-->

#Part 01 Kimia Dasar || Sejarah Perkembangan Ilmu Kimia

Materi part 01
Ilustrasi Ricardus Jundu, S.Si., M.Pd: Dokumen Pribadi

Ruang Lingkup Kimia

Kehidupan ini membutuhkan kerja sama yang baik antara yang satu dengan yang lainnya.  Kita sudah selayaknya merubah kebiasaan ego dan menjadi manusia yang toleran. 

Kimia tidak bisa berdiri sendiri, kimia membutuhkan ilmu lain (matematika, fisika, dan biologi) membentuk sebuah himpunan (Rumpun Sains) untuk menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat dalam kehidupan. 

Sebelum kita mempelajari ilmu kimia lebih jauh maka kita perlu diperkenalkan dengan ruang lingkup secara umum mengenai peranan, manfaat, resiko, dan kaitannya dengan ilmu-ilmu lain serta perkembangannya. 

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga ikut membawa perubahan pada kimia itu sendiri. 

Apa itu Ilmu Kimia?

Kita tentunya sering dan pernah mendengar kata kimia. 

Begitu banyak berita di media cetak dan elektronik yang menerangkan tentang kimia antara lain; penggunaan senjata kimia, pencemaran bahan kimia di sungai-sungai, pembangkit listrik tenaga nuklir, bahan makanan yang mengandung bahan kimia dan lain sebagainya. 

Itu semua merupakan fenomena yang membuat kita sering beranggapan bahwa kimia itu membahayakan. Dalam segala tindakan hidup kita pasti mengandung resiko dan tinggal bagaimana kita meminimalisir resiko yang ada. 

Kita diharapkan tidak menyalahgunakan sesuatu yang baik menjadi tidak baik untuk kepentingan diri sendiri.

Dengan demikian kita  akhirnya lupa bahwa tidak selamanya sesuatu itu berdampak buruk bagi kehidupan kita. Kita cenderung menilai sesuatu dari sisi buruknya dan melupakan sisi positifnya. 

Teknologi secara kimia tentunya juga memiliki peranan, manfaat, dan jasa yang besar bagi kehidupan manusia. Misalnya; obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian, bensin, plastik, dan lain sebagainya. 

Karena alasan tersebutlah maka kita perlu mengenal apa itu ilmu kimia?

Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dengan berbagai keterampilan  intelektual dan meningkatkan kesadaran bahwa betapa besarnya anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Hukum-hukum alam secara khusus dipelajari dalam Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Sciences) dengan berbagai cabangnya dan salah satu cabangnya adalah kimia. 

Ilmu kimia adalah kajian ilmu pengetahuan alam yang mempelajari komposisi, struktur, sifat materi dan perubahan yang menyertainya.

Life is chemistry. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita setiap hari, cenderung berkaitan dengan kimia, misalnya saja saat kita bernapas. 

Setiap hari kita akan berhubungan dengan benda yang bersumber dari industri kimia, misalnya  pakaian, minuman, sabun, dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi dasar mengapa kita perlu mengenal dan mempelajari ilmu kima.

Sejarah Perkembangan Ilmu Kimia

Berabad-abad yang lalu manusia telah mengenal apa yang disebut dengan reaksi kimia terutama di Mesir, Mesopotamia, Tiongkok, India dan Yunani. Dimana reaksi kimia merupakan perubahan suatu materi menjadi materi yang lain. 

Manusia di zaman tersebut sudah mampu mengawetkan jenazah, makanan, membuat obat-obatan, membuat zat pewarna, dan mengolah logam. 

Pada zaman lampau para ahli filsafat Yunani kuno memiliki pemikiran bahwa materi itu terdiri dari partikel-partikel yang disebut atom. 

Konsep para ahli tersebut hanyalah spekulasi yang tidak ditunjang dengan eksperimen sehingga belum kuat untuk disebut sebagai teori kimia. 

Para ilmuwan Arab dan Persia melakukan eksperimen untuk mensintesis zat-zat baru, dan bukan hanya berfilsafat seperti para pemikir Yunani kuno. 

Berbagai eksperimen mereka tersebut menghantar mereka pada penemuan zat-zat baru, seperti alkohol, boraks, soda, sabun dan lain sebagainya.

Sejarah ini harus menjadi motivasi bagi kita yang hidup di era modern untuk lebih kreatif dalam menemukan teknologi yang lebih mutakhir. Kita tidak boleh hanya bisa beropini tetapi juga harus bisa membuktikan sesuatu berdasarkan fakta yang akurat.

Kimia harus  melibatkan aktivitas ilmiah yaitu pengamatan, percobaan, dan teori. Aktivitas tersebut dikemukakan oleh para ilmuwan asal Arab dan Persia pada abad ke-8. 

Salah satu ilmuwan kimia yang terkenal adalah Jabir ibn Hayyan (700-778), ilmu tersebut diberi nama Al-kimiya (bahasa Arab) yang artinya perubahan materi. 

Dari kata tersebutlah hingga kini berbagai bahasa dari setiap bangsa meminjam istilah Al-Kimiya, misalnya Latin (alchemi), Inggris (Chemistry), Perancis (chimi),Jerman (chemie), Italia (chemica), dan Indonesia (kimia).

Sampai jumpa di Ayo Belajar selanjutnya... (Part 02. Tentang Materi dan Penggolongannya)

Terima Kasih


@Red.pikiRindu

Related Posts

Favorit Pembaca





Copyright © pikiRindu. All rights reserved.
Privacy Policy | About | Kontak | Disclaimer | Redaksi