-->

Sang Ibu Yang Rela Tinggalkan Surga

Foto perarakan patung Bunda Maria di wilayah Betania (Latar langit hasil editan)
Penulis: Ricardus Jundu   Editor: Florida N. Kabut

Kreatif.pikiRindu - Seorang Ibu yang mengenakan pakaian berwarna biru keabu-abuan yang dihiasi oleh selendang khas Manggarai menjadi sorotan banyak mata.

Dalam jadwal, Ibu itu mengunjungi banyak orang di sebuah wilayah yang namanya wilayah Betania (17 Oktober 2022).

Tentunya itu bukan kunjungan politik menjelang akhir tahun politik. Itu murni kunjungan rohani yang memberikan arti dan makna terdalam.

Bagaimana bisa seorang Ibu menjadi sorotan banyak orang? Hal ini secara teologis dijelaskan karena kehidupan iman sang Ibu. Sang Ibu yang dimaksudkan penulis adalah Bunda Maria yang diimani gereja katolik.

Dengan kesederhanaan Ibu itu memberikan contoh kepada banyak mata yang memandangnya. Hidup bukan tentang jasmani saja tetapi juga rohani.

Kisah iman sang Ibu sungguh menjadi teladan bagi manusia lainnya. Dia layak menjadi panutan karena pengalaman imanNya.

Penyambutan sang ibu dilakukan dengan acara resmi yaitu secara adat Manggarai. Penyambutan secara adat menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai menyambutnya sebagai pribadi yang dihormati.

Dari sisi lain, penulis melihat sederetan orang yang lagi memegang Rosario di tangannya sambil mengucapkan doa "Salam Maria." Itu penyambutan secara rohani.

Baca Juga: Jelang Natal 2021, Alasan Maria Kunjungi Elisabet Barulah Terkuak

Setelah acara penyambutan adat, sang Ibu diarak melewati sebagian wilayah Betania sambil mengucapkan doa Salam Maria.

Di tengah perjalanan hujan lebat pun turun membasahi bumi sampai tak ada yang kering. Semuanya basah. 

Rasa cinta sang Ibu menguatkan banyak orang untuk bertahan melanjutkan perjalanan sampai tempat tujuan. 

Peristiwa ini, penulis rasakan sebagai pengalaman iman. Di mana, sang Ibu rela mengunjungi orang-orang yang dikasihiNya. Bermakna cinta yang tulus. 

Di sisi lain, penulis juga melihat bahwa ada beberapa hal baik karena peristiwa hari ini. 

Pertama, peristiwa iman karena Bunda Maria sangat dekat dengan umat.

Kedua, budaya Manggarai dan gereja berjalan berdampingan. Ada pengakuan gereja tentang pentingnya pewarisan budaya.

Ketiga, tradisi baru yang baik dengan mengarak patung Bunda Maria mengunjungi umatnya. Di sini, Bunda Maria tidak hanya diceritakan dalam injil mengunjungi Elisabet saudaranya tetapi juga mengunjungi umatnya.

Dari ketiga hal tersebut, sungguh menguatkan penulis tentang kejadian hari ini merupakan pewarisan nilai-nilai yang baik. 

Peristiwa hari ini harus terus dipertahankan agar umat semakin dewasa dalam beriman. (Red.pikiRindu)

Related Posts

Favorit Pembaca





Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi