaan Tuhan. 

Baca Juga: Calon Wisudawan Unika Santu Paulus Ruteng Dipersiapkan Menjadi Masyarakat Yang Inovatif, Adaptif, Dan Kolaboratif

Kedua, belajar sepanjang hayat bermakna holistik integratif yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk melakukan (learning to do), belajar untuk menjadi (learning to be). karena itu belajar untuk hidup berarti belajar untuk berubah dan berbuah. 

Ketiga, belajar sepanjang hayat secara spiritual berarti belajar menjadi murid yang diutus untuk pergi dan menghasilkan buah.

Para calon sarjana memasuki era industri 4.0 dan 5.0 dimana kemajuan pesat teknologi digital dan internet serta hadirnya mesin cerdas yang menggeser sebagian peran manusia serta perubahan dalam aneka bidang kehidupan secara sangat cepat karena itu menuntut kemampuan kerja jejaring, kolaborasi serta sikap adaptif untuk bisa eksis dan maju.

RD. Edi juga mengajak calon sarjana agar tidak perlu takut dan kuatir tentang hari esok sebab kamu telah disiapkan untuk menjadi insan pembelajar yg memiliki kemampuan untuk belajar apa saja dan dalam situasi apa saja. 

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unika Ruteng Gelar Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic

Almamater telah  membekali kamu dengan ketrampilan untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan memecahkan masalah yang dihadapi. 

Itulah modal untuk berlaga di medan tempur kehidupan dan sekaligus jaminan untuk menang dan berprestasi. (Red.pikiRindu)

Calon Wisudawan Unika Santu Paulus Ruteng Dipersiapkan Menjadi Masyarakat Yang Inovatif, Adaptif, Dan Kolaboratif

Foto: Dr. Fransiska lagi memaparkan materi seminarnya (Sumber: panitia)

Kontributor: Rudolof Ngalu, Editor: Ricard Jundu

Infosaja.pikiRindu – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menghelat Seminar Nasional pada Kamis (10/11/2022). 

Pelaksanaan seminar ini masuk dalam salah satu dari beberapa rangkaian  acara wisuda untuk mempersiapkan calon wisudawan menuju masyarakat yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. 

Seminar ini mengusung tema “TRANSFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA MENUJU MASYARAKAT YANG INOVATIF, ADAPTIF DAN KOLABORATIF.”  

Seminar nasional yang berlangsung di Aula Gedung Utama Timur Unika Santu Paulus Ruteng itu melibatkan tiga narasumber utama yaitu pertama, Ibu Dr. Fransiska Widyawati M.Hum, Wakil Rektor I Unika Santu Paulus Ruteng dengan topiknya “UNIKA Santu Paulus Ruteng Sebagai Center of Excellence dan Menjembatani Dunia Kerja."

Kedua, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV Kupang yang membawakan makalah berjudul “Kontribusi Pendidikan dalam Membangun Masyarakat yang Inovatif, Adaptif nan Kolaboratif." 

Ketiga,  Prof. Zantermans Rajagukguk, S.H,. M.M, Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan yang menyajikan materi bertajuk “Kontribusi Pariwisata dalam Membangun Masyarakat yang Inovatif, Adaptif dan Kolaboratif”. 

Dalam seminar ini, pembicara pertama, 583 calon wisudawan, dan beberapa dosen hadir secara langsung di tempat  kegiatan. 

Pembicara kedua dan ketiga hadir secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Dalam laporannya, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., sebagai Koordinator Seminar nasional ini menyampaikan bahwa kemajuan dalam Revolusi Industri 4.0 saat ini melahirkan cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan di berbagai sektor, seperti pendidikan, manufaktur, perbankan, jasa dan lain sebagainya. 

“Dampak dari kemajuan ini terkait lansung dengan tuntutan dunia kerja. Karena itu, kematangan SDM yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif sangat dibutuhkan dalam pelbagai bidang pekerjaan tersebut,” ujar Dr. Max.

Foto peserta seminar nasional

Sementara itu, dalam sambutan pembukaan, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes S. Lon, M.A mengajak para calon wisudawan untuk bersiap diri menghadapi paradoks Era Disrupsi pada Revolusi Industri 4.0. 

“Era disrupsi menciptakan paradoks, dia menghancurkan sesuatu yang mapan dan memberikan ancaman baru, namun di sisi lain menciptakan cara-cara kreatif yang tak pernah terpikirkan sebelumnya dalam memberikan solusi terhadap masalah-masalah sosial kemanusiaan. Titik-titik paradoks ini menjadi peluang bagi akademisi untuk mengkajinya secara cermat agar menemukan inovasi-inovasi yang bertujuan meminimalisir dampak negatif dan sebaliknya memaksimalkan dampak positif bagi kehidupan,” terang Prof. John.

Prof John juga mengajak calon wisudawan untuk memanfaatkan kehadiran dan keahlian  para narasumber dengan baik. 

“Kita bersyukur bahwa hari ini kita memiliki narasumber yang tepat, mumpuni dan sangat berpengalaman. Mari kita manfaatkan kehadiran dan kepakaran narasumber agar pertemuan ini menjadi momoen perubahan yang bermakna dalam perjalanan akademis kita,” tegas Prof. John.

Baca Juga: Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Selenggarakan Kegiatan KNMIPA

Pada sesi presentasi makalah, Dr. Fransiska Widyawati M.Hum sebagai narasumber pertama menyatakan bahwa momen wisuda adalah momen tranformasi yang harus dimaknai dengan benar. 

“Wisuda adalah gerbang dan langkah awal bertransformasi dari dunia belajar ke dunia lain. Life starts after graduation. Masuk dalam dunia “sesungguhnya”. Dunia kerja, dunia masyarakat atau dunia akademis lebih tinggi,” jelas Dr. Fransiska. 

Karena itu, ia meminta para wisudawan agar memanfaatkan semua hal yang telah diperoleh di bangku kuliah untuk menentukan target dan merumuskan visi ke depan yang jelas demi masa depan yang lebih baik.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng menjelaskan tuntutan yang harus dipenuhi oleh lulusan perguruan tinggi di tengah peluang dan tantangan pada era digital demi menyiapkan generasi unggul Indonesia Emas 2045. 

“Perubahan teknologi, sosial, dan lingkungan sedang terjadi secara global. Apalagi, pandemi virus COVID-19 telah mendorong terjadinya perubahan struktural yang sangat cepat. Tuntutan dan cara bekerja pada masa depan akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan hari ini. Kemampuan memecahkan masalah, kognitif, dan sosial akan menjadi semakin penting; kebutuhan keterampilan fisik akan semakin berkurang,” jelas Prof. Adrianus.

Untuk itu, menurut Prof Adrianus,  semua lulusan harus memikirkan dua arah pengembangan diri, yaitu kompetensi dasar dan kompetensi holistik terintegrasi. 

“Arah kompetensi generasi Indonesia menuju 2045 pada dua arah kompetensi, yaitu kompetensi dasar dan kompetensi holistik terintegrasi. Kompetensi dasar meliputi Kompetensi Keberagamaan (Religiosity Competence), Kompetensi Kewarganegaraan (Citizenship Competence),  Kompetensi Keilmuan -Literasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, dan Bahasa (IPTEKSB),  Kompetensi Digital,  Kompetensi Belajar untuk Belajar. Sementara kompetensi holistik terintegrasi terdiri dari Kompetensi untuk Hidup, Kompetensi untuk Kehidupan, dan Kompetensi untuk Penghidupan,” jelasnya.

Baca Juga: Implementasikan Kurikulum MBKM, 32 Dosen PGSD Unika Ruteng Ikut Workshop Kurikulum

Selanjutnya, narasumber terakhir, Prof. Zantermans Rajagukguk, S.H,. M.M menjelaskan "pengembangan pariwisata yang menjadi prioritas pembangunan dan pengembangan ekonomi memiliki kontribusi besar dalam menciptakan masyarakat yang inovatif, adaptif dan kolaboratif."

Untuk itu, ia mengajak para calon wisudawan untuk memanfaatkan peluang pengembangan pariwisata yang tengah gencar digalakkan pemerintah untuk menumbuhkan kemampuan inovatif, adaptif dan kolaboratif untuk masa depan diri dan bangsa yang lebih baik.

Pelaksanaan seminar hari ini memperlihatkan bahwa para peserta juga tampak aktif dan antusias mengikuti pemaparan materi dari awal hingga akhir kegiatan. 

Setiap sesi pemaparan juga menyediakan sesi diskusi untuk mendalami materi dalam proses diskursif dan interaktif. (Red.pikiRindu)

Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Selenggarakan Kegiatan KNMIPA

Foto kegiatan pembukaan KNMIPA tingkat Prodi Pendidikan Matematika

Penulis: Ricardus Jundu, Editor: Florida N. Kabut

Infosaja.pikiRindu - Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng mengadakan kegiatan Kompetisi Nasional MIPA (KNMIPA) tahun 2022 pada bidang matematika di tingkat Prodi Pendidikan Matematika.

Kegiatan KNMIPA ini berlangsung di aula Rosmalen Unika Santu Paulus Ruteng (05/11/2022). Jumlah peserta dalam kegiatan ini yaitu sebanyak 73 orang mahasiswa.

Pelaksanaan kegiatan ini sebagai tahap awal dalam menyeleksi mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan yang sama di tingkat LLDIKTI XV.

Lanjutan dari kegiatan ini adalah mahasiswa yang meraih juara akan dibimbing khusus dalam klinik matematika prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng.

Mahasiswa mengikuti kompetisi

Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku ketua prodi Pendidikan Matematika mengatakan "Yang menang atau menjuarai KNMIPA tingkat prodi akan dibimbing khusus oleh 5 orang dosen prodi pendidikan matematika dalam klinik matematika."

Baca Juga: Implementasikan Kurikulum MBKM, 32 Dosen PGSD Unika Ruteng Ikut Workshop Kurikulum

"Bimbingan khusus ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan mahasiswa pendidikan matematika untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Saya mengharapkan mahasiswa bisa menjuarai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi," jelas Romo Emil.

Ricardus Jundu, S.Si., M.Pd., selaku ketua panitia KNMIPA 2022, menjelaskan bahwa mahasiswa harus bisa berkompetisi atau bersaing dalam konotasi positif.

"Mahasiswa pendidikan matematika pernah mewakili kopertis wilayah 8, Bali  dan Nusa Tenggara, untuk mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional, sehingga harapan besar bagi yang menjuarai KNMIPA kali ini juga bisa sampai pada level nasional," terang Ricard.

Baca Juga: Guru MGMP Mata Pelajaran PPKN SMPN 6 Cibal Gelar Sosialisasi Anti Bullying

Romo Maks Regus, selaku Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, menyampaikan dukungannya pada sambutan sebelum membuka kegiatan ini secara resmi.

Romo Maks mengatakan "dalam kompetisi kita bisa juara dan juga tidak juara, kompetisi ini melatih kita untuk bisa bersaing di tengah jaman yang semakin maju ini. Harapan saya adalah mahasiswa yang juara di tingkat prodi bisa juga menjadi juara di tingkat LLDIKTI XV nantinya."

Dari kegiatan KNMIPA tahun 2022 ini ada 7 orang mahasiswa yang menjadi juara. 

Foto ketua prodi pendidikan matematika dan ketua panitia KNMIPA bersama para juara

Mahasiswa yang menjadi juara dari peringkat 1 sampai 7 yaitu Yasinta Jelimun, Maria R. I. Purnama, Marselina Y. P. Cahya, Maria Infiolata Ferrari, Maria Angela Banggut, Kalista Entika Erni, Aloysius P. Vigo.

Mahasiswa yang juara mendapatkan hadiah dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang telah berjuang dan mempersiapkan diri dengan baik.

Ketujuh peserta yang juara harus siap dibimbing di klinik matematika prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi di level yang lebih tinggi. (Red.pikiRindu)

Guru MGMP Mata Pelajaran PPKN SMPN 6 Cibal Gelar Sosialisasi Anti Bullying

Foto penyelenggara kegiatan

Infosaja.pikiRindu - Anti bullying di sekolah menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi sekolah dalam rangka menciptakan kenyamanan belajar siswa.

Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda 28 Oktober 2022, SMP Negeri 6 Cibal menyelenggarakan kegiatan sosialisasi anti bullying.

Kegiatan sosialisasi anti bullying ini berlangsung di aula SMP Negeri 6 Cibal (27/10/2022). Kegiatan ini diselenggarakan oleh kelompok Musyawarah Guru Mapel PPKN SMPN 6 Cibal.

Sosialisasi anti bullying ini menghadirkan dua orang pemateri yaitu Ambrosius Udal, S.Pd. dan Agnesti A. Darmin, S.Pd. Penanggung jawab dalam kegiatan ini Agustinus Pank Suriman, selaku kepala sekolah SMPN 6 Cibal dan ketua panitianya Yohanes Gabriel Magut, S. Pd.

Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. 

Yohanes G. Magut, selaku ketua panitia mengatakan "terselenggaranya kegiatan ini  atas dasar kepedulian dari kelompok guru mata pelajaran PPKN SMPN 6 Cibal terhadap fenomena yg terjadi dilingkungan sekolah SMPN 6 Cibal." 

Banyak kasus-kasus konflik yang terjadi antara peserta didik yang diawali dari bullying terhadap individu atau kelompok lain. Kelompok Guru mata pelajaran PPKN merasa bertanggung jawab terhadap fenomena ini yang mana dalam ilmu pendidikan PPKN selalu mengajarkan nilai-nilai yg baik, pendidikan moral yang baik dan etika yang baik dalam pergaulan kehidupan sehari-hari termasuk dalam lingkungan sekolah, lanjut Magut.

Ambrosius, selaku pemateri mengatakan "kegiatan ini sebagai ksempatan bagi siswa SMPN 6 Cibal di luar jam pelajaran untuk mengetahui dan memahami apa itu bullying atau perundungan dan segala jenis resikonya, karena praktisnya setiap siswa telah mengalami baik sebagai pelaku maupun sebagai korban bullying atau perundungan sehingga membuat mereka tidak nyaman berada di sekolah.

Foto pemateri lagi menyampaikan materi

Selanjutnya, Meisiana Gaim, siswa kelas VIIIB selaku peserta mengatakan "kami senang sekali mengikuti kegiatan ini,terutama untuk menyadarkan kami tentang perilaku bullying yang sering kami lakukan di sekolah maupun di rumah."

Kami pun bertekat untuk menghentikan perilaku-perilaku bullyng agar  terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman serta kami pun mengikuti pendidikan di sekolah secara efektif, sambung Meisiana.

Foto siswa lagi deklarasi anti bullying

Dalam hal ini, kelompok guru mata pelajaran PPKN ingin memberikan penekanan bahwa mata pelajaran PPKN harus menjadi pedoman nilai-nilai dan norma dalam bertingkah laku bagi peserta didik.

Peserta didik harus menerapkan nilai dan norma itu sehingga bisa menekan tindakan bullyng/perundungan antara siswa di lingkungan sekolah. 

Dengan adanya kegiatan sosialisasi lingkungan sekolah anti bullying yang diselenggarakan oleh kelmpok MGMP PPKN lingkungan sekolah SMPN 6 Cibal diharapkan terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. 

Hal itu bertujuan untuk mempersiapkan pemuda-pemudi yang berprilaku baik sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. (Red.pikiRindu)


Kontributor: Elisabet Irma N. Davidi

Editor: Ricardus Jundu

Prodi Peternakan Unika Ruteng Gelar Pelantikan Pengurus HIMAPET

Foto: Pelantikan pengurus HIMAPET (sumber: panitia)

Program Studi Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Peternakan (HIMAPET) yang Baru

Infosaja.pikiRindu- Program Studi Peternakan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar acara pelantikan badan pengurus Himpunan mahasiswa peternakan periode 2022-2023 (Sabtu, 01/10/2022). 

Acara pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Peternakan (HIMAPET) dilaksanajan di kampus Unika Ruteng dan dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Peternakan, Maria Tarsisia Luju, S.Pt., M.Pt. 

Maria mengatakan bahwa pengurus yang baru harus mampu bekerja sama dan berkolaborasi dalam wadah organisasi HIMAPET. Sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik ketika program dan kegiatannya juga bisa mengarah dan mencapai visi dan misi, jelas Maria.

Sebagai pengurus baru HIMAPET harus bisa memberikan sumbangan yang berarti bagi kemajuan program studi peternakan. Jangan sampai pengurus baru HIMAPET hanya sebagai struktur organisasi di atas kertas tanpa program kegiatan yang jelas dan terukur.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unika Ruteng Gelar Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic

Mahasiswa harus berani berorganisasi untuk melatih jiwa kepemimpinannya. Hal ini tentunya akan sangat berguna setelah mahasiswa tamat dan hidup bersama masyarakat.

Ketua dan wakil ketua HIMAPET terpilih adalah Benyamin Manggas dan Inocent Triyordan Rentoto. Dalam sambutannya, ketua HIMAPET terpilih mengajak semua mahasiswa prodi peternakan untuk bersama membantu mereka dalam berbagai program kegiatan kemahasiswaan. "Kami membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak agar bisa mewujudkan visi dan misi," jelas Benyamin.

Baca Juga: Implementasikan Kurikulum MBKM, 32 Dosen PGSD Unika Ruteng Ikut Workshop Kurikulum

Dalam kegaitaan pelantikan ini turut hadir  juga moderator HIMAPET drh. Korbinianus Feribertus Rinca, S.KH., M.Sc,.  Selain itu, turut hadir para pengurus baru HIMAPET yang siap dilantik dan para dosen prodi peternakan Unika Santu Paulus Ruteng.

Acara pelantikan diawali dengan pembacaan doa kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, setelah itu sambutan dari ketua program studi peteranakan.

Sebelum pelantikan ada kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Peternakan serta laporan pemilihan badan pengurus HIMAPET oleh moderator. 

Acara inti dalam kegiatan ini berupa pembacaan SK tahun 2022 tentang pengangkatan badan pengurus HIMAPET terpilih dilanjutkan dengan pelantikan serta Pembacaan ikrar pengurus baru Himpunan Mahasiswa yang dipimpin langsung oleh Ketua program Studi Peternakan dan disaksikan oleh moderator HIMAPET, dosen dan semua pengurusnya.

Baca Juga: 386 Mahasiswa PGSD FKIP Unika Ruteng Mengikuti Pembekalan Magang II

Dengan dilantiknya pengurus baru HIMAPET periode 2022-2023 diharapkan akan membawa perubahan bagi prodi Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng untuk menjadi lebih baik ke depannya dengan capaian prestasi-prestasi,  baik tingkat lokal, regional maupun nasional.


@Red.pikiRindu

Implementasikan Kurikulum MBKM, 32 Dosen PGSD Unika Ruteng Ikut Workshop Kurikulum

Foto: Dosen PGSD ikut workshop kurikulum MBKM (Sumber: Selvianus Hadun)

32 Dosen PGSD Mengikuti Workshop Pengmbangan Kurikulum MBKM

Infosaja.pikiRindu- Sebanyak 32 orang dosen jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKA Santu Paulus Ruteng mengikuti workshop yang bertajuk pada pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Jumat, (16-19/2022) sampai Sabtu, (17/9/2022) di GUB 209. 

Mikael Nardi, selaku ketua prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng, dalam sambutannya mengatakan bahwa adapun alasan yang melatarbelakangi kegiatan workshop ini adalah kita telah dan sedang memberlakukan kurikulum MBKM. Oleh sebab itu, kita perlu berbagai pedoman implementasi KMBKM. 

“Kita telah dan sedang memberlakukan kurikulum MBKM. Oleh sebab itu maka kita perlu berbagai pedoman untuk mengimplementasikan MBKM pada level prodi terutama kegiatan MBKM yang menggunakan model struktur form pada semester enam dan tujuh,” jelas Mikael Nardi. 

Ketua Prodi PGSD juga menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan itu dalam rangka menghasilkan MBKM pada level prodi. “Target pencapain dari kegiatan ini agar Dosen PGSD memahami kurikulum MBKM PGSD. Selain itu prodi PGSD mampu menghasilkan pedoman-pedoman implementasi MBKM,” ungkap Mikael Nardi. 

Sementara itu Marselinus Robe, sekretaris Jurusan PGSD mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi prodi khususnya para dosen PGSD. Kurikulum kita harus sesuai tuntutan zaman dan sesuai dengan kenyataan di lapangan. 

“kita ibarat sebagai penjual di dunia pemasaran prodak. Jikalau kita menjual prodak yang tidak sesuai dengan tuntutan pelanggan maka prodak kita tidak akan terjual. Sama seperti mahasiswa yang belajar di jurusan kita. Kita harus mampu mempersiapkan mereka sebagai prodak yang unggul. Mempersiapkan calon guru yang dapat langsung bekerja di lapanagn. Mempersiapkan calon guru yang siap terserap di dunia kerja” lanjut Marselinus.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unika Ruteng Gelar Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic 

Marselinus juga mengatakan bahwa Dosen PGSD perlu mengikut perkembangan kurikulum yang berlaku pada saat ini. Jika kita tidak ikut perkembangan dan tuntutan di dunia kerja maka lulusan kita tidak akan terpakai di lapangan kerja. 

“Ibarat jika Designer busana mendesain tidak sesuai dengan trend dan keinginan pelanggan maka busana itu tidak akan laku di pasaran. Begitu juga dengan kurikulum di program studi. Kita harus menggunakan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan yang ada sekarang ini” tutup Marselinus. 

Kegiatan Workshop itu dihadiri oleh Dr. I Gede Margunayasa, S.Pd..,M.Pd. yang akrab disapa Dr. Marguna. Beliau merupakan salah satu Dosen di Kampus Undiksha Bali. Dr. Marguna hadir sebagai naras umber dalam kegiatan workshop itu. 

Dalam pemamparan materinya menegaskan arti penting kurikulum MBKM dalam konteks pengembangan kurikulum secara berkelanjutan. “Kegiatan ini sangat membantu proses pengembangan potensi berkelanjutan dari para Dosen dalam bidang kurikulum. Dosen-dosen harus lebih meningkatkan lagi kemampuan menyusun kurikulum dalam pengembangan dirinya demi masa depan diri dan masa depan prodi dan tentunya masa depan kampus. Prodi yang baik adalah prodi yang mampu mengahsilkan output yang cepat terserap di dunia kerja” Ungkap Dr. Marguna. 


Contributor: Selvianus Hadun

@red.pikiRindu

Tingkatkan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Unika Ruteng Gelar Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic

Foto: Rektor Unika Santu Paulus Ruteng lagi memberikan sambutannya (sumber foto: Ricardus Jundu)

Infosaja.pikiRindu– Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng mengadakan Workshop dan Coaching Clinic Proposal Penelitian & PKM Hibah DRPM Pembiayaan Tahun 2022. 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring dan daring (16 September 2022). Kegiatan ini dilaksanakan di GUT lantai 5 Unika Ruteng. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai hari ini, 16 sampai 19 September 2022.  

Baca Juga: 386 Mahasiswa PGSD FKIP Unika Ruteng Mengikuti Pembekalan Magang II

Narasumber kegiatan Workshop dan Coaching Clinic ini adalah adalah Prof. Dr. Ir. Didik Sulistyanto, Sc., Agr. Para peserta kegiatan hadir secara offline sedangkan nara sumber menyajikan materinya secara online melalui platform media zoom meeting. 

Nara sumber dalam kegiatan ini memiliki reputasi yang sangat baik dalam hal hibah penelitian, PKM dan Maching Fund, baik nasional maupun internasional. Bahkan, narasumber yang diundang ini sudah sering memenangi hibah dengan dana hibah tertinggi yang pernah diraih sebesar 3 miliar rupiah.

Kegiatan Workshop dan Coaching Clinic yang dilaksanakan ini merupakan program kegiatan yang didanai dari hibah PKKM.

Baca Juga: Unika Santu Paulus Ruteng Persiapkan Peran Mahasiswa Dalam Hidup Bersama Masyarakat

Rangkaian acara dalam kegiatan pembukaan dimulai dengan laporan ketua palaksana dan dilanjutkan dengan sambutan Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes S. Lon, M.A yang secara resmi mambuka kegiatannya.

Dr. Maximus Tamur, M.Pd., sebagai ketua pelaksana dan Koordinator ISS-MBKM, menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memfasilitasi para dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng untuk merancang tema penelitian dan PkM yang relevan dengan kebutuhan mitra baik di Satuan Pendidikan, Lembaga Pemerintahan, maupun masyarakat. 

Selain itu, kata Dr. Max bahwa kegiatan ini membantu dosen dan mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng untuk merancang Proposal Penelitian dan PkM yang dapat diikutkan pada Hibah Kemendikbud, meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi mahasiswa pada jurnal bereputasi; dan Mempersiapkan para dosen untuk menjadi fasilitator dalam Aktivitas Merdeka Belajar-Kampus Merdeka khususnya terkait Penelitian dan PkM yang berkolaborasi dengan mahasiswa.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes S. Lon, M.A, menginstruksikan kepada para dosen untuk memanfaatkan keilmuan nara sumber, dan jadikan forum ini sebagai ajang bertanya berkaitan dengan penyusunan proposal penelitian dan PkM sehingga berpotensi memenangi hibah dari kementerian. 

“Pada saat kampus kami berada di kluster binaan, banyak dosen-dosen kami yang memenangi hibah dari skema dosen pemula, namun pada saat kluster kami menjadi madya, kami kesulitan menangi hibah dalam 2 tahun terkahir," jelas Prof. John.

Selanjutnya dalam pemaparan materi, Prof Dr. Didik Sulistyanto, memulai dengan menyampaikan pengelompokan Kluster Perguruan Tinggi yaitu kelompok mandiri, kelompok utama, kelompok madya kelompok binaan.

Selanjutnya, Prof. Didik memaparkan materi terkait langkah - langkah yang tepat dalam menyusun proposal sehingga bisa menang hibah kemendikbud. 

Baca Juga: Mahasiswa Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Adu Argumen

Pelaksanaan kegiatan ini sungguh memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para peserta kegiatan. Hal ini dilihat pada saat diskusi dan tanya jawab, dimana peserta antusias untuk mencari tahu tentang berbagai hal yang berkaitan dengan proposal. 

Rencana kegiatan di hari kedua dan ketiga yaitu bedah proposal dosen yang telah dikirim ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katoli Indonesia Santu Paulus Ruteng. Bedah proposal ini sebagai bentuk melatih dan menemukan kekurangan proposal untuk diperbaiki sehingga bisa diajukan untuk mengikuti hibah.


@red.pikiRindu

386 Mahasiswa PGSD FKIP Unika Ruteng Mengikuti Pembekalan Magang II

Sumber foto: panitia magang II PGSD Unika Santu Paulus Ruteng

Infosaja.pikiRindu– 386 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKA Santo Paulus Ruteng mengikuti pembekalan magang II di Aula Missio, Jumat, 9 September 2022

Ketua panitia Magang II, Dr. Sabina Ndiung, M. Pd. dalam sambutannya mengapresiasi  semua peserta Magang II yang dengan semangat mengikuti kegiatan itu. Semangat berkoordinasi dan berkolaborasi demi terwujudnya Magang II.

Sabina Ndiung juga Mengapresiasi orangtua mahasiswa yg tetap setia mendukung anaknya sampai sekarang. 

"Saya percaya bahwa tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari orangtua semua perserta Magang II ini tidak dapat dijalankan" kata Dr. Sabina Ndiung. 

Dr. Sabina mengatakan bahwa Kegiatan magang merupakan bentuk pengenalan mahasiswa terhadap sekolah baik menyangkut ekosistem, suasana akademik maupun budaya yang dibangun yang lakukan secara berjenjang. 

Foto mahasiswa PGSD mengikuti pembekalan magang II

"Kegiatan magang II merupakan lanjutan dari program magang I yang berorientasi pada kemampuan merencanakan, melaknsakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara berkelanjutan yang berorientasi pada murid" tegas Dr. Sabina.

Dr. Sabina juga menyampaikan bahwa tujuan dari Magang II adalah untuk meningkatkan kompetensi-kompetensi keguruan yaitu professional, pedagogik, personal, dan sosial sebagai calon guru SD.

Baca Juga: Kepala Desa Liang Sola Apresiasi Kehadiran 13 Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng

"Adapun harapan nya bahwa melalui kegiatan magang II mahasiswa mampu memiliki kompetensi-kompetensi keguruan dengan  adaptasi pada perubahan kurikulum dan teknologi sesuai dengan tuntutan Pendidikan abad 21 dan memiliki nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, bergotong rayong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif untuk mewujudkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang kedepannya sebagai modal dalam melaksanakan tugas guru sesungguhnya di masa depan" Lanjut Dr. Sabina. 

Dr. Sabina Ndiung menyampaikan bahwa peserta Magang II itu sebanyak 386 orang terdiri dari dua angkatan yakni angkatan 2019 dan 2020.

Informasinya, 386 peserta magang itu akan tersebar di tiga kabupaten yakni kabupaten Manggarai, kabupaten Manggarai Timur, dan kabupaten Manggarai Barat. 

Sementara itu, Ketua Prodi PGSD, FKIP, UNIKA Ruteng,  Mikael Nardi mengatakan bahwa Magang II merupakan suatu tahap penting bagi mahasiswa PGSD dalam mempersiapkan diri sebagai seorang Guru SD. 

Mikael Nardi berharap agar peserta Magang II benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius agar apa yang diperoleh selama kegiatan pembekalan menjadi bekal anda di sekolah tempat Magang nantinya. 

"Apa yang menjadi substansi dari kegiatan magang  II ini betul-betul diterapkan di tempat magang anda. Oleh karena itu pembekalan menjadi sesuatu hal yang penting untuk kita semua agar kita memiliki kesiapan" Kata Mikael Nardi.  

Baca Juga: Mahasiswa Harus Kreatif Membangun Usaha Kreatif Berbasis Digital

Lebih lanjut Mikael Nardi menyampaikan bahwa Anda ke tempat Magang II harus dengan penuh kesadaran untuk kuliah, untuk belajar. Anda dituntut untuk masuk sekolah, masuk kelas tepat waktu sebagaimana anda dituntut untuk mengikuti perkuliahan tepat waktu. 

Mahasiswa yang mengikuti magang II tentu mendapatkan momen berharga untuk mengenal lebih jauh visi, misi, dan mimpi-mimpi Prodi PGSD, FKIP UNIKA Santo Paulus Ruteng dalam mendidik generasi muda Indonesia yang terbuka, demokratis, manusiawi dan berwawasan ekologis" tutup Mikael Nardi.


Kontributor: Selvianus Hadun


@red.pikiRindu

Kepala Desa Liang Sola Apresiasi Kehadiran 13 Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus

Foto dari kiri ke kanan: Ricardus Jundu dan Adrianus Harsi

Infosaja.pikiRindu- Kehadiran mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng memberikan warna baru bagi desa Liang Sola terutama pada aspek literasi.

Kegiatan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2022 Unika Santu Paulus Ruteng di desa Liang Sola dilakukan kunjungan oleh dosen pendamping lapangan (DPL) (Jumat, 12 Agustus 2022). Pelaksanaan monitoring ini dilaksanakan sebagai upaya memantau sejauh mana proses pelaksanaan KKN yang sudah dan sedang berjalan di desa.

Dari kegiatan monitoring yang dilakukan DPL diperoleh informasi bahwa berbagai program kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan mahasiswa KKN memberikan dampak yang baik. Program yang memberikan pengaruh yang besar yaitu kegiatan teras literasi.

Adrianus Harsi, kepala desa Liang Sola menginformasikan bahwa semua kegiatan yang diprogramkan mahasiswa sudah dilaksanakan dengan baik dan memberikan hasil yang baik. 

"Terutama program literasi yang dijalankan mahasiswa seperti taman baca, pendampingan anak PAUD,      pembuatan majalah dinding di sekolah dasar, pengenalan bahasa inggris bagi anak, latihan menari bagi anak, dan yang sementara dibuat adalah pembuatan lahan contoh untuk tanaman hortikultura," jelas Adrianus.

Pelaksanaan monitoring kegiatan KKN Unika Santu Paulus Ruteng

Dalam penjelasan lanjutan, Adrianus Harsi menjelaskan bahwa ada perubahan yang baik bagi anak-anak di desa Liang Sola seperti ada anak yang belum kenal huruf sudah bisa mengenal huruf, anak yang belum bisa menulis secara perlahan sudah bisa menggunakan alat tulis, anak-anak sudah mulai  diperkenalkan dengan bahasa inggris, dan juga ada peningkatan aktifitas di taman baca. 

"Kendala di desa berkaitan dengan taman baca seperti kekurangan buku, memang ada buku tetapi masih kurang, apalagi anak-anak pasti bosan membaca buku yang sama berulang-ulang kali karena tidak adanya buku-buku baru, taman baca tentunya masih membutuhkan buku untuk terus meningkatkan minat baca bagi anak," sambung Adrianus.

Selanjutnya, Adrianus memberikan apresiasi kepada 13 mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Ruteng karena kehadiran mereka memberikan pengaruh yang baik bagi desa. Harapannya kegiatan seperti KKN terus berlanjut untuk desa Liang Sola ke depannya dan tidak hanya pada tahun ini.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unika Santu Paulus Gerakkan Program Teras Literasi

DPL KKN di desa Liang Sola, Ricardus Jundu, mengucapkan terima kasih kepada desa Liang Sola melalui kepala desa karena sudah menerima, menjaga, dan mendampingi mahasiswa KKN dari Unika Santu Paulus Ruteng.

Dalam diskusi dengan kepala desa dan beberapa staf desa menunjukkan bahwa desa masih membutuhkan perhatian dari berbagai pihak karena desa memiliki potensi yang besar sebagai penyokong daerah pariwisata seperti di Labuan Bajo. 

DPL KKN dan kepala desa saling berbagi pengalaman kepada para mahasiswa tentang bagaimana peran kaum terpelajar bagi pembangunan desa.

Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Persiapkan Peran Mahasiswa Dalam Hidup Bersama Masyarakat

Kehadiran kaum terpelajar harus bisa memberi warna baru bagi desa untuk kemajuan desa. Di sela-sela perbincangan tentang KKN, DPL dan kepala desa juga berdiskusi tentang membangun usaha karena output sarjana harus bisa menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Mahasiswa mulai dari sekarang harus bisa mencari peluang usaha agar bisa dijadikan ladang untuk bekerja setelah menyelesaikan kuliah. 

Sebagai contoh, daerah kita memiliki hasil seperti singkong tetapi kita lebih suka membeli kripik singkong yang dijual di mini market dari pada membuat kripik singkong sendiri untuk dikonsumsi dan dipasarkan. 

Ada banyak hasil kekayaan alam di tiga daerah Manggarai ini. Sekarang, bagaimana kita berpikir kreatif dan inovatif agar bisa memanfaatkan kekayaan alam itu secara bijak sehingga bisa memberikan manfaat bagi kehidupan kita.


@Red.pikiRindu

Redaksi pikiRindu.com: Selamat Kepada Pemenang Kontes Cipta Puisi (KCP) 2022

 

Selamat Kepada Pemenang Kontes Cipta Puisi (KCP) 2022


Infosaja.pikiRindu- Pelaksana Kontes Cipta Puisi 2022 telah memeriksa kunjungan pembaca di www.pikirindu com pada menu Rasa. Dari hasil perhitungan kunjungan pembaca diperoleh persentase kunjungan pembaca dari 10 kontestan terbaik KCP 2022.

Pelaksana kegiatan Kontes Cipta Puisi (KCP) 2022 mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta kontes yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP, SMA, dan Mahasiswa dari berbagai daerah di NTT. 

Ricardus Jundu, selaku pimpinan redaksi media pikiRindu.com menyampaikan terima kasih kepada pelaksana Kontes Cipta Puisi (KCP) 2022 dan juga kepada para peserta lomba. 

Lebih lanjut, Ricard mengucapkan selamat kepada 10 kontestan terbaik dan ketiga pemenang kontes. "Semoga kegiatan KCP ini bisa membantu mengembangkan bakat pelajar dalam menulis dan berharap di KCP berikutnya bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak," jelas Ricard.

Kegiatan Kontes Cipta Puisi (KCP) 2022 ini disponsori oleh UMKM Flores Corner Grup. Besar harapannya di kegiatan KCP berikutnya akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar bisa membantu anak-anak mengembangkan bakat menulisnya.

KCP berikutnya akan diselenggarakan pada semester genap tahun 2023. Semoga semakin banyak yang akan berpartisipasi.

Berkaitan dengan pemenang Kontes Cipta Puisi (KCP) 2022 bisa dilihat pada lampiran pengumuman ini (klik di sini)

Bagi 10 kontestan terbaik mendapatkan e-sertifikat penghargaan. Bagi pemenang kontes mendapatkan e-sertifikat penghargaan, e-piagam penghargaan, dan hadiah uang tunai. Oleh karena itu, bagi kontestan terbaik dan pemenang bisa menghubungi kontak pikiRundu.com untuk informasi lebih lanjut.

Sekali lagi, redaksi pikiRindu.com menyampaikan selamat kepada para pemenang kontes.


Salam Literasi,

Redaksi pikiRindu

 


 

Romo Emilianus Jehadus: Yudisium Sarjana Prodi Pendidikan Matematika Sebagai Langkah Awal Bagi Setiap Lulusan

Foto dari kiri ke kanan: Fransiskus Nendi dan Romo Emilianus Jehadus
Infosaja.pikiRindu- Prodi Pendidikan Matematika melaksanakan kegiatan yudisium semester genap 2021/2022 dengan meluluskan 31 orang sarjana pendidikan matematika pada Kamis, 28 Juli 2022.

Pelaksanaan yudisium Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng ini dihadiri oleh ketua Prodi Pendidikan Matematika, dosen, pegawai, dan mahasiswa. Kegiatan yudisium sarjana ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah melaksanakan berbagai proses perkuliahan di Unika Santu Paulus Ruteng dengan baik sehingga layak menyandang gelar sarjana pendidikan.

Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku ketua Program Studi Pendidikan Matematika, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mahasiswa yang sudah lulus sarjana karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng. 

Baca Juga: Ricardus Jundu, Mahasiswa Harus Kreatif Berwirausaha

Lebih lanjut, Romo Emil mengatakan kegiatan yudisium ini sebagai langkah awal untuk masuk dalam dunia yang sesungguhnya. “Hari ini adalah awal bagi kalian semua memasuki dunia nyata dimana kesuksesan itu bergantung pada diri anda sendiri dan keberhasilan di tengah masyarakat tidak hanya dilihat dari IPK tetapi juga dilihat dari kinerja yang baik,” sambungnya

“Keberhasilan tidak ditentukan oleh IPK tetapi bagaimana kamu nanti ketika di tengah masyarakat, di sekolah-sekolah dan di mana saja kalian berada menunjukkan kinerja yang baik saat itu, untuk itu saya mengajak kalian untuk siap berkompetisi di dunia kerja,” jelas Romo Emil.

Selain itu, Fransiskus Nendi, S.Si., M.Pd, selaku sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika, mengatakan mahasiswa yang sudah lulus sarjana harus mampu bertanggung jawab pada dirinya sendiri agar bisa hidup mandiri dan sukses ke depannya. 

Baca juga: Rintis Usaha Mikro Setelah Lulus Sarjana Pendidikan Matematika

Pada yudisium sarjana pendidikan matematika Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng meluluskan 31 sarjana dari 44 mahasiswa yang mengambil program skripsi pada semester genap 2021/2022. Dari 31 lulusan sarjana pendidikan matematika ada 9 mahasiswa dengan lulusan cum laude.

Mahasiswa dengan IPK tertinggi lulusan sarjana pendidikan pada Prodi Pendidikan Matematika diraih oleh Natalia Geofani dengan IPK 3,85. Urutan kedua dan ketiga yang meraih IPK tertinggi yaitu Anastasia Desi Jehadi dengan IPK 3,83 dan Regina Heni Jelita dengan IPK 3,82. 

Foto: Pose bersama Romo Emil dan mahasiswa setelah yudisium

Natalia mengatakan dia sangat bahagia dengan pencapaiannya dalam proses belajar selama ini di Prodi Pendidikan Matematika. “Ada banyak pengalaman yang saya peroleh selama belajar  di Prodi Pendidikan Matematika yang bisa membantu saya dalam mengembangkan minat dan bakat saya sebagai mahasiswa,” jelas Natalia.

Mahasiswa lulusan Prodi Pendidikan Matematika diharapkan mempu beradaptasi dengan perkembangan yang begitu pesat sekarang ini. Sebagai lulusan dari Prodi Pendidikan Matematika, mahasiswa sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman sehingga bisa menjadi pribadi yang tangguh dan mampu bersaing menuju kesuksesan.


@Red.pikiRindu

Mahasiswa KKN Di Desa Liang Sola Gerakkan Program Teras Literasi

Mahasiswa KKN di desa Liang Sola lagi berdiskusi (sumber foto: mahasiswa KKN)

Mahasiswa harus bisa menjadi penggerak dalam kehidupan bermasyarakat

Infosaja.pikiRindu- Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng yang melaksanakan KKN integratif tahun 2022 di desa Liang Sola, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat membuat program kegiatan dengan nama Teras Literasi.

Program kegiatan ini dirancang dari kampus dan akan dilaksanakan di desa Liang Sola untuk meliterasi anak SD dan SMP. Pelaksanaan kegiatannya dimulai hari ini Sabtu, 15 Juli 2022.

Kegiatan dalam program Teras Literasi ini berkaitan dengan pendidikan, pertanian, dan pariwisata. Dalam bidang pendidikan, gerakan yang dilakukan mahasiswa KKN yaitu menulis kreatif, bahasa inggris, dan literasi media pembelajaran.

Dalam bidang pertanian ada kegiatan teras agronomi yang di dalamnya berkaitan dengan literasi pertanian. Selanjutnya, dalam bidang budaya dan pariwisata ada kegiatan yang menghidupkan sanggar dasar.

Peserta KKN di desa Liang Sola berjumlah 13 orang mahasiswa. Mereka merupakan mahasiswa dari beberapa program studi yaitu prodi pendidikan matematika, prodi paud, dan prodi bahasa inggris.

Ricardus Jundu, selaku dosen pendamping lapangan (DPL) menjelaskan bahwa mahasiswa yang turun langsung dalam kehidupan masyarakat di desa Liang Sola harus bisa menjadi penggerak. Mahasiswa harus bisa membantu memecahkan persoalan masyarakat, jelasnya.

Sebelum 13 mahasiswa turun lapangan, mereka berdiskusi bersama DPL untuk merancang berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di desa nantinya. Dari hasil diskusi bersama DPL, maka disepakati rancangan program kegiatan Teras Literasi ini.

Selain, program Teras Literasi, mahasiswa juga merancang program kegiatan bersama kepala desa dan staf desa Liang Sola sehingga hasil rancangannya mahasiswa akan melaksanakan kegiatan seperti bakti sosial, kerohanian, forum diskusi, dan membantu melancarkan kegiatan posyandu dan sosialisasi stunting bersama aparat desa.

Pelaksanaan kegiatan KKN integratif 2022 di kabupaten Manggarai Barat kali ini sebagai hasil kerja sama lembaga Unika Santu Paulus Ruteng dengan pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

Harapannya kehadiran mahasiswa di desa Liang Sola bisa memberi warna baru bagi kehidupan masyarakat desa.


@red.pikiRindu

Unika Santu Paulus Ruteng Persiapkan Peran Mahasiswa Dalam Hidup Bersama Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan pembekalan KKN 2022 Unika Santu Paulus Ruteng (Foto: seksi dokumentasi KKN)
Persiapkan Mahasiswa untuk KKN, Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Kegiatan Pembekalan


Infosaja.pikiRindu- Unika Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif, Selasa (12/07/2022) dan Rabu (13/07/2022). 

Kegiatan pembekalan yang berlangsung secara tatap muka di Aula Missio Unika Santu Paulus Ruteng diikuti oleh 700-an mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP). 

Selain narasumber dari internal kampus, kegiatan pembekalan ini juga menghadirkan Kepala Bappeda Manggarai Barat sebagai pemateri. 

KKN Integratif Lintas Fakultas tahun ini akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, yaitu di 57 desa di 5 Kecamatan (Komodo, Mbeliling, Lembor, Lembor Selatan, dan Welak) mulai 14 Juli sampai dengan 20 Agustus 2022.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon menekankan pada arti strategis kegiatan KKN sebagai bagian integral  pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. “KKN adalah bagian integral dari tridharma. KKN adalah peluang utk peningkatan kualitas diri dan kompetensi intelektual mhsw. KKN juga merupakan kesempatan untuk menerapkan dan meningkatkan pola pikir penelitian: temukan masalah, rumuskan masalah, kumpul data dan analisa data. KKN juga peluang pengabdian kepada masyarakat dan penerapan ipteks,” jelasnya. 

Prof John juga menambahkan bahwa KKN adalah sarana untuk membangun kemitraan sekaligus ajang promosi diri dan lembaga ke tengah masyarakat karena KKN sebagai peluang untuk membangun networking. " Kegiatan KKN tahun 2022 Ini adalah momen belajar dan mengabdi demi kemajuan diri,” tegasnya. 

Sementara itu Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng yang juga menjadi Ketua Panitia Pelaksana KKN Integratif Lintas Fakultas tahun ini, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan KKN tahun ini hendak menjembatani dua dimensi kontemporer penting, yaitu semangat merdeka belajar dan perubahan-perubahan yang terjadi di tengah dunia. “KKN Integratif berusaha menjembatani dua dimensi kontemporer penting. Pertama, semangat merdeka belajar yang sedang menjadi salah satu strategi dan politik pendidikan andalan Indonesia kurang lebih 3 tahun terakhir. Merdeka belajar adalah sebuah filosofi sekaligus gerakan besar pembaharuan pendidikan Indonesia untuk membentuk generasi muda baru Indonesia dengan kapasitas multidimensi yang dibutuhkan pada masa sekarang ini. Kedua, di luar dunia kampus juga sedang terjadi perubahan-perubahan besar pada semua skala dan level kehidupan,” urainya

Lebih lanjut, Dr. Maks mengatakan bahwa wujud perubahan yang paling nyata dan dekat dengan dunia kampus adalah apa yang tengah terjadi di Labuan Bajo. “Pada ranah lokal, salah satu perubahan besar yang paling dekat dengan UNIKA Santu Paulus Ruteng adalah kebijakan pengembangan pariwisata super-premium Labuan Bajo, Manggarai Barat. Unika Santu Paulus mempunyai kewajiban sosial untuk berjalan bersama masyarakat dalam menyambut perubahan besar sehingga dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat sendiri,” terangnya.

Hal ini yang menurut Dr. Maks menjadi pertimbangan utama mengapa KKN tahun ini akan dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat. KKN tahun ini bernaung di bawah tema “Merdeka dan Berdaya Menuju Pariwisata dan Masyarakat yang Adil, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Sekitar 740 mahasiswa dari dua fakultas yaitu FKIP dan FPP akan menjadi peserta KKN tahun ini.

Menutup pernyataannya Dr. Maks menyatakan harapannya terkait pelaksanaan KKN tahun ini. “Kami sangat mengharapkan agar mahasiswa benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik untuk melakukan dua hal, belajar dan mengabdi di tengah masyarakat. Ini adalah momentum penting untuk memeriksa dan mengevaluasi apakah pengetahuan yang anda peroleh selama ini juga merefleksikan perubahan-perubahan sosial yang terjadi sehingga Anda dapat memperbaiki apa yang masih kurang dalam proses kuliah di sini,” harapnya.

Dr. Maks juga berharap ada kerja sama antara mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dalam seluruh proses KKN. “Kami mengajak mahasiswa dengan bantuan DPL dapat menunjukkan sikap, etika, moralitas, aspek religious dalam semangat Santu Paulus saat hadir dan hidup bersama masyarakat, orang tua, dan saudara/i Anda sendiri di tempat KKN. Anda diminta menunjukkan sikap-sikap yang berkenan secara sosial, menghormati keluarga - keluarga yang menerima Anda. Jika Anda mengalami kesulitan, sampaikan kepada DPL Anda masing-masing,” pungkasnya.


Kontributor: Rudolof Ngalu (Panitia Publikasi KKN 2022 Unika Santu Paulus Ruteng)


Editor: Ricard Jundu

Favorit Pembaca




Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi