Ads Right Header

Buy template blogger

Kisah Menarik Misa Minggu Paskah Di Paroki Ranggu Bersama Persatuan Mahasiswa Kolang (PMK) Ruteng

Foto Koor Misa Minggu Paskah Di Gereja Paroki Ranggu (sumber: dokumen pribadi)

Labuan Bajo, pikirindu.com- Pesta paskah di paroki Ranggu di tahun 2022 ini memiliki kesan tersendiri di hati umat.

Kehadiran putra - putri kolang dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Kolang (PMK) Ruteng, sebagai penerus yang lahir dari bumi Kolang menunjukkan kepeduliannya terhadap umat dan gereja paroki Ranggu.

Banyak cerita tentunya. Ada cerita lucu dan ada cerita sedih. Intinya, berkesan dan penuh kenangan.

Pada perayaan minggu paskah tanggal 17 April 2022, yang paling berkesan bagi umat adalah paduan suara mahasiswa yang menggema di dalam gereja paroki Ranggu. Kata umat, sungguh berkesan.

Ada lagu yang dinantikan oleh umat dan menjadi favorit anggota paduan suara mahasiswa PMK yaitu lagu "Midle Halleluya".

Dengan penuh semangat mereka menyatakan kebangkitan Kristus melalui nyanyian yang merdu.

Ada kejadian unik yang terekam saat perayaan ekaristi minggu paskah 2022 di paroki Ranggu seperti umat berlarian menuju balkon gereja dan ada juga yang berlari menuju jendela gereja agar bisa menyaksikan secara baik lagu post komuni itu. 

Selain itu, suami kaka Yati yang sekaligus jadi pendamping organisasi PMK saat itu, buru-buru menggendong anaknya yang baru berusia 2 tahun keluar gereja agar tidak mengganggu mamanya yang menjadi dirigen saat memimpin paduan suara. Luar biasa.

Entah apa yang membuat umat begitu tertarik untuk menyaksikan nyanyian lagu Midle Halleluya itu, mungkin karena penasaran sejak perayaan sabtu suci semalam.

Kalau penasaran dengan lagunya, bisa kunjungi chanel youtube Komsos Paroki TMK Ranggu.

Lalu, sambil tersenyum dengan suara lembut  yang keluar dari mulut dirigen "ayo senyum" dan semua anggota paduan suara yang semuanya memakai pakaian berwarna merah dan bawahan kain songke pun tersenyum dengan penuh percaya diri.

Dirigen mengayunkan tangannya kepada organis, kaka Hiro Paku, untuk mulai memainkan musik dengan penuh semangat dan diikuti oleh anggota paduan suara yang mulai menyanyikan lagunya dengan penuh semangat juga.

Setelah lagu Midle Halleluya selesai, serentak umat memberikan tepuk tangan yang meriah. Berbagai pujian dilontarkan kepada paduan suara mahasiswa yang berasal dari Kolang itu.

Pelatih paduan suara sekaligus dirigen, kaka Yati Kabut, yang berasal dari Lait desa Wajur pun ikut bangga karena anggota paduan suaranya berhasil menuntaskan tanggung jawabnya dengan baik.

Yati Kabut menceritakan bahwa tak mudah melatih mereka bernyanyi karena butuh waktu dan tenaga serta kesabaran yang tinggi, usaha memang tidak menghianati hasil.

Dengan penuh kesabaran, akhirnya Yati bisa membuat nyanyian itu bisa dinyanyikan dengan baik di gereja.

Mahasiswa PMK tersebut merupakan mahasiswa yang kuliah di kampus Unika Santu Paulus Ruteng dari beragam program studi. Mereka semua berasal dari Kolang dan terhimpun dalam satu organisasi untuk mempererat jalinan kekeluargaan orang Kolang.

Yohan Jehalu, selaku ketua organisasi PMK, sangat merasa bangga atas kesuksesan kegiatan asistensi paskah ini. Awalnya, mereka ragu karena baru pertama kali anggota organisasi itu melaksanakan kegiatan asistensi. Mereka takut gagal.

Kehadiran kaka Yati untuk membantu persiapan kegiatan asistensi paskah membuat mereka semua percaya diri dan berani, kata Yohan.

Ricardus Jundu, selaku pendamping, saat diberi kesempatan memberikan kata sambutan dalam perayaan ekaristi minggu paskah mengatakan mahasiswa ini berasal dari beragam program studi di Unika Santu Paulus Ruteng, ada banyak hal yang bisa dipelajari mahasiswa terutama untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, kampus Unika Santu Paulus Ruteng adalah tempat yang tepat bagi anak-anak dari paroki Ranggu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi karena selain menimbah ilmu, minat dan bakat mahasiwa juga dikembangkan dengan serius.

Lanjut Ricard, paskah kali ini adalah paskah yang berkesan karena saya bukan orang yang terlahir dari Kolang tetapi diterima dengan baik sebagai orang Kolang. 

Minggu paskah ini akan menjadi cerita dan kenangan bagi mahasiswa PMK Ruteng, sekaligus bekal bagi mereka setelah menamatkan diri dari Unika Santu Paulus Ruteng.


@Red.pikiRindu

Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel