-->


Masalah Perdagangan Manusia Sebagai Akibat Hilangnya Rasa Kemanusiaan

Foto: Julius Rinus

Penulis: Julius Rinus, Editor: Florida N. Kabut

Pikiran.pikiRindu - Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah seharusnya bisa mensejahterakan kehidupan masyarakatnya. 

Sumber daya alam yang berlimpah itu pun dapat dimanfaatkan oleh masyarakatnya untuk meningkatkan ekonomi. Sisanya, bisa dijadikan produk yang bisa diekspor keluar negeri. 

Berkat sumber daya alam yang berlimpah itu pun sudah pasti dapat menghidupi masyarakat Indonesia. Namun yang menjadi masalah yang sedang dihadapi oleh bangsa ini, mengapa masih banyak yang mau menjadi buruh di negeri orang.

Maraknya pekerja yang ingin bekerja di luar negeri, sampai proses ilegal pun dijalani agar bisa bekerja di luar negeri.

Banyak para calon tenaga kerja luar negeri yang tertipu dan masuk kasus human trafficking.  

Kasus seperti ini justru merugikan para calon pekerja dan menguntung mereka yang tidak bertanggung jawab.

Orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan itu untuk menipu calon pekerja. Faktanya, orang tersebut ingin melakukan perdagangan manusia.

Pertanyaan mendasarnya,  bagaimana caranya agar proses transaksi jual-beli manusia itu tidak ada lagi di bumi tercinta Indonesia ini? Apakah kekayaan sumber daya alam di Indonesia ini sudah habis sehingga tak ada lagi yang dapat diekspor ke luar negeri? 

Baca Juga: Pengaruh Politik Dalam Lingkaran Kekuasaan

Dan sekarang, manusialah yang menjadi barang yang dengan seenak dan semaunya untuk diperjualbelikan ke luar negeri? Apakah manusia tidak memiliki martabat kemanusiaan?

Praktek perdagangan orang atau biasa disebut dengan human trafficking kini terjadi lagi di Indonesia khususnya di provinsi NTT. 

Praktek perdagangan orang ini telah dimuat di surat kabar harian pos kupang pada Rabu, 09/10/2022 tentang penjualan manusia dengan harga 3,5 juta per orang. 

Kejadian ini merupakan contoh dari salah satu sikap manusia yang tidak menghormati dan menghargai hak asasi dan martabat manusia yang lain.

Hak asasi manusia boleh dilihat sebagai perwujudan konkret dari pengakuan istimewa atas martabat manusia setiap orang yang patut dijunjung tinggi sebagai norma objektif tingkah laku moral politik dalam relasi antar manusia.

Hak asasi merupakan bagian dari hak moral. Sumber langsung dari hak asasi manusia adalah martabat (nilai luhur) setiap manusia. 

Dalam hubungan dengan HAM, penghargaan itu merupakan satu imperatif moral dan bukan soal belas kasih dan keputusan pribadi. 

Hak seseorang mendasari kewajiban orang lain untuk menghormatinya. (Bds.HAK-HAK ASASI MANUSIA Pendasaran dalam Filsafat Hukum dan Filsafat Politik. Frans Ceunfin SVD. Hlm xxi-xxii).

Jadi, sebagai manusia kita harus menghormati, menghargai dan menjaga sesama kita manusia agar segala sesuatu yang mencoba merusak martabat serta hak asasi mausia dapat terelakkan.

Ada pun definisi dari filsuf kontemporer yaitu Immanuel Kant (1724-1804), yang menambahkan bahwa dia menerima sebagai dalil bahwa manusia dan makhluk yang berakal budi manapun adalah tujuan dalam dirinya. 

Konsep sebuah makhluk yang berakal budi sebagai tujuan dalam dirinya dan karena itu menjadi landasan untuk prinsip praktik yang paling tinggi dan hukum. 

Landasan prinsip ini adalah kodrat rasional berada sebagai tujuan dalam dirinya. Bertindaklah dan perlakukan manusia, baik itu pada dirimu sendiri maupun dalam diri orang lain. dan selalu serentaklah sebagai suatu tujuan dan tidak pernah hanya sebagai suatu alat atau sarana. Bds.GGS Edisi Mei-Juni2014).

Bagaimana cara mengatasi Human Trafficking ini?

Baca Juga: Keadilan Dan Tinjauan Realistis Tentang Kematian Brigadir Yosua

Kasus ini merupakan peristiwa yang kesekian kalinya terjadi di Indonesia. Human Trafficking adalah salah satu perbuatan yang tidak terpuji, karena dengan mudahnya perbuatan ini menjatuhkan dan melecehkan harga diri serta martabat kemanusiaan seseorang. 

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah ini? Ada banyak harapan yang dimiliki oleh setiap orang untuk memberantas atau menghilangkan masalah human trafficking di negeri ini. 

Pastinya orang-orang tidak ingin untuk mendengar dan menghadapi problema seperti ini kembali. 

Menurut tanggapan penulis bahwa untuk mengurangi terjadinya kasus seperti ini di negeri tercinta Indonesia adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan. 

Dengan adanya lapangan pekerjaan di negara ini, pastinya orang-orang tidak mudah untuk dirayu agar bekerja di luar negeri oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang berniat menjual manusia ke luar negeri. 

Dalam konteks menciptakan lapangan pekerjaan, pemerintah bisa mengupayakan peningkatan sumber daya manusia sehingga bisa berdampak pada kreativitas masyarakatnya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Kiranya peristiwa atau kasus human trafficking mau mengingatkan kepada semua manusia bahwa pentingnya untuk menghargai dan menghormati hak asasi dan martabat manusia itu sendiri. 

Ingatlah bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan yang sempurna atau dapat dikatakan dengan makhluk yang istimewa karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Sang Pencipta itu sendiri. 

Manusia memperoleh tempat yang istimewa dalam proses penciptaannya. Manusia merupakan puncak penciptaan dari Sang Pencipta. 

Dengan demikian, manusia tidak berhak menjadi penguasa bagi manusia yang lain, sehingga dengan seenak dan semaunya memperjual-belikan manusia dengan sesukanya. (Red.pikiRindu)

Penulis merupakan seminaris di biara OSM karot, Ruteng.

Isi dalam tulisan ini merupakan tanggung jawab penulis.

Pengaruh Politik Dalam Lingkaran Kekuasaan

Sumber foto: pixabay.com

Penulis: Stefanus Jehalut

*Novis Biara OSM Golo Bilas

Kegelisahan publik akan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terjadi karena begitu banyaknya fenomena atau problematika yang terus menguasai ruang publik, terus beredar, dan bahkan kian mengkristal dalam kehidupan masyarakat yang semakin termodernisasi. 

Fenomena-fenomena ini berangkat dan berakar dari kegiatan politik di Indonesia yang hanya menghadirkan diri sebagai “tanah  kekerasan’’ jika struktur politik dan kekuasaan dikuasai spirit kekuasaan, (Dr. Max Regus, S.Fil.,M.Si: Menembus Batas Kemurungan. 2007: p.04).

Indonesia baru-baru ini dipenuhi oleh berbagai masalah sosial yang terus menguasai ruang media. Uniknya, masalah-masalah itu banyak yang disebabkan oleh pemangku kebijakan. 

Sebut saja beberapa kasus seperti di Jakarta “polisi tembak polisi” yang menewaskan brigadier Joshua. Di Atambua, Polisi menembak warga sipil, di Manggarai Timur kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang sampai saat ini belum ada titik terang

Di Kupang, kasus Pembunuhan yang menewaskan seorang ibu dan anak, di kabupaten Manggarai maraknya berita pelelangan proyek yang melibatkan ibu Bupati.

Di Kanjuruan-Malang, beberapa oknum TNI dan POLRI terlibat dalam kasus kerusuhan sepakbola di stadium. 

Semuanya berhubungan dengan aparat negara yang seharusnya menjaga dan menertibkan masyarakat, malah menjadi sumber masalah dan memberi teladan yang kurang baik kepada masyarakat. 

Apakah berbagai contoh kasus di atas berkaitan dengan politik? Bisa saja seperti itu karena berakar dari konsep kekuasaan yang sewenang-wenang dan kekuasaan lahir dari panggung politik.

Masalah-masalah seperti ini juga muncul dalam kehidupan masyarakat karena berpijak dari contoh kepemimpinan yang salah serta pudarnya makna kehidupan sosial yang beradap. 

Baca Juga: Keadilan Dan Tinjauan Realistis Tentang Kematian Brigadir Yosua

Politik berorientasi kehormatan semestinya dilandasi kesadaran yang kuat

Manusia- manusia seperti ini hanya dapat mnyentuh level kognitif. Artinya mereka hanya sampai pada level mengetahui. 

Mereka telah berdiri di atas tiang kekuaasaan dan politik yang menakjubkan. Namun, semua itu belum sampai pada titik kesadaran. 

Kesadaran dapat mengendalilkan prilaku dan tindakan. Tindakan negatif itu merupakan suatu tantangan fundamental bagi negara dan bangsa ini dimana para penguasa telah memberikan teladan yang kurang sehat kepada rakyat. 

Pemerintah telah salah dalam memberikan asupan nilai penting kepada rakyat. Akhirnya, hal yang sama juga ditiru oleh rakyat dan sudah mengakar di kehidupan masyarakat sekarang. 

Seharusnya para elit menjadi contoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, para elit politik justru  terus berjuang mengejar kehormatan di ruang publik dan konon menyembunyikan aib yang merusak kehidupan berbangsa. 

Panggung politik menjadi panggung sandiwara yang menyesakkan dada rakyat. Apakah negara akan terus membiarkan praktik panggung sandiwara dalam kehidupan berbangsa kini? 

Para elit politik harus sadar dan berangkat dari kesadaran diri tentang kebangsaan yang dibangun oleh pendiri bangsa.

Kesadaran tidak hanya menyentuh aspek intelektual, tetapi juga aspek sikap dan perilaku bernegara. Kesadaran akan menjadi jembatan atau piranti untuk menghubungkan pikiran-pikiran yang benar dengan tindakan- tindakan yang benar. Kesadaran adalah representasi keutuhan akan eksistensi atau keberadaan seseorang. 

Namun, kenyataan dalam kehidupan, kesadaran itu semakin pudar. Sifat apatis terus merajalela di mana -mana. 

Ranah politik justru menghadirkan contoh yang keliru sehingga menggiring masyarakat untuk hidup dan bertumbuh dalam kejahatan, kehancuran, psimisme dan fanatik.

Sebagai contoh yang salah dalam praktik politik misalnya politik uang. Bukankah ini akan menimbulkan permasalahan dalam masyarakat. Kegiatan politik uang akan menjadikan rakyat juga membenarkan praktik yang salah itu.  

Di saat kampanye inilah para politikus memberikan sederet kata-kata manis kepada rakyat dan memberikan janji-janji yang meyakinkan  tetapi pada dasarnya hanyalah janji-janji manis.

Janji-janji politik itu menjadi seperti senjata yang menguatkan kepentingan. 

Begitu juga dengan visi-misi yang disampaikan kepada masyarakat, selalu menjadi senjata kepentingan tertentu.

Baca Juga: Nilai Yang Pudar Dari Kota Kecil Ruteng

Disorientasi sebagai alasan pokok kehancuran 

Bangsa dan tanah air sedang mengalami disorentasi hidup yang menjadi alasan lahirnya korupsi dan sederet kejahatan lainnya.  

Bangsa kita tidak akan menemukan titik kehidupan yang baru jika bangsa kita tidak mampu mengekang dan mengendalikan diri dari kerakusan, ketamakan, apatis yang menyakitkan kepada masyarakat. 

Politik-politik bangsa kita hanya akan mengendurkan nilai  keberagaman dan kekayaan bangsa ini, karena politik bangsa kita telah menghilangkan nilai moral sehingga kerap kali membunuh rakyat kecil. 

Membunuh di sini tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikis. Kegiatan politik seperti ini akan menceburkan bangsa dan negara kita pada suatu kehancuran, serta membawa bangsa kita pada titik amnesia akan kesadaran.

Janji politik kepada rakyat seperti suatu kuburan yang tampak luarnya penuh warna  yang indah, tetapi di dalamnya ada kehampaan, suatu ruang yang kosong, penuh dengan kebusukan. 

Para elit politik memiliki beragam cara dan strategi yang dapat merusak tatanan hidup bermasyarakat.

Sebagai contoh memainkan politik identitas. Khususnya dalam hal beragama, elit memanfaatkannya sebagai panggung politik yang strategis. Tentunya, itu merusak citra demokrasi. 

Cara seperti inilah yang membuat elit politik sebagai orang bermental pengecut  karena takut untuk bersaing secara benar.

Dalam konteks politik seperti itu membuat banyak orang mengalami krisis akal sehat serta memiliki paralogisme yang sangat fundamental. 

Negara Indonesia sedang jatuh pada suatu titik ketidaksadaran dan ketidakwarasan. Hal ini dikatakan ketidakwarasan dan ketidasadaran karena baru-baru ini banyak yang meninggal, bukan karena membela tanah air dari penjajahan negara lain, tetapi meninggal karena konflik dengan sesama saudara dalam satu atap yaitu Negara Kesatuan Republik  Indonesia.

Bukankah hal ini sangat lucu dan aneh? Lucu karena mendukung atau membela  suatu tim sepak bola sampai menghilangkan nyawa. 

Mengorbankan diri bukan karena kerja keras untuk memberi makan kepada anak istri, melainkan karena membela sesuatu yang bersifat aksidental atau yang bersifat hiburan. Hiburan ini dilakukan untuk mempererat rasa persaudaraan dalam satu negara, tetapi yang terjadi hanya menciptakan permusuhan. 

Lalu aneh, karena saling membunuh sesama saudara dalam satu negara, sehingga di sini sepak bola bukan lagi tempat untuk persaudaran dan mengekpresi talenta yang dimiliki, tetapi sepak bola memiliki arti lain yaitu menciptakan permusuhan dan menciptakan kuburan untuk sesama. 

Permusuhan dan kuburan itu tercipta sebagai produk dari disorientasi berpikir. 

Baca Juga: Budak Paruh Waktu Di Tanah Pilihan

Kebhinekaan dalam kesatuan 

Deretan masalah- masalah yang telah terjadi menyebabkan kehancuran dan perpecahan. Perpecahan itu diciptakan oleh anak-anak bangsa yang tidak mengenal identitas diri. 

Perlu kita sadari bersama bahwa bangsa kita ini memmiliki begitu banyak kekayaan baik budaya, ras, suku, bahasa. 

Semuanya disatukan oleh bhineka tunggal ika yang menegaskan bahwa walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. 

Inilah yang harus kita sadari bersama pula bahwa kita memiliki semua keberagaman itu yang tak dimiliki oleh negara lain. 

Namun, apa yang terjadi? Adanya perang antar sesama dalam satu negara, adanya saling membunuh, adanya saling menjatukan.

Marilah kita bangun politik yang didasarkan atas dasar cinta akan kepentingan bersama dan membangun persaudaraan dalam negara ini dengan rasa memiliki untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. 

Strategi politik yang tepat dapat menyatukan kebhinekaan kita. Berpolitik  bukanlah cara mendapatkan kekuasaan semata. 

Berpolitik juga bukanlah tempat untuk menjatuhkan, bukan untuk menciptakan perbedaan. 

Politik yang sesungguhnya adalah salah satu cara untuk melahirkan nilai persaudaraan, membangun persatuan, mengenal tatanan dalam suatu negara, membantu masyarakat dalam proses tatanan perekonomian.

Oleh karena itu,  berpolitiklah secara sehat agar negara kita ini bisa bangkit dari keterpurukan dan keterbelakangan. 

Bergandeng tangan untuk memajukan kehidupan bangsa. Lalu bersama kita singkirkan sifat apatis yang menciptakan perbebdaan. 

Bersama kita tanamkan paradigma “berbeda-beda tetap satu” yakni satu dalam perjuangan membangun kesatuan NKRI yang baik, benar, adil, dan makmur.

 


Editor: Selvianus Hadun

Isi dalam tulisan ini menjadi tanggung jawab penulis. 

@Red.pikiRindu

Keadilan Dan Tinjauan Realistis Tentang Kematian Brigadir Yosua

Foto: Paulus O. P. Hansen dengan latar belakang Ferdy Sambo dan Brigadir Yosua

Tinjauan Realistis Tentang Kematian Brigadir Yosua

Paulus Ola Putra Hansen

*Siswa Seminari Scalabrinian Ruteng

Pikiran.pikiRindu- Belum lama ini, Indonesia digemparkan oleh tragedi tembak menembak yang menewaskan seorang ajudan pribadi dari seorang petinggi Polri. 

Mirisnya, tragedi ini juga terjadi di rumah jabatan sang Jendral. Sebut saja, mantan Kadiv Propam Irjen Ferdi Sambo yang dicap sebagai biang kerok atas meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau yang kerap disapa Brigadir J. 

Dikutip dari majalah Tempo, kasus yang memicu perhatian publik ini menghadirkan beberapa nama yang ditetapkan sebagai tersangka, seperti Inspektur Jendral Ferdi Sambo yang dinilai sebagai otak pembunuhan terhadap Brigadir J.

Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihan Lumiu yang menjadi eksekutor.

Brigadir Kepala Ricky Rizal sebagai orang yang mengetahui sekaligus membantu penembakan korban.

Kuwat Maruf sebagai sopir pribadi Putri Candrawathi sekaligus saksi langsung proses pembunuhan. 

Putri Candrawathi yang dinilai telah mengajukan berita bohong. 

Berdasarkan isu yang beredar baik di masyarakat maupun di media, sepak terjang kematian Brigadir J dipicu oleh oleh kasus yang tidak enak didengar. 

Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan bahwa motif pembunuhan tersebut “ Hanya boleh didengar oleh orang dewasa” atau secara gamblang dipicu oleh kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawathi atau istri dari Ferdi Sambo. 

Tidak berhenti di situ, isu lain mengatakan bahwa motif pembunuhan tersebut disebabkan oleh sang jendral yang sedang di ujung tanduk, karena Brigadir J mengetahui rahasianya.

Berdasarkan olah TKP, ditemukan bukti yang sesuai dengan laporan sang jendral di Mabes Polri, bahwa ada indikasi tembak menembak antara ajudan yaitu sang almahrum dengan Bahrada Eliezer. 

Dalam laporan tersebut bahwa Ferdi Sambo tidak terlibat. Aksi Bahrada E pun dianulir sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan yang merasa dipojokkan. 

Hal ini, belum tentu benar karena ada kejanggalan dalam olah TKP, seperti: CCTV yang rusak, pakayan yang digunakan almahrum tidak ditemukan, handphone juga tidak ditemukan, ada luka yang dianggap bukan merupakan hasil tembak dan bahkan adanya transaksi uang dari rekening Brigadir J pasca almahrum sudah berada di liang kubur. 

Kejanggalan-kejanggalan ini, memicu beragam tanggapan dari masyarakat terutama keluarga korban. 

Selanjutnya pihak keluarga korban yang diwakili kuasa hukum Kamaruddin Simanjutak meminta untuk melakukan autopsi ulang demi mendapatkan informasi yang valid. 

Bahkan presiden Indonesia, Ir. H. Jokowidodo dalam sebuah kesempatan mengatakan kepada semua pihak yang bertugas dalam pengungkapan kasus untuk mengusut tuntas tanpa ada yang disembunyikan.

Dilansir dari Pos Kupang, permintaan untuk mengadakan autopsi ulang akhirnya diindahkan dengan menghadirkan tim Dokter Forensik Gabungan yang berhasil mengungkap fakta baru, yaitu ada lima luka tembak dengan perincian empat butir peluru tembus dan satu lainnya bersarang di tulang belakang. 

Fakta lain yaitu ditemukan luka-luka selain luka tembak.

Setelah autopsi ulang muncul rumor baru, bahwa isu awal yang dikaitkan dengan pelecehan seksual berganti haluan. Artinya, isu itu penuh dengan kebohongan. 

Lantas! Masih adakah skenario yang pantas dipentaskan atau skenario asli akan dipajang di depan publik?

Pengalihan isu tersebut mengundang tanya di kalangan masyarakat Indonesia. Masih adakah keadilan untuk kaum tertindas?

Baca Juga: Eksistensi BBM Sebagai Pemicu Masalah dalam Masyarakat

Catatan Singkat bagi Institusi Polri

Sebagai pengayom masyarakat Institusi Kepolisian adalah pelayan yang pro masyarakat. 

Bahkan, ketika ada masalah yang terjadi, aparat senantiasa bergerak cepat, mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Namun, tragedi kali ini cukup mengherankan. 

Pasca kejadian polisi tidak langsung membatasi TKP dengan tali khas kekuningan. Namun, olah TKP baru dilakukan setelah tiga hari pasca kejadian. 

Ini memicu beragam persepsi dari penulis termasuk publik, apakah kesempatan tiga hari adalah waktu yang cukup lama untuk menghilangkan segala barang bukti demi menghapus jejak pembunuhan? 

Baca Juga: Cerdas Menganalisis Informasi di Media Sosial

Berapakah harga keadilan sehingga tragedi ini belum mencapai kata selesai? 

Persepsi tersebut ternyata benar bahwa CCTV di rumah seorang Jendral mengalami kerusakan seminggu pra kejadian. Sampai saat ini pun belum ada titik akhir dari kasus tersebut. 

Sebagai sebuah Institusi kenegaraan, kepolisian seharusnya jujur dan terbuka supaya masyarakat menilai kinerja kepolisian benar-benar dijalankan atas dasar tanggung jawab.

Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, yang dilansir dari pos Kupang, melakukan wawancara bersama mantan Kabareskrim Susno Duadji tentang peran Ferdi Sambo dalam institusi kepolisian. 

Susno mengatakan bahwa tersangka mempunyai power yang kuat dalam Institut Kepolisian, dimana dia berperan sebagai penentu baik buruknya seorang aparat untuk dipromosikan ke level selanjutnya dan juga memiliki kedekatan dengan Kapolri. 

Relasi tersebut bisa saja mengundang polemik baru karena publik menilai ada hal sengaja ditutup-tutupi oleh pihak Kepolisian. 

Oleh karena itu, institusi kepolisian harus segera menuntaskan masalah ini agar publik benar-benar menaruh kepercayaan bahwa kepolisian adalah lembaga yang menegakkan keadilan dengan seadil-adilnya. 

Keadilan yang dimaksudkan di sini adalah keadilan yang absolut. Artinya kepolisian melihatnya dari fakta bukan soal hubungan keluarga, kerja apalagi soal hubungan GELAP. 

Dengan kinerja kerja seperti ini, penulis yakin, bahwa institusi kepolisian yang telah tercoreng nama baiknya karena kasus ini bisa mengembalikan citra dan nama baiknya bahwa keadilan datang dari realitas yang tidak bisa diperjualbelikan oleh uang, jabatan dan lain sebagainya.


Penulis adalah siswa di Seminari Scalabrinian Ruteng.

Isi dalam tulisan menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Elvis Hadun

@Red.pikiRindu

Eksistensi BBM Sebagai Pemicu Masalah dalam Masyarakat

Foto: Paulus O. P. Hansen

Eksistensi BBM Sebagai Pemicu Masalah dalam Masyarakat

Paulus Ola Putra Hansen

* Seminari Scalabrinian Ruteng

Pikiran.pikiRindu- Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi  masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan penggunaan mesin berbahan bakar minyak untuk membantu melancarkan berbagai aktifitasnya sehari-hari. 

Contoh konkrit, sopir pasti membutuhkan bensin ataupun solar untuk menjalankan kendaraannya. Contoh lainnya, petani membutuhkan traktor untuk membajak sawah.

Sebagai konsumen, masyarakat berharap bahwa harga BBM tetaplah stabil. Artinya, bisa dijangkau oleh siapa pun. 

Kenaikan BBM  yang tengah terjadi di Indonesia merupakan masalah serius. Kebijakan pemerintah terkait masalah ini adalah bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat.

DPR sebagai lembaga legislatif belum mampu memberikan titik terang. Dalam aksi demo oleh mahasiswa di depan gedung DPRD NTT pada Senin, 12 September 2022 menunjukkan sikap apatis dari DPR sebagai aspirator rakyat. Sebagai penyalur aspirasi rakyat mereka belum merespon secara cepat terkait keresahan yang dialami masyarakat. 

Hal ini dilihat dari kekecewaan para mahasiswa, setelah melakukan pertemuan singkat bersama Setwan DPRD NTT. Beliau  mengatakan bahwa pimpinan dan anggota DPR sedang melakukan riset  ke daerah serta tidak memiliki agenda untuk menerima aspirasi. 

Aksi para mahasiswa merupakan suatu bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai sangat merugikan masyarakat. Masyarakat berharap bahwa DPR bukan hanya berdiam diri di atas jabatannya tetapi harus ada tekad untuk membawa masyarakat menuju kesejahteraan hidup.

Bagaimana dampaknya bagi masyarakat?

Lahir dan Berkembangnya Kaum Kapitalis 

Bagi masyarakat kelas menengah ke bawah kenaikan harga BBM adalah masalah yang sangat serius. Sebaliknya, bagi masyarakat kelas atas hal ini menjadi ajang menginvestasikan modal. Dampak yang dirasakan oleh kedua belah pihak di atas akan melahirkan sistem koloni baru atau yang sering disebut sebagai sistem pembagian kelas sosial antara kaum borjuis dengan proletar.

Ketidakmampuan masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan BBM akan dimanfaatkan secara sempurna oleh pemilik modal untuk meminjamkannya dengan standar bunga yang tinggi.  Karena dituntut oleh kebutuhan masyarakat pada akhirnya menyepakati negosiasi tersebut. Hasil dari interaksi ini adalah yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin melarat. 

Meningkatnya Kasus Kejahatan

Ekonomi yang rendah berhadapan dengan kebutuhan yang tinggi memantik manusia untuk menghalalkan segala cara. Masyarakat akan kehilangan moralitas publik karena didesak oleh kebutuhan hidup yang variatif. Dari kebijakan ini, kasus-kasus kriminalitas seperti: begal, pencurian, prostitusi online dan aksi kejahatan lainnya akan meningkat. Hal ini juga akan menambah beban kerja pemerintah karena pra kebijakan kenaikan harga BBM kasus-kasus di atas masih saja mewarnai kehidupan masyarakat.

Kebijakan terkait kenaikan harga BBM adalah suatu kebijakan yang sulit diterima masyarakat terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini dipicu oleh krisis ekonomi yang dialami masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, pemerintah sebagai stakeholder harus mempertimbangkan kebijakan secara akurat agar berdampak positif bagi masyarakat.

Terkait meningkatnya harga BBM pemerintah harus memerhatikan keadaan masyarakat kecil. 

Sebagai konsumen tulisan ini juga mengajak  pembaca untuk mulai mempraktekkan  sikap hidup yang hemat. Hidup hemat bisa membantu masyarakat untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan lain  selain BBM. Selain itu, masyarakat juga bisa hidup dalam skala prioritas karena pandangannya semakin terbuka lebar untuk mencari cara terhadap masalah kehidupannya.


Penulis adalah siswa di Seminari Scalabrinian Ruteng.

Isi dalam tulisan menjadi tanggung jawab penulis.

@Red.pikiRindu

Orang Tua Harus Tahu Belajar Efektif Anak Dari Pandangan Slameto

Ilustrasi orang tua mendampingi anak belajar (Sumber Foto: pixabay.com)

Pikiran.pikiRindu- Tulisan ini merupakan ulasan tentang bagaimana belajar efektif dalam pandangan Drs. Slameto.

Slameto dalam bukunya yang berjudul "Belajar & Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi" mengatakan bahwa belajar merupakan sesuatu proses yang kompleks. Setiap orang pasti memiliki kemampuan yang berbeda apabila dilihat secara individual.

Keberhasilan dalam belajar membutuhkan usaha dan semangat juang yang tinggi. Usaha tersebut akan menghantar anak pada keberhasilan belajar.

Orang tua atau pun guru perlu mendampingi, bahkan membimbing anak di saat mereka belajar. Hal ini selain memotivasi anak, juga berpengaruh pada kedekatan emosional anak dan orang tua/guru.

Belajar yang efektif bisa membantu anak untuk mencapai tujuan belajarnya.

Dalam usaha belajar yang efektif orang tua/guru perlu memperhatikan anak dari kondisinya dan juga strategi belajarnya.

Slameto memberikan gambaran bahwa  orang tua/guru harus bisa memastikan bahwa kondisi anak sungguh dalam keadaan baik saat belajar, baik di rumah atau pun di sekolah.

Berkaitan dengan kondisi anak, ada dua kondisi yang perlu menjadi perhatian, yaitu kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal berhubungan dengan kondisi dari dalam diri anak, baik yang berhubungan dengan kesehatan, keamanan, dan lainnya. Kondisi eksternal berhubungan dengan adanya pengaruh dari luar diri sang anak.

Kondisi Internal

Anak juga perlu diperhatikan dari segi jasmaniah seperti makanan, istirahat, dan kesehatannya. Dengan kondisi fisik yang baik membuat anak dapat belajar dengan baik karena kondisi kerja otaknya tidak sedang terganggu.

Belajar yang baik ketika anak merasa nyaman saat sedang belajar. Jika kondisi jiwa sang anak terganggu dapat mengganggu konsentrasi anak.

Orang tua/guru juga perlu mendampingi sang anak dalam belajar karena dengan begitu anak akan merasa dicintai dan diperhatikan.  Kepedulian orang tua/guru membantu meningkatkan hubungan emosional yang baik. Hal itu akan membuat sang anak juga optimis, percaya diri, dan yakin bahwa dia memiliki kemampuan dan didukung oleh orang tua/guru.

Dalam diri anak, mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan dia juga harus sadar bahwa rasa ingin tahu itu membuat dia giat belajar sehingga bisa menggapai cita-citanya.

Kondisi Eksternal

Proses belajar anak juga dipengaruhi dari luar diri sang anak. Orang tua/guru harus menyadari dan mengetahui dengan baik hal itu. Ketika orang tua/guru mengetahui kondisi anak dari luar dirinya maka orang tua/guru akan menemukan solusi yang terbaik disaat anak mengalami kendala dalam belajarnya.

Lingkungan belajar yang baik akan mendukung proses belajar yang baik bagi anak. Ruang khusus untuk belajar perlu diperhatikan juga karena berdampak pada meningkatnya konsentrasi belajar anak. Selain itu, pencahayaan dalam ruangan belajarnya juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu matanya.

Orang tua perlu memperhatikan kebutuhan belajar sang anak seperti buku, alat tulis, dan media belajar lainnya. Dukungan orang tua dari luar seperti itu akan membuat anak merasa didukung, diperhatikan, dan dipedulikan. Hal itu akan memotivasi anak dan melahirkan rasa tanggung jawab pada sang anak.

Strategi Belajar

Strategi belajar sebagai cara efektif dan efisien bagi sang anak dalam proses belajarnya. Orang tua/guru seharusnya mempertimbangkan berbagai macam hal seperti keadaan anak dari dalam dirinya, kondisi lingkungan, kondisi waktu dan lain sebagainya.

Orang tua harus memastikan bahwa anak sehat, belajar di lingkungan yang nyaman dan di waktu yang tepat. Orang tua dalam hal ini mengontrol proses belajar sang anak.

Proses pendampingan belajar oleh orang tua bisa dilakukan dengan membuat jadwal harian, rencana kerja, dan motivasi belajar anak. Di lain kesempatan, orang tua juga memberikan gambaran cara mempelajari sesuatu baik dari buku, internet, dan lainnya agar anak mengetahui bagaimana memahami sesuatu yang dipelajari dengan mudah.

Orang tua juga mengarahkan dalam proses pendampingan belajar agar anak tidak sekedar membaca dan menyimak sesuatu dari buku atau video  tetapi perlu memahaminya juga, salah satunya dengan membuat catatan ringkas tentang yang dipelajari. Catatan ringkas itu akan bermanfaat ketika anak lupa akan sesuatu yang pernah dipelajarinya dengan melihat kembali ringkasannya.

Orang tua memang perlu meluangkan waktu agar bisa belajar bersama anak-anaknya. Hal ini bisa dilakukan dengan berdiskusi bersama, membahas sesuatu, atau mendampingi anak saat mengerjakan tugasnya.

Orang tua pastikan bahwa anak sungguh belajar sesuai jadwal yang telah disepakati bersama, melakukan proses belajar dengan membuat catatan ringkas, anak berkonsentrasi, mengerjakan tugas, ataupun hanya mengulangi apa yang pernah dipelajari.

Kehadiran orang tua dalam proses belajar anak akan menghantar anak pada pencapaian tujuan belajarnya serta cita-citanya.


Ricardus Jundu

Pengajar di Unika Santu Paulus Ruteng

Jembatan Yang Ramai Dikerumuni Sampah

Jembatan penuh sampah
Ilustrasi dampak sampah menghambat aliran air sungai di jembatan (sumber: pixabay.com)

Tentunya tidak sedikit jembatan menjadi tempat pembuangan akhir sampah. Tulisan ini sekaligus menjadi kampanye "Area sekitar jembatan bukan tempat penitipan sampah".

Pikiran.pikiRindu- Permasalahan lingkungan sudah menjadi isu hangat di era globalisasi ini. Isu hangat tersebut muncul sebagai akibat dari terpuruknya kondisi lingkungan yang semakin parah. 

Buruknya kondisi lingkungan saat ini menyebabkan dampak yang begitu besar, bahkan sampai memakan korban jiwa. Ada banyak bencana yang menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat karena memburuknya kondisi lingkungan. 

Bencana yang sering terjadi seperti banjir, tanah longsor, tsunami, dan pemanasan global mengancam kehidupan. Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. 

Mengapa bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah bisa menyebabkan kerusakan lingkungan?

Semakin banyak jumlah penduduk maka bertambah pula aktivitas manusia yang secara langsung bisa berdampak pada pencemaran lingkuangan. Aktivitas manusia yang meningkat menyebabkan produksi sampah yang dihasilkan juga ikutan meningkat. 

Orang sering menganggap remeh permasalahan sampah tetapi Jakarta sebagai ibu kota negara menganggap hal itu sebagai sesuatu yang serius. Dampak sampah bagi manusia dan lingkungan sangat besar. 

Disadari atau tidak, berdasarkan data yang ada ternyata rata-rata setiap orang membuang sampah hampir 1 kg per hari. Jadi, bisa dibayangkan jika penduduk Indonesia 237 juta jiwa, maka berapa ribu ton sampah yg dibuang per harinya. 

Dengan demikian, Peningkatan jumlah penduduk sangat mempengaruhi volume sampah. Pertumbuhan penduduk akan seiring dengan peningkatan volume sampah yang dihasilkan.

Kota Ruteng sebagai ibu kota kabupaten Manggarai memang tidak sebesar ibu kota Jakarta. Namun berkaitan dengan permasalahan sampah, kota Ruteng lambat laun akan sama seperti Jakarta yang merasakan bahwa sampah menjadi masalah yang sangat serius.

Banyak masyarakat yang masih belum sadar akan pentingnya memperhatikan lingkungan. Buang sampah sembarangan masih menjadi kebiasaan yang dianggap biasa saja. Seharusnya, masyarakat memahami dampak yang ditimbulkan dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan juga terjadi di kota Ruteng. Hal ini bisa dilihat secara jelas saat musim hujan tiba. Penumpukan sampah menghambat aliran air di got saat hujan sehingga menyebabkan air meluap ke jalan raya.

Biasanya, lingkungan sekitar jembatan menjadi tempat yang disukai masyarakat untuk membuang sampah. Alasannya mungkin karena aksesnya yang paling mudah untuk membuang sampah. Dengan demikian, jembatan erat kaitannya dengan masalah sampah.

Masyarakat kota sering memanfaatkan jembatan dan aliran sungai sebagai tempat yang tepat untuk membuang sampah. Hal ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat masih sangat rendah. Jembatan bukanlah tempat terakir bagi sampah yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia. 

Masyarakat kota Ruteng harus banyak belajar dari kota Jakarta yang tiap hari mempermasalahkan sampah. Jika tidak persoalan banjir juga akan mencuat dalam kehidupan masyarakat kota Ruteng.

Apabila kita jalan di beberapa jembatan yang tersebar di kota Ruteng pasti ada yang menjadi tempat penampungan sampah. Mungkin masyarakatnya beranggapan bahwa ketika hujan tiba membuat sampah akan ikut terhanyut bersama aliran air.

Kebiasaan membuang sampah di lingkungan sekitar jembatan tentunya akan membuat aliran air saat musim hujan terhambat. Dampak yang mungkin ditimbulkan yaitu banjir dan pencemaran air sungai.

Di sini, cepat atau lambat sampah di kota Ruteng akan menjadi masalah yang sama seperti di Jakarta bahkan bisa lebih parah dari itu. Masalah ini timbul karena kurangnya kepedulian pada lingkungan.

Sampah yang ada di area sekitar jembatan kebanyakan merupakan sampah rumah tangga dan sebagian kecil sebagai akibat dari usaha kecil menengah masyarakat. Sampah rumah tangga yang dihasilkan biasanya berupa sampah anorganik dan organik. 

Jika kita lebih teliti lagi maka yang paling banyak ditemukan adalah sampah anorganik. Sampah-sampah tersebut seperti sampah plastik, kaleng bekas, karet, dan kaca. Sedangkan, sampah organik yang dihasilkan biasanya sampah berupa daun-daunan dan ranting-ranting kayu saja. 

Sumber sampah tentunya datang dari aktivitas di rumah tangga dan juga usaha seperti bengkel, pabrik tempe-tahu, kios, warung, pertokoan dan pasar.

Dampak yang bisa ditimbulkan dari pencemaran sampah di kota Ruteng bisa ke beberapa aspek yaitu masalah kesehatan, masalah sosial, masalah ekonomi, dan masalah pertanian. Dampak yang paling terasa adalah pada aspek kesehatan. 

Sampah yang tidak dikelola akan berpotensi besar menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dengan berkembangnya binatang seperti lalat, nyamuk, bakteri, virus, protozoa, dan tikus yang menyebabkan penyebaran berbagai penyakit menular. 

Selain kesehatan, dampaknya juga pada aspek pertanian di mana terjadi penurunan hasil dan kualitas pertanian masyarakat. Selain itu, bencana alam seperti banjir juga dapat terjadi akibat terhambatnya aliran sungai karena adanya penumpukan sampah.

Bagaimana solusi mengatasi masalah sampah?

Permasalahan sampah dapat diminimalisir, khususnya di kota Ruteng volume sampah belum sebanyak volume sampah di kota-kota besar. Ada banyak cara untuk menanggulanginya, seperti melatih diri membuang sampah pada tempatnya sehingga menjadi budaya. 

Kita juga perlu mengurangi penggunaan kemasan pelastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan dengan bakti sosial, mendaur ulang sampah menjadi bahan yang berguna dan berkualitas, serta masih banyak lagi. 

Cara-cara tersebut dapat berjalan dengan baik apabila adanya kerja sama antara pemerintah terkait dengan masyarakat. Pemerintah memfasilitasi dan masyarakat mendukung program pemerintah sehingga tercipta harapan yang diinginkan bersama.

Pemerintah sudah menyiapkan berbagai tempat penampungan sampah sementara di beberapa titik di kota Ruteng. Seharusnya, masyarakat mendukung pemerintah menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempat yang telah disiapkan pemerintah.

Sosialisasi tentang sampah juga penting karena pemahaman masyarakat akan pelestarian lingkungan berbeda-beda. Di sini dibutuhkan peran pemerintah untuk melaksanakan sosialisasi terkait berbagai dampak pencemaran sampah yang menjurus pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan pertanian.

Sosialisasi yang dilakukan tentunya akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pelestarian lingkungan. Dengan sosialisasi masyarakat dapat memahami sampah dapat menyebabkan masalah bagi manusia dan lingkungan.

Pendidikan dan latihan pengolahan sampah kepada masyarakat juga menjadi penting sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah. Pemerintah melalui dinas terkait dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) memiliki andil yang besar dalam diklat pengolahan sampah ini. 

Diklat pengolahan sampah seperti daur ulang sampah plastik menjadi kerajinan tangan dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik kepada masyarakat tentunya juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan taraf hidupnya. 

Pembentukan bank sampah seperti yang sudah dikembangkan di daerah-daerah lain di Indonesia juga menjadi solusi yang tepat jika di terapkan di kota Ruteng. Masyarakat kota Ruteng perlu dibekali dengan hal-hal tersebut untuk menciptakan masyarakat kota Ruteng yang kreatif dan inovatif. 

Jadi, kesadaran dan kerjasama untuk menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga-lembaga tertentu saja melainkan tanggung jawab kita semua. Tuhan menciptakan alam untuk manusia gunakan dengan bijaksana dan bukan untuk dirusak sesuka hati.

@Red.pikiRindu


Nilai Yang Pudar Dari Kota Kecil Ruteng

Mbaru Wunut
Foto: Ruteng tempo dulu, sumber Harrison Forman Collection (colection.lib.uwm.edu)

Melawan Lupa

Kebiasaan hidup yang baru bisa melenyapkan cara hidup lama masyarakatnya.

Pikiran.pikiRindu- Masa lalu adalah kehidupan yang selalu dirindukan saat ini dan kemudian hari. Banyak hal yang membuat masa lalu menjadi layak dirindukan untuk dikenang. Bisa saja peristiwa gembira dan bisa juga peristiwa sedih.

Kisah masa lalu bisa saja terulang kembali dan tentunya dengan kondisi yang berbeda. Selain kisah hidup, ada juga yang patut diingat yaitu nilai kehidupan masa lalu yang lebih berarti apabila dibandingkan dengan masa kini (menurut penulis dan mungkin juga anda yang lagi membaca tulisan ini).

Kota kecil Ruteng dulu (sesuai masa penulis di sekitar tahun 1990an) dan sekarang (sesuai masa penulis di tahun 2022) sudah terlihat berbeda. Banyak hal yang telah berubah dari waktu ke waktu. Perubahan itu tentunya mempengaruhi pola dan cara hidup masyarakatnya. 

Coba kita kembali ke masa lalu dari kota kecil Ruteng, banyak hal yang baik yang patut dikenang. Misalnya, banyak yang bersenda gurau di tempat tertentu untuk saling berbagi cerita, kisah, atau pengalaman yang membuat hadirnya tawa.

Biasanya, hal itu terjadi di depan rumah, sambil menikmati kopi sore ditemani ubi rebus atau jagung rebus. Ketika ada yang lewat di jalan, lalu disapa dan diajak untuk bergabung menikmati kopi dan ubi rebus itu. Kelihatan sekali keakraban yang membentuk ikatan emosional, walau tidak memiliki hubungan darah.

Sore hari menjadi waktu yang tepat untuk bersenda gurau bersama karena itu menjadi waktu di mana setiap orang sudah pulang dari aktifitas rutinya seperti kerja dan sekolah. Ruteng sebagai kota yang dingin seakan mendukung masyarakatnya untuk bersenda gurau sore hari sambil menikmati kopi dan ubi rebus.

Tak lupa juga, kebiasaan lain masyarakat kotanya ketika pulang libur dari kampung masing-masing yaitu berbagi oleh-oleh. Sekedar membagikan satu atau dua bagian seperti ubi, gula merah, jagung, buah-buahan dan lain sebagainya tapi rasanya menggembirakan saat mendapatkannya. 

Masyarakat kotanya tak sungkan untuk saling berbagi rasa dalam suka dan duka. Ada kebiasaan lejong (berkunjung) ke rumah tetangga sehingga suka  dan duka tetangga bisa dirasakan bersama.

Oh iya, kebiasaan lejong membuat ikatan emosional terjalin dengan baik. Dampaknya, masyarakatnya tak sungkan untuk memohon bantuan apabila ada kekurangan di rumahnya kepada tetangga. Saling membantu di antara masyarakatnya menjadi budaya yang melekat dalam cara hidup masyarakat.

Misalnya, ketika di rumah kekurangan gula, garam, beras, dan lain sebagainya masyarakatnya tidak sungkan untuk lejong dan meminta sedikit ke tetangga untuk menutupi kekurangan itu, begitu pula sebaliknya. Kebiasaan itu ada bukan karena ada hubungan keluarga tetapi lahir dari ikatan emosional yang kuat masyarakatnya.

Bukan keluarga tetapi rasanya seperti keluarga. Luar biasa sekali kehidupan itu dulu. Saling berkunjung, bercanda, minum kopi, dan makan ubi rebus bersama menjadi dasar terbentuknya ikatan emosional itu.

Apakah sekarang masih sama seperti dulu di kota Ruteng ini?

Mungkin sebagian masih ada. Tetapi yang dirasakan penulis yaitu ada yang berbeda. Sama sekali mulai berkurang kebiasaan lejong, bercanda, tertawa, minum kopi dan makan ubi rebus bersama. Apalagi kebiasaan saling membantu, nampak sekali terasa pudar.

Masyarakat kotanya sudah mulai dengan cara dan kebiasaan hidup yang baru seiring berkembangnya jaman. Kebiasaan masa lalu yang diceritakan di awal tulisan ini hanya menjadi kenangan indah bagi generasi masyarakat yang pernah merasakan masa itu.

Bagaimana kebiasaan masyarakat kota Ruteng sekarang?

Kebiasaan yang kini terjadi adalah budaya lejong yang sudah berkurang. Jangankan lejong, saling tegur sapa di antara tetangga saja mungkin sudah mulai berkurang. 

Masyarakatnya sudah asik dengan kehidupannya masing-masing. Hampir tak peduli lagi dengan sesama. Cerita saling membantu seperti meminta sedikit garam, beras, gula untuk mengisi kekurangan sesaat di rumah saja hampir tak ada lagi.

Dampaknya ikatan emosional juga semakin tidak nampak. Tetangga yah tetangga. Keluarga yah keluarga. Tak ada lagi tetangga rasa keluarga. Sebenarnya sangat rindu untuk kembali ke masa lalu itu karena suasananya sungguh membahagiakan.

Anak jaman sekarang mana tahu rasanya seperti dulu itu. Bahkan mereka juga mungkin tak percaya dengan cerita itu karena bagi mereka mungkin itu adalah hal yang mustahil.

Oleh karena itu, penulis sengaja menuliskan kisah dulu dan sekarang ini, di sini, supaya anak cucu nantinya punya referensi bahwa kehidupan di masa lalu ternyata ada cara hidup yang berbeda dengan jaman mereka. Itupun kalau anak cucu nantinya menemukan tulisan ini di sampah google.

Mengapa terjadi perubahan cara hidup masyarakat?

Pertama, perkembangan teknologi. Perkembangan jaman membuat masyarakat terpaksa merubah pola kebiasaannya. Sebagai contoh, saat berkumpul bersama keluarga hampir semuanya memegang smartphone dan sibuk dengan kesenangannya masing-masing. Yah, namanya saja kumpul keluarga pada jaman sekarang.

Smartphone sebagai wujud dari kemajuan teknologi ternyata secara radikal mengubah pola hidup masyarakat. Lalu, menjadi kebiasaan baru masyarakatnya. Boleh dibilang, kemajuan teknologi bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Kedua, tuntutan pekerjaan. Tuntutan pekerjaan terkadang membuat masyarakatnya sibuk bekerja mencari nafkah bagi keluarganya. Tapi, terkadang berdampak pada kebiasaan baru yang lain yaitu anak bertumbuh sendiri tanpa pengawasan orang tua secara langsung. Untuk anak saja seperti itu, apalagi tetangga atau orang lain, pasti lebih tak peduli lagi.

Alasan di atas merupakan hasil renungan dan refleksi penulis saat kembali mengingat masa lalunya dan membandingkan dengan masa sekarang. Mungkin masa depan berbeda lagi ceritanya. Entahlah.

Sekarang, kembali ke cara hidup seperti masa lalu itu menjadi sesuatu yang dirindukan. Bahkan tak jarang ada teman-teman yang kalau lagi kumpul bersama, biasanya membuat persyaratan untuk tidak memegang smartphone saat berkumpul bersama. Suasana yang dirasakan sangatlah berbeda dan hubungan antar sesama secara nyata lebih terasa.

Cara hidup masa lalu yang diceritakan penulis penting untuk menjadi refleksi masyarakat kini dan nanti. Cerita ini akan menjadi rujukan bahwa jauh di masa lalu pernah ada kebiasaan hidup yang berbeda dengan masa kini.

Semoga kita lebih peduli dengan keluarga, sahabat, dan sesama agar cerita masa lalu ini tidak berhenti sampai di sini tetapi terus berlanjut sampai ke masa depan.

Ricard Jundu

Penulis adalah penyuka karya sastra dan seni yang telah menulis di berbagai media cetak dan online. Penulis juga aktif menulis karya ilmiah di berbagai jurnal cetak dan online.




Guru yang Dilematis

Sumber foto: pikiran-rakyat.com

Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Penulis: Ricardus Jundu        Editor: Florida N. Kabut

Pikiran.pikiRindu- Realita kehidupan guru mengundang perhatian publik dengan perjuangannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.  

Guru harus mencerdaskan generasi bangsa tetapi di sisi lain, guru juga butuh kehidupan yang layak dan sejahtera.

Berkaitan dengan kehidupan yang layak dan sejahtera, fakta menunjukkan bahwa ada guru yang sejahtera dan ada guru yang kehidupannya belum layak dan sejahtera. 

Di sini, kita menemukan kesenjangan di antara kehidupan guru.

Guru PNS dengan tunjangan sertifikasi sudah beruntung karena dari penghasilannya sudah mampu untuk hidup layak dan sejahtera. 

Beda kasus dengan guru honorer yang dituntut untuk serius melahirkan generasi cerdas tetapi tidak ditunjang dengan penghasilan yang layak.

Di hari guru 25 November 2021 ini, momentum bagi pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer. 

Dengan demikian, tuntutan mencerdaskan kehidupan generasi bangsa harus sejalan dengan tuntutan kesejahteraan hidup guru dan keluarganya.

Pekerjaan mencerdaskan generasi bangsa bukanlah perkara mudah. Guru harus mempersiapkan diri secara optimal sebelum mendidik anak bangsa keesokan harinya. 

Jika guru masih dibebani dengan persoalan kesejahteraan maka guru digiring pada posisi yang dilematis.  

Antara kebutuhan rumah tangga dan sebagaianya dengan persiapan mengajar RPP, LKS, media, lembar penilaian dan lain sebagaianya tidak mungkin bisa dipikirkan atau dijalani bersamaan. Keduanya sama penting, tentunya.

Semoga kesaksian hidup semua guru honorer di Indonesia menjadi pertimbangan pemerintah dalam setiap kebijakan. 

Dengan demikian, guru tidak lagi sekedar pahlawan tanpa tanda jasa tetapi juga diikuti kesejahteraan hidup yang layak.(Red.pikiRindu)

Belajar Kontekstual Meningkatkan Pemahaman Konsep


Pembelajaran di sekolah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 (Kemendikbud, 2007) tentang standar proses. Peraturan ini mewajibkan guru untuk mempersiapkan pembelajaran dengan baik sebelum melaksanakanya di kelas.

Kesiapan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran bisa menjadi penentu keberhasilan siswa (Budiningsih, 2012: 59; Slameto, 2013:33). Dengan demikian, guru sebagai penentu keberhasilan siswa harus merencanakan pembelajaran dengan baik sesuai dengan kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan sudah menjadi tuntutan bagi guru sesuai petunjuk kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Guru juga harus mampu menjadikan kegiatan belajar lebih bermakna.

Kebiasaan menghafal konsep dalam pembelajaran diharapkan tidak ada lagi. Siswa diharapkan mampu untuk belajar memahami konsep dengan cara yang tepat, kreatif, inovatif, menyenangkan dan bermakna.

Pemahaman konsep akan berpengaruh pada peningkatan aspek kognitif siswa (Schunk, 2012:408). Siswa cenderung merasa sulit dalam memahami sesuatu yang bersifat abstrak.

Kesulitan siswa sebenarnya terletak pada kurangnya pemahaman konsep tentang materi yang dipelajari. Siswa cenderung menghafal materi pelajaran dibandingkan memahami makna dari konsep yang dipelajari.

Kelemahan belajar dengan cara menghafal yaitu siswa hanya menyimpan pengetahuan dalam waktu yang singkat dan cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan yang bersifat analisis. 

Pelaksanaan pembelajaran di kelas memiliki banyak faktor penghambat yang harus diantisipasi guru melalui rancangan pelaksanaan pembelajaran yang baik.

Rancangan pelaksanaan pembelajaran yang baik dengan cara memilih model, pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat. Dengan demikian, guru bisa menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, menyenangkan dan bermakna.

Salah satu solusi yang bisa menjadi pertimbangan guru yaitu pembelajaran kontekstual. Guru akan mengarahkan siswa untuk aktif dalam belajar dan membantu siswa untuk menemukan makna dari materi yang dipelajari.

Peran penting guru dalam hal ini yaitu membantu siswa mengatasi persoalan yang bersifat analisis dan kompleks (Handayani, Karyasa & Suardana, 2015).

Inovasi dengan pembelajaran kontekstual menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa karena memiliki keunggulan dengan belajar menghubungkan berbagai konsep atau fenomena dari berbagai bidang ilmu untuk memecahkan persoalan yang dihadapi sehingga belajar menjadi lebih bermakna.


Ricardus Jundu

Dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng

Desain Pembelajaran Kekinian dan Kedisinian


Masa pandemik covid-19 membuka mata dunia tentang begitu cepatnya perubahan yang terjadi dalam kehidupan ini. 

Perubahan yang begitu cepat itu tentunya membawa dampak bagi manusia dan kehidupannya. Dampak yang paling terasa yaitu adanya degradasi di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial. 

Sektor pendidikan sebagai salah satu sektor yang merasakan dampak perubahan itu dipandang perlu untuk cepat beradaptasi, berbenah, kreatif, dan inovatif sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai dengan optimal.

Tawaran pendidikan di masa pandemik adalah pembelajaran daring. Mengapa pembelajaran daring? Perkembangan teknologi sebelum masa pandemik, sebenarnya sudah menunjukkan kebermanfaatannya. 

Hadirnya berbagai media elektronik seperti youtube, media sosial, aplikasi conference, dan lain sebagainnya menjadi contoh yang tidak asing lagi di zaman modern ini. Dengan demikian, belajar secara daring menjadi pilihan yang tepat.

Lalu, bagaimana setelah pandemik, apakah pembelajaran daring berhenti? Tentu saja jawabannya adalah tidak mungkin berhenti. 

Daring sudah menjadi kebiasaan baru dan semua orang sudah terbiasa dengan melakukan aktifitas secara daring. Belajar, berbelanja, bertransaksi keuangan, dan lain sebagainya merupakan kebiasaan baru yang sudah biasa di era digital.

Pendidikan tentunya akan terus berjalan dengan mengoptimalkan digital sebagai wadah yang berperan penting. 

Belajar daring dengan memanfaatkan berbagai aplikasi digital akan membantu siswa untuk saling terhubung secara maya sehingga proses belajar dari mana dan kapan saja lebih memiliki potensi besar dari tatap muka secara langsung yang selalu dibatasi ruang dan waktu.

Belajar tatap muka secara langsung akan disempurnakan dengan pelaksanaan belajar secara daring juga sehingga desain pembelajaran di jaman digital sekarang harus mampu mengkombinasikan antara belajar daring dan luring atau yang lebih dikenal dengan istilah blended learning.

Desain pembelajaran yang memanfaatkan pembelajaran luring dan daring akan membantu siswa melalui pengalaman belajar yang lebih baik lagi. 

Dengan pembelajaran luring, siswa akan fokus belajar banyak hal tentang kolaborasi, gotong royong, toleransi, keterampilan, dan semua hal yang berkaitan dengan pembentukan diri siswa baik  sikap maupun keterampilannya. 

Dengan pembelajaran daring, siswa akan secara aktif mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajarinya.

Bagaimana mengkombinasikan pembelajaran luring dan daring? Pada awalnya mungkin tidaklah mudah karena akan memakan banyak waktu, tenaga, dan bahkan biaya. 

Namun, suka atau pun tidak, kita harus mengikuti perkembangan global yang tidak bisa kita bendung.

Untuk mewujudkan desain pembelajaran dengan mengkombinasikan pembelajaran luring dan daring maka diperlukan kreativitas dan inovasi dari guru. 

Dalam hal ini, guru harus bisa mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka dan pemanfaatan pembelajaran elektronik seperti google class room, zoom, moodle dan lain sebagainnya serta memanfaatkan berbagai aplikasi lain seperti game online edukasi.

Berkaitan dengan itu, blended learning bukan sekedar mengkombinasikan daring dan luring tetapi lebih dari itu yaitu meramu pembelajarannya sehingga mencapai tujuan pembelajaran.  

Cara mengkombinasikannya juga tergantung pada topik atau pokok bahasannya. Misalnya, sumber informasi bisa didapat dari berbagai platform dan praktikum bisa dilaksanakan di sekolah atau lapangan.

Pembelajarannya juga harus bisa lebih kontekstual dengan lingkungan siswa. Belajar secara kontekstual akan lebih membantu siswa dalam memahami konsep karena berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan siswa sesuai dengan pengalamannya masing-masing.

Guru yang kreatif dan inovatif pasti bisa merancang kegiatan pembelajaran yang berkualitas. Cara belajar secara blended akan sangat membantu guru dalam mewujudkan tujuan pembelajaran di era digital. 

Siswa sekarang sudah sangat bergantung dengan digital dalam kesehariannya sehingga guru harus mampu juga untuk menjadikan digital sebagai alat bantu yang optimal dalam mewujudkan tujuan pembelajaran. 

Mari bersama kita ciptakan pendidikan yang berkualitas bagi anak cucu kita saat ini. Mereka adalah masa depan bangsa ini.


Ricardus Jundu

Dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng



Cerdas Menganalisis Informasi di Media Sosial

Teknologi

Berikut Hal  Yang Perlu Diperhatikan Pembaca Sebelum Membaca Berita Di Media Sosial

Penulis: Ricardus Jundu            Editor: Florida N. Kabut

Pikiran.pikiRindu - Cerdas membaca informasi adalah keharusan di era digital. 

Ketika masyarakat sudah mampu untuk melek media dengan cerdas maka sangat penting untuk menyadarkan masyarakat tentang memilah dan memahami informasi yang sering dibagikan lewat media sosial seperti facebook, whatsapp, dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan informasi, perlu diketahui bahwa tidak semua informasi adalah berita. Berita diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. 

Peristiwa hangat tentang apa saja bisa diberitakan oleh siapa saja melalui media apa saja. 

Informasi yang disajikan mengenai peristiwa yang lagi hangat bisa mempengaruhi masyarakat secara positif maupun negatif. 

Pengaruh positif atau negatif informasi tergantung maksud dan tujuan penulis dalam menulis informasi. 

Oleh karena itu, sebagai pembaca yang cerdas kita harus bisa memilah informasi yang benar (bukan hoax).

Informasi dapat disajikan melalui gambar, voice, video, dan tulisan tergantung media (koran/majalah, radio atau televisi) yang digunakan. 

Informasi dalam bentuk berita yang baik harus memenuhi unsur 5 W 1 H. Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan yaitu keaslian dan kebenaran informasi (hoax atau bukan). 

Jika tidak berhati-hati, maka kita sebagai pengguna media informasi elektronik bisa terinfeksi informasi hoax dan menyebarkannya juga ke berbagai media sosial. 

Pembaca terkadang tidak menyadari ketika membaca informasi hoax, dia hendak dimanfaatkan oknum tertentu secara tidak langsung untuk keuntungan pihak tertentu. 

Dampaknya yaitu bisa terjerat pelanggaran Undang - Undang penggunaan IT karena terlibat dalam menyebarkan informasi hoax kepada publik.

Permasalahan yang sering dilakukan oleh pembaca yang belum cerdas yaitu membaca informasi hanya dilihat dari judulnya saja. 

Kebanyakan pembaca pada akhirnya terprovokasi oleh judul yang dibuat penulis tanpa membaca secara detail isi dari informasi yang ada. 

Pembaca dengan mudah terpancing dan langsung menanggapinya dengan berkomentar dan membagikannya di jejaring sosial. Kebiasaan pembaca seperti ini bukan merupakan pembaca yang cerdas. 

Pembaca yang cerdas tentunya membaca semua isi informasi dan mencermatinya dengan baik.

Pembaca juga tidak cermat melihat alamat situs informasi yang dibagikan melalui media sosial. 

Ironisnya, pembaca malah langsung membagikannya melalui akun media sosialnya dan berakibat memperpanjang penyebaran informasi hoax. 

Berdasarkan informasi dewan pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs portal berita dengan situs berita resmi tidak sampai 300 situs. 

Informasi ini menunjukkan bahwa ada puluhan ribu situs penyedia informasi yang tidak resmi dan berpotensi menyebarkan hoax. 

Dengan demikian, pembaca harus jeli dan rajin mencari tahu legalitas setiap situs di internet agar tidak salah langkah dalam membagikan informasi kepada sahabat melalui jejaring sosial.

Keaslian informasi juga terkadang diabaikan pembaca. Sebenarnya, keaslian informasi bisa ditelusuri dengan melihat fakta dan mencermati berbagai foto atau gambar dan video yang ada di berbagai situs. 

Setidaknya, pembaca bisa meragukan fakta dalam informasi melalui gambar atau foto yang diselipkan dalam situs ketika mencurigai ada bagian tertentu yang dirasa janggal.

Jika pembaca ragu akan kebenaran informasi maka sebaiknya pembaca mengecek kebenarannya terlebih dahulu dengan membandingkan informasi yang sama dari situs lainnya. 

Analisis keaslian foto atau gambar dapat dilakukan pembaca melalui situs pencarian google dengan cara drag-and-drop ke kolom pencarian google images. 

Berbagai gambar yang serupa akan muncul dan pembaca bisa langsung membandingkan berbagai gambar yang sama dan mengecek keaslian gambar.

Oleh karena itu, jadilah pembaca yang cerdas memilah informasi dari berbagai layanan situs yang ada di media elektronik. 

Kita tidak boleh menyebarkan informasi yang belum kita ketahui dengan pasti kebenarannya lewat jejaring sosial. 

Seharusnya, kita melaporkan kepada pihak yang berwenang jika kita menemukan keberadaan informasi hoax dan konten porno sehingga dapat meminimalisir penyebaranya ke banyak pengguna media sosial lainnya. 

Cerdaslah dengan memperhatikan berbagai aspek penting dari informasi seperti judul, isi, foto, dan video yang terdapat pada situs penyedia informasi serta tidak ikut membagikan informasi yang teridentifikasi hoax lewat jejaring sosial. (Red.pikiRindu)

Penulis adalah dosen di Unika Santu Paulus Ruteng

Waspada Defisit Lingkungan

 

Ilustrasi: Dokumen Pribadi

Sebuah catatan lama di tahun 2012. Bagaimana kini nasib bumi?

Indonesia adalah salah satu dari paru-paru bumi. Dikatakan sebagai paru-paru bumi karena Indonesia memiliki banyak hamparan hutan dengan luas hutan sebesar 99,6 juta hektar atau 52,3% luas wilayah Indonesia (data statistik kehutanan Indonesia tahun 2011). 

Laju deforestasi Indonesia dapat meningkat tiap tahunnya akibat penyusutan lahan hijau dengan pemanfaatan hutan yang tak terkendali.  Program perlindungan lingkungan hidup sudah lama ada di negara demokrasi ini. 

Bahkan, regulasinya pun sudah tercermin dalam UUD 1945 yang kemudian dikembangkan terus sampai sekarang dan diperjelas dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang banyak. Mulai dari tanah yang subur, perairan yang sangat kaya dengan hasil laut, hasil tambang yang berlimpah, kondisi iklim dan cuaca yang baik. 

Kekayaan alam Indonesia membuat para investor tergiur dan mau menginvestasikan modalnya ke Indonesia. Artinya, lingkungan alam Indonesia menjadi pusat perhatian dan harapan dunia internasional sehingga jika tidak diperhatikan secara khusus dapat menyebabkan pengurangan hamparan hutan secara besar-besaran dan merusak lingkungan.

Kondisi yang terjadi sekarang adalah penurunan kualitas lingkungan Indonesia. Pemanfaatan alam yang tak terkendali sebagai penyebab utamanya. 

Hal ini mungkin terjadi karena banyak investasi dari investor penggarap kekayaan alam Indonesia. Peningkatan pemanfaatan lingkungan tersebut  menyebabkan peningkatan laju emisi karbon dengan menghasilkan gas karbondioksida (CO2) yang tinggi. 

Akibatnya, Indonesia sebagai paru-paru bumi lambat laun sirna seandainya kondisi lingkungan alam Indonesia tidak diperhatikan dan dipergunakan secara efektif-efisien.

Perhatian kita sebaiknya tertuju pada dampak dari penurunan kualitas lingkungan. Dampak dari peningkatan emisi gas karbondioksida di atmosfir menyebabkan peningkatan suhu bumi dan perubahan iklim global. 

Perubahan tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan, misalnya penyebaran penyakit demam berdarah, malaria, dan lainnya. Bahkan, sampai pada hadirnya bakteri dan virus baru berbahaya yang kebal terhadap kondisi lingkungan apapun.

Kini, daerah bagian timur Indonesia akan menjadi masa depan Indonesia. Banyak mata tertuju pada Indonesia bagain timur karena memiliki kekayaan alam yang banyak tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi ekonomi masyarakatnya yang kurang baik juga menjadi alasan mengapa banyak mata tertuju pada daerah bagian timur Indonesia. Pemanfaatan sumber daya alam dalam pembangunan wilayah Indonesia bigian timur juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakatnya.

Flores-Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu daerah bagian timur Indonesia. Dengan kekayaan alam serta banyaknya flora dan fauna yang terdapat di daerah ini menyebabkan Flores sebagai daerah pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. 

Akhir-akhir ini, Flores dilirik oleh para investor tambang, terutama terkait pertambangan mangan. Kehadiran pertambangan tersebut tentunya menambah besarnya pengaruh perubahan ekosistem.

Jika dikaji lebih jauh, secara kasat mata kehadiran tambang mempengaruhi kondisi kesejahteraan masyarakat di lingkungan tambang. Namun, berpengaruh nyata secara radikal pada kondisi kualitas lingkungan alam Flores.

Perambahan hutan secara liar juga sering terjadi di pulau Flores. Akibatnya, banyak terdapat lahan kosong dan menyebabkan flora dan fauna endemik Flores lambat laun bisa punah. 

Konservasi sumber daya alam harus diaplikasikan secara nyata dan bukan menjadi program bayangan untuk meraih keuntungan pribadi atau golongan tetapi sungguh-sungguh demi menjaga pelestarian flora dan fauna.

Kegiatan perambahan hutan secara liar berhubungan dengan eksekusi lingkungan secara up normal yang merusak ekosistem alam. Kebijaksanaan pemerintah daerah menjadi penting terkait keseimbangan ekosistem dengan mengoptimalkan fungsi kontrol sesuai regulasi yang berlaku.

Radikalisasi lingkungan menyebabkan terjadinya defisit kualitas lingkungan. Oleh karena itu, banyak fenomena alam  yang sulit diprediksi dan berpengaruh secara global terhadap kualitas lingkungan. 

Penurunan kualitas lingkungan disebabkan adanya pencemaran udara, air, dan tanah  sebagai aktivitas kegiatan manusia. Pencemaran tersebut berujung pada anomali alam yang mengancam kehidupan manusia. Dengan demikian, pusat perhatian kita yang paling penting sekarang ini adalah pelestarian lingkungan.

Kemudian, paradigma pembangunan sekarang ini semuanya berbasis lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan unsur lingkungan hidup termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan, baik pembangunan ekonomi maupun pembangunan sosial budaya. 

Sumber daya yang mendukung pembangunan antara lain; sumber daya alam (air, tanah, dan udara), sumber daya manusia, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan berbasis lingkungan bertujuan untuk menciptakan pemerataan dan keadilan serta menjaga keanekaragaman hayati. 

Pembangunan tersebut sebaiknya menggunakan pendekatan integratif dan pandangan jangka panjang (pembangunan berkelanjutan). Dalam pelaksanaannya, terkadang mengalami berbagai kendala yang rentan terhadap penyelewengan konsep pembangunan berbasis lingkungan. 

Penyebab terjadinya penyelewengan bisa disebabkan oleh beberapa faktor; pertama, regulasi yang banyak terdapat di Indonesia cenderung membuka cela bagi mereka yang hendak merusak konsep pembangunan berbasis lingkungan untuk kepentingan pribadi atau golongan. 

Kedua, belum maksimalnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan. Ketiga, belum maksimalnya peran pemerintah sebagai fungsi kontrol pelestarian lingkungan hidup.

Berkaca dari hal-hal tersebut di atas, konsep pembangunan  berkelanjutan yang berwawasan lingkungan diharapkan menjadi program yang bisa menjaga keseimbangan ekosistem.  

Konsep pembangunan tersebut menjadi aktivitas ilmiah yang secara langsung maupun tidak langsung memberi pengaruh pada peningkatan kualitas lingkungan. Pemerintah dan masyarakat  diharapkan mengoptimalkan fungsi kontrol sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan berperan secara aktif dalam penjagaan keseimbangan ekosistem.


Ricardus Jundu

Dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng

Favorit Pembaca




Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi