-->


#Part 02 Kimia Dasar || Materi dan Penggolongannya


Materi dan Penggolongannya
Foto: Ricardus Jundu, S.Si., M.Pd (dokumen pribadi)

Terkadang kita rakus untuk menggunakan segala ciptaan Tuhan. Misalnya saja dengan menebang hutan sembarangan. Ternyata hal itu berdampak buruk bagi kehidupan manusia yaitu dengan meningkatnya suhu bumi atau yang di kenal dengan green house effect

Tidak semua materi yang ada di bumi ini harus dieksploitasi besar-besaran karena dapat berdampak buruk bagi kehidupan kita. Untuk lebih mendalam kita mengenal materi sebagai ciptaan Tuhan maka yang perlu kita ketahui adalah  apa itu materi. Kata materi sudah tidak asing lagi bagi kita. 

Batu, kayu, dan benda lain sebagainya di muka bumi ini kita kenal dengan materi. Materi dapat berupa benda padat, cair, maupun gas. Materi adalah sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. 

Segala benda di alam semesta ini merupakan materi. Materi berasal dari bahasa Latin  yang berarti “Ibu”. Setiap materi memilki ciri khas atau sifat-sifat tertentu yang membedakan satu materi dengan materi lainnya. 

Secara singkat materi dapat digolongkan menjadi zat tunggal dan campuran. Zat tunggal dibedakan lagi menjadi unsur dan senyawa. Campuran dibedakan lagi menjadi larutan, koloid, dan suspensi. Beberapa contoh unsur yang sering kita jumpai seperti alumunium, emas, besi, dan lain sebagainya. 

Beberapa senyawa yang sering kita jumpai seperti air, asam cuka, dan lain sebagainya. Beberapa campuran yang sering kita jumpai seperti larutan garam, susu, dan lain sebagainya. Kadar zat dalam campuran bisa ditentukan melalui persen massa dan persen volume. 

Dengan demikian kita secara langsung dapat menentukan kadar gula dalam air atau kadar garam dalam air. Perubahan materi selalu dalam tiga fase; cair, padat, dan gas. Air merupakan senyawa yang unik karena dapat berubah bentuk dalam tiga fase yaitu cair, padat, dan gas.

Dari beberapa contoh tersebut kita dapat semakin mengerti arti penting belajar ilmu kimia. Karena banyak hal yang kita gunakan dalam kehidupan berkaitan dengan kimia. 

Jadi, kita harus menggunakan karya ciptaan Tuhan dengan sebaik-baiknya agar kita tidak mendapat resiko buruk dari keegoisan kita mengeksploitasi alam.  

Penggolongan Materi

Secara singkat penggolongan materi dijelaskan sebagai berikut.

1. Unsur

Unsur merupakan zat dasar penyusun suatu materi. Unsur meiliki substansi murni yang terdiri dari atom-atom sejenis. Setiap  unsur memiliki sifat yang berbeda-beda dan unsur-unsur dibedakan menjadi dua yaitu unsur logam dan non-logam. 

Ciri umum yang membedakan unsur logam dan non logam yaitu; logam : mengkilap serta dapat menghantarkan panas atau listrik, sedangkan unsur non logam : tidak mengkilap dan tidak dapat menghantarkan panas dan listrik.

Untuk memudahkan pembelajaran di bidang kimia maka setiap unsur dibedakan dengan lambang berupa huruf awal dari nama unsur dalam bahasa Latin. Jika unsur tersebut memiliki nama dengan awalan yang sama maka dibedakan dengan satu huruf lain dari nama unsur tersebut.

2. Senyawa 

Kumpulan dari unsur-unsur yang berikatan membentuk senyawa.  Senyawa yang terbentuk memiliki sifat yang berbeda dengan unsur pembentuknya. Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua atau lebih zat lain dengan reaksi kimia. 

Senyawa termasuk zat tunggal karena komposisinya selalu tetap. Beberapa contoh senyawa : air, garam dapur (natrium klorida), karbondioksida, gula tebu (sukrosa).

3. Campuran

Campuran terbentuk dari dua atau lebih zat yang masih mempunyai sifat asalnya. Ketika gula dicampurkan dengan air, akan terbentuk larutan gula (campuran gula dan air). Campuran ini masih mempunyai sifat gula (yaitu manis) dan sifat air. 

Tingkat kemanisan campuran gula dan air ini bermacam-macam tergantung dari jumlah gula yang ditambahkan ke dalam air. Senyawa mempunyai komposisi yang tetap, sedangkan campuran tidak memiliki komposisi yang tetap.

Campuran dapat berupa larutan, suspensi atau koloid.

a. Larutan

Larutan adalah campuran homogen. Ciri campuran homogen yaitu tidak ada bidang batas antar komponen penyusunnya dan komposisi di seluruh bagian adalah sama.

Komponen larutan terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Komponen yang jumlahnya terbanyak dianggap sebagai pelarut. Tapi jika larutan adalah campuran dari zat padat dan cair, maka cairan dianggap sebagai pelarut.

b. Suspensi

Suspensi adalah campuran kasar dan tampak heterogen. Batas antar komponen dapat dibedakan tanpa perlu menggunakan mikroskop. Suspensi tampak keruh dan zat yang tersuspensi lambat laun terpisah karena gravitasi.

Contoh: campuran kapur dan air

c. Koloid

Koloid adalah campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi. Secara makroskopis koloid tampak homogen, tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra akan tampak heterogen.

Contoh: santan, air susu, cat.

Partikel Materi

Setiap materi terdiri dari butir-butir kecil atau partikel. Partikel adalah bagian terkecil dari materi yang masih mempunyai sifat sama dengan materi tersebut. Postulat dasar dari teori atom Dalton:

1.  Setiap materi terdiri atas partikel yang disebut atom.

2.  Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom.

3.  Atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dari atom unsur lain.

4. Senyawa adalah materi yang terdiri atas dua jenis atom atau lebih dengan perbandingan tetap.

5. Atom tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang atom.

Atom adalah bagian terkecil dari unsur yang masih mempunyai sifat unsur. Bagian terkecil dari senyawa yang masih mempunyai sifat senyawa disebut molekul atau ion. 

Molekul adalah gabungan dari dua atom atau lebih (baik sejenis maupun berbeda jenis) yang bersifat netral. Molekul yang terdiri dari atom sejenis disebut molekul unsur, sedangkan molekul yang terdiri dari atom yang berbeda disebut molekul senyawa.

Ion adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik. Ada 2 jenis ion yaitu ion positif dan ion negatif. Ion positif disebut kation dan ion negatif disebut anion.

Perubahan Materi

Perubahan materi ada 2 jenis:

1. Perubahan fisis

Perubahan fisis yaitu perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, yang berubah hanya bentuk dan wujudnya.

2. Perubahan kimia

Perubahan kimia yaitu perubahan yang menghasilkan zat baru. 

Contoh perubahan fisis: es mencair, air menguap, air membeku, beras digiling menjadi tepung,  lampur pijar menyala, dan memisahkan bensin dari minyak mentah.

Contoh perubahan kimia (reaksi kimia): kertas terbakar, makanan membusuk, besi berkarat, beras dimasak menjadi nasi, membuat sabun dari minyak kelapa, dan lampu petromaks menyala.

Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Bereaksi artinya berubah menjadi zat baru. Zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan), sedang hasil reaksi disebut produk. Contoh: Besi dan oksigen bereaksi membentuk karat besi.

Berlangsungnya reaksi kimia biasanya ditandai dengan suatu perubahan yang dapat diamati, yaitu: terbentuk gas, menghasilkan endapan, terjadi perubahan warna, terjadi perubahan suhu.

Baca Juga: #Part 01 Kimia Dasar-Sejarah Perkembangan Ilmu Kimia

Sampai jumpa di part 03.  Terima kasih.


@Red.pikiRindu


#Part 01 Kimia Dasar || Sejarah Perkembangan Ilmu Kimia

Materi part 01
Ilustrasi Ricardus Jundu, S.Si., M.Pd: Dokumen Pribadi

Ruang Lingkup Kimia

Kehidupan ini membutuhkan kerja sama yang baik antara yang satu dengan yang lainnya.  Kita sudah selayaknya merubah kebiasaan ego dan menjadi manusia yang toleran. 

Kimia tidak bisa berdiri sendiri, kimia membutuhkan ilmu lain (matematika, fisika, dan biologi) membentuk sebuah himpunan (Rumpun Sains) untuk menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupan. 

Sebelum kita mempelajari ilmu kimia lebih jauh maka kita perlu diperkenalkan dengan ruang lingkup secara umum mengenai peranan, manfaat, resiko, dan kaitannya dengan ilmu-ilmu lain serta perkembangannya. 

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga ikut membawa perubahan pada kimia itu sendiri. 

Apa itu Ilmu Kimia?

Kita tentunya sering dan pernah mendengar kata kimia. 

Begitu banyak berita di media cetak dan elektronik yang menerangkan tentang kimia antara lain; penggunaan senjata kimia, pencemaran bahan kimia di sungai-sungai, pembangkit listrik tenaga nuklir, bahan makanan yang mengandung bahan kimia dan lain sebagainya. 

Itu semua merupakan fenomena yang membuat kita sering beranggapan bahwa kimia itu membahayakan. Dalam segala tindakan hidup kita pasti mengandung resiko dan tinggal bagaimana kita meminimalisir resiko yang ada. 

Kita diharapkan tidak menyalahgunakan sesuatu yang baik menjadi tidak baik untuk kepentingan diri sendiri.

Dengan demikian kita  akhirnya lupa bahwa tidak selamanya sesuatu itu berdampak buruk bagi kehidupan kita. Kita cenderung menilai sesuatu dari sisi buruknya dan melupakan sisi positifnya. 

Teknologi secara kimia tentunya juga memiliki peranan, manfaat, dan jasa yang besar bagi kehidupan manusia. Misalnya; obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian, bensin, plastik, dan lain sebagainya. 

Karena alasan tersebutlah maka kita perlu mengenal apa itu ilmu kimia?

Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dengan berbagai keterampilan  intelektual dan meningkatkan kesadaran bahwa betapa besarnya anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Hukum-hukum alam secara khusus dipelajari dalam Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Sciences) dengan berbagai cabangnya dan salah satu cabangnya adalah kimia. 

Ilmu kimia adalah kajian ilmu pengetahuan alam yang mempelajari komposisi, struktur, sifat materi dan perubahan yang menyertainya.

Life is chemistry. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita setiap hari, cenderung berkaitan dengan kimia, misalnya saja saat kita bernapas. 

Setiap hari kita akan berhubungan dengan benda yang bersumber dari industri kimia, misalnya  pakaian, minuman, sabun, dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi dasar mengapa kita perlu mengenal dan mempelajari ilmu kima.

Sejarah Perkembangan Ilmu Kimia

Berabad-abad yang lalu manusia telah mengenal apa yang disebut dengan reaksi kimia terutama di Mesir, Mesopotamia, Tiongkok, India dan Yunani. Dimana reaksi kimia merupakan perubahan suatu materi menjadi materi yang lain. 

Manusia di zaman tersebut sudah mampu mengawetkan jenazah, makanan, membuat obat-obatan, membuat zat pewarna, dan mengolah logam. 

Pada zaman lampau para ahli filsafat Yunani kuno memiliki pemikiran bahwa materi itu terdiri dari partikel-partikel yang disebut atom. 

Konsep para ahli tersebut hanyalah spekulasi yang tidak ditunjang dengan eksperimen sehingga belum kuat untuk disebut sebagai teori kimia. 

Para ilmuwan Arab dan Persia melakukan eksperimen untuk mensintesis zat-zat baru, dan bukan hanya berfilsafat seperti para pemikir Yunani kuno. 

Berbagai eksperimen mereka tersebut menghantar mereka pada penemuan zat-zat baru, seperti alkohol, boraks, soda, sabun dan lain sebagainya.

Sejarah ini harus menjadi motivasi bagi kita yang hidup di era modern untuk lebih kreatif dalam menemukan teknologi yang lebih mutakhir. Kita tidak boleh hanya bisa beropini tetapi juga harus bisa membuktikan sesuatu berdasarkan fakta yang akurat.

Kimia harus  melibatkan aktivitas ilmiah yaitu pengamatan, percobaan, dan teori. Aktivitas tersebut dikemukakan oleh para ilmuwan asal Arab dan Persia pada abad ke-8. 

Salah satu ilmuwan kimia yang terkenal adalah Jabir ibn Hayyan (700-778), ilmu tersebut diberi nama Al-kimiya (bahasa Arab) yang artinya perubahan materi. 

Dari kata tersebutlah hingga kini berbagai bahasa dari setiap bangsa meminjam istilah Al-Kimiya, misalnya Latin (alchemi), Inggris (Chemistry), Perancis (chimi),Jerman (chemie), Italia (chemica), dan Indonesia (kimia).

Sampai jumpa di Ayo Belajar selanjutnya... (Part 02. Tentang Materi dan Penggolongannya)

Terima Kasih


@Red.pikiRindu

Favorit Pembaca




Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi